Perancang Busana Legendaris Coco Chanel, Perempuan yang Disimpan

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Coco Chanel

    Coco Chanel

    TEMPO.CO, Jakarta - Gabrielle Bonheur Chanel atau yang lebih dikenal sebagai Coco Chanel merupakan seorang perancang busana asal Perancis. Namanya dikenal karena merek fashion yang didirikannya, Chanel. Wanita kelahiran 19 Agustus 1883 ini menjadi pendobrak atas streotip pakaian wanita dari ‘siluet korslet’ yang rumit dan tidak nyaman pada abad 19.

    Dijelaskan dalam britannica.com, Coco Chanel melalui masa kecilnya dengan tidak terlalu menyenangkan. Chanel lahir di sebuah perdesaan bernama Saumur, Prancis. Ketika usianya menginjak 12 tahun, setelah kematian ibunya, Chanel dimasukkan ke panti asuhan oleh ayahnya yang bekerja sebagai penjual keliling. Di panti asuhan ini, Chanel dirawat oleh seorang biarawati yang mengajarinya cara menjahit.  Inilah menjadi titik awal Chanel terjun ke dunia perancang busana di masa depan.

    Selain itu, Chanel juga bekerja sebagai pelayan toko dan penyanyi yang tampil di klub-klub Vihy dan Moulins. Nama Coco diperolehnya saat menjalankan pekerjaan ini. Sebagaimana dijelaskan dalam biography.com, Coco merupakan singkatan dari cocotte yang bermakna ‘perempuan yang disimpan’.

    Pada usia 20 tahun, Chanel memulai bisnisnya dengan bantuan kedua teman laki-lakinya, Etienne Balsan dan Arthur ‘Boy’ Capel. Keduanya berperan penting dalam usaha mode pertama Chanel. Berlokasi di Rue Cambon, Paris, pada 1910, toko pertamanya yang menjual topi wanita dibuka.

    Kemudian, dirinya membuka toko di Deauville dan Biarritz dan emnjual pakaian. Kesuksesannya ketika Chanel menjual gaun berbahan kaus jersey untuk musim dingin. Setekah itu, Chanel menjadi tokoh populer di dunia sastra dan seni Paris. Dia merancang beberapa kostum untuk Balet Russes dan drama Jean Cocteau Orphee.

    Pada 1920-an, Chanel meluncurkan bisnis pertamanya bernama Chanel No.5, sekaligus merek parfum yang pertama kalinya menampilkan nama desainer. Kemudian, disusul pada 1925, Chanel memperkenalkan setelan Chanel yang legendaris hingga saat ini, yaitu setelah jaket tanpa kerah dan rok yang pas. Desainnya pun terbilang revolusioner sebab mencampurkan elemen pakaian pria dan menekankan kenyamanan.

    Desainnya sekaligus merupakan inovasi baru dalam mode pakaian wanita dari belenggu gaya korslet abad ke-19. Desain lain yang tak kalah revolusioner adalah gaun hitam kecil Chanel. Desain yang menggunakan warna yang identik dengan suasana berkabung itu berhasil memikat untuk pakaian malam.

    NAOMY A. NUGRAHENI 

    Baca: 5 Inovasi Fashion Coco Chanel yang Tak Lekang Waktu

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.