Menteri Kesehatan: Mayoritas Pasien Omicron Tak Butuh Perawatan Serius

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron. REUTERS/Dado Ruvic

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan mayoritas pasien Omicron memiliki gejala ringan dan tidak bergejala. Sebab itu, mereka tak membutuhkan perawatan serius di rumah sakit.

"Pasien hanya perlu menjalani isolasi mandiri di rumah dengan mengkonsumsi suplemen vitamin atau obat terapi tambahan yang telah diizinkan penggunaannya oleh pemerintah," kata Budi Gunadi Sadikin. Menurut dia, kenaikan penularan varian Omicron akan jauh lebih tinggi daripada varian Delta. Namun demikian, yang membutuhkan perawatan intensif jauh lebih sedikit.

Kondisi tersebut membuat pemerintah mengubah strategi pelayanan kesehatan dari yang sebelumnya ke rumah sakit, sekarang berfokus ke rumah. "Karena akan banyak yang terinfeksi namun tidak perlu ke rumah sakit," tutur Budi Gunadi Sadikin.

Dalam memantau kondisi pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah, Kementerian Kesehatan menggandeng 18 platform telemedicine untuk memberikan jasa konsultasi dokter dan pengiriman obat secara gratis. Layanan kesehatan digital itu adalah Alodokter, Getwell, Good Doctor, Halodoc, KlikDokter, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, YesDok, Aido Health, Homecare24, Lekasehat, mDoc, Trustmedis, dan Vascular Indonesia.

Kementerian Kesehatan juga memperbarui rekomendasi pemberian obat bagi pasien Covid-19, yakni menyertakan obat Molnupiravir dan Plaxlovid untuk terapi pasien dengan gejala ringan. Dari hasil penelitian, Molnupiravir dan Plaxlovid mampu mengurangi gejala parah bahkan kematian pada pasien Covid-19.

Kedua obat tersebut telah diujicobakan kepada pasien yang terinfeksi virus corona dan terbukti aman. Molnupiravir telah mengantongi izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat Amerika Serikat (FDA) serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sedangkan Plaxlovid dalam proses mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM.

Dari total 414 kasus Omicron sampai 9 Januari 2022 kemarin, sebanyak 99 persen menunjukkan gejala ringan dan tanpa gejala. Pasien yang membutuhkan perawatan oksigen hanya dua orang, yakni lelaki berusia 58 tahun dan 47 tahun. Mereka memiliki penyakit penyerta atau komorbid dan kini sudah sembuh.

Pada Senin, 10 Januari 2022, kasus infeksi varian Omicron bertambah 92 kasus, sehingga total 506 kasus. Dari angka tersebut, 84 di antaranya berasal dari transmisi lokal dan sisanya, 422 kasus dialami oleh orang yang baru kembali dari luar negeri.

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, masyarakat harus bersiap menghadapi gelombang Omicron karena karakter penyebarannya sangat cepat. Namun dari tingkat keparahan, sebagian besar pasien Covid-19 yang terinfeksi varian Omicron tidak menunjukkan gejala serius.

Baca juga:
Disuntikkan Mulai Hari Ini, Berikut Syarat Penerima Vaksin Booster

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.






Jokowi Kritik Jumlah Startup Agrikultur Minim, Padahal Ada Krisis Pangan

3 hari lalu

Jokowi Kritik Jumlah Startup Agrikultur Minim, Padahal Ada Krisis Pangan

Presiden Jokowi mengkritik minimnya jumlah startup Indonesia yang bergerak di bidang agrikultur, di tengah ancaman krisis pangan yang ke depan akan membesar.


Kementerian Kesehatan Tetapkan 3 Lab UI Jadi Pusat Riset Vaksin

4 hari lalu

Kementerian Kesehatan Tetapkan 3 Lab UI Jadi Pusat Riset Vaksin

Kementerian Kesehatan meluncurkan laboratorium jejaring OIC CoE untuk mendukung tercapainya tujuan kemandirian produksi vaksin.


Menkes Budi Gunadi Ajak Negara Lain dalam Upaya Hilangkan TBC 2030

4 hari lalu

Menkes Budi Gunadi Ajak Negara Lain dalam Upaya Hilangkan TBC 2030

Menkes Budi Gunadin Sadikin berupaya menggandeng seluruh negara untuk menanggulangi penyakit TBC.


Warga Depok dan Tangerang yang Kontak Erat dengan Pasien Cacar Monyet Dinyatakan Sehat

12 hari lalu

Warga Depok dan Tangerang yang Kontak Erat dengan Pasien Cacar Monyet Dinyatakan Sehat

Tiga warga asal Kota Depok dan Tangerang sempat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif cacar monyet pertama di Indonesia


Update Kasus Hepatitis Akut Misterius pada Anak, Kemenkes: 7 Masih Pending

12 hari lalu

Update Kasus Hepatitis Akut Misterius pada Anak, Kemenkes: 7 Masih Pending

Kementerian Kesehatan telah sejauh ini memeriksa 91 kasus dugaan hepatitis akut misterius pada anak di Indonesia.


Pasien Positif Cacar Monyet Sudah Sehat dan Beraktivitas Kembali

12 hari lalu

Pasien Positif Cacar Monyet Sudah Sehat dan Beraktivitas Kembali

Dia adalah satu-satunya pasien terkonfirmasi positif cacar monyet di Tanah Air hingga trennya di dunia yang kini menurun.


Tanda-tanda Pandemi Covid-19 Berakhir, WHO Keluarkan 6 Kebijakan

12 hari lalu

Tanda-tanda Pandemi Covid-19 Berakhir, WHO Keluarkan 6 Kebijakan

Dirjen WHO menyatakan sudah ada tanda-tanda pandemi Covid-19 akan berakhir.


Dirjen WHO: Akhir Pandemi COVID-19 Sudah di Depan Mata

14 hari lalu

Dirjen WHO: Akhir Pandemi COVID-19 Sudah di Depan Mata

Ini penilaian paling optimistis sejak PBB menerapkan pandemi COVID-19 pada Maret 2020


Pandemi Covid-19 Belum Usai, Tetap Tegakkan Protokol Kesehatan

14 hari lalu

Pandemi Covid-19 Belum Usai, Tetap Tegakkan Protokol Kesehatan

Pakar epidemiologi mengimbau masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan karena pandemi COVID-19 belum berakhir.


Moeldoko Minta Dana Rp 705 Miliar untuk Faskes TNI Dicairkan: Kasihan Prajurit

14 hari lalu

Moeldoko Minta Dana Rp 705 Miliar untuk Faskes TNI Dicairkan: Kasihan Prajurit

Moeldoko menyatakan pencairan dana klaim kesehatan di fasilitas kesehatan milik TNI terhambat sehingga mengganggu operasional.