Kerap Dijumpai Saat Rekrutmen Kerja: Apa dan Bagaimana Tes Kepribadian?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi antre wawancara kerja. shutterstock.com

    Ilustrasi antre wawancara kerja. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Saat ini, tes kepribadian bisa ditemukan dengan mudah secara online. Salah satu yang paling terkenal adalah tes Myers-Briggs Type Indicator (MBTI).

    Mengutip Verywell Mind, tes kepribadian merupakan alat yang digunakan untuk menilai kepribadian seseorang.

    Teknik penilaian dalam tes ini dirancang untuk mengukur pola karakteristik yang ditunjukkan oleh individu di berbagai situasi.

    Tes kepribadian kerap dipakai dalam proses rekruitmen kerja (lowongan kerja). Selain itu, tes ini juga dapat digunakan untuk membantu memperjelas diagnosis klinis, memandu intervensi terapeutik dan membantu memprediksi bagaimana seseorang dapat merespon dalam situasi yang berbeda.

    Terdapat dua jenis tes kepribadian, yakni inventarisasi laporan mandiri dan tes proyektif. Inventarisasi laporan mandiri meminta peserta tes untuk membaca pertanyaan dan menilai seberapa baik pertanyaan tersebut. Sementara tes proyektif meminta peseta tes untuk menginterpretasikan adegan, objek atau skenario yang tidak jelas.

    Hasil penilaian tes kepribadian valid dan dapat diandalkan. “Banyak penelitian selama bertahun-tahun telah membuktikan validitas instrumen MBTI,”kata Yayasan Myers & Briggs sebagaimana dilansir Tempo.co dari Washington Post.

    Meski demikian, beberapa tes menghadapi persoalan dalam validitasnya. Sebagai contoh, tes seperti Minnesota Multiphasic Personality Inventory dan Rorschach rentan terhadap subjek yang tertalu patologis. Tes tersebut dapat mengidentifikasi mereka sebagai pecandu atau pelaku kekerasan.

    Hasil tes kepribadian dapat memberikan gambaran yang lebih baik tentang diri sendiri, namun tidak benar-benar mengungkapkan segalanya.

    Hasil tes kepribadian mungkin menyarankan seseorang agar menjadi akuntan, namun orang tersebut belum tentu menganggap pekerjaan itu menyenangkan dan memuaskan. Hal ini karena terdapat perbedaan besar antara tertarik pada bidang tertentu dan menikmati pekerjaan yang sebenarnya.

    SITI NUR RAHMAWATI
    Baca juga : Bappenas Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 dan S2 Ilmu Hukum, Ini Syaratnya

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.