Antinyeri Opioid Bukan Obat Sembarangan, Efek Sampingnya Bisa Mengerikan

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi minum obat. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi minum obat. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, JakartaOpioid adalah golongan obat yang termasuk heroin obat ilegal, opioid sintetis seperti fentanil, dan penghilang rasa sakit yang tersedia secara legal dengan resep dokter. Mengutip dari Drugabuse.gov, terdapat beberapa jenis opinoid, yaitu oxycodone (OxyContin®), hydrocodone (Vicodin®), kodein, morfin, dan banyak lainnya. 

    Penggunaan obat yang satu ini memerlukan resep dokter. Bila digunakan sesuai petunjuk dokter, obat opioid berfungsi untuk membantu mengendalikan nyeri akut atau menjadi obat antinyeri, seperti nyeri yang Anda alami setelah operasi. 

    Opioid bekerja dengan cara berjalan melalui darah dan menempel pada reseptor opioid di sel-sel otak, lalu sel-sel melepaskan sinyal yang meredam persepsi Anda tentang rasa sakit dan meningkatkan perasaan senang penggunanya.

    Namun terdapat beberapa hal saat mengonsumsi obat ini. Pada dosis yang lebih rendah, opioid dapat membuat Anda merasa mengantuk, tetapi dosis yang lebih tinggi dapat memperlambat pernapasan dan detak jantung Anda, yang dapat menyebabkan kematian. Mengutip dari Mayoclinic.org, perasaan senang yang dihasilkan dari penggunaan opioid dapat membuat Anda ingin terus mengalami perasaan tersebut, yang dapat menyebabkan kecanduan.

    Anda dapat mengurangi risiko efek samping yang berbahaya dari Opioid dengan mengikuti petunjuk dokter, berhati-hati dan minum obat sesuai resep yang telah diberikan. Pastikan dokter Anda mengetahui semua obat dan suplemen lain yang Anda gunakan.

    VALMAI ALZENA KARLA 

    Baca: AS Darurat Opioid Korban Overdosis Berjatuhan di Jalanan Boston

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.