Tertarik Memiliki Tato? Kenali 2 Cara Pembuatannya

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seniman tato Rudy melayani pelanggan di dalam studio Tin-Tin Tattoo di Paris saat pembatasan baru UE untuk tato berwarna mulai berlaku, Prancis, 4 Januari 2022. REUTERS/Sarah Meyssonnier

    Seniman tato Rudy melayani pelanggan di dalam studio Tin-Tin Tattoo di Paris saat pembatasan baru UE untuk tato berwarna mulai berlaku, Prancis, 4 Januari 2022. REUTERS/Sarah Meyssonnier

    TEMPO.CO, Jakarta - Membuat tato pada bagian tubuh menjadi kesenangan tersendiri bagi penggemarnya. Bahkan pemilik tato akan selalu merasa kurang jika tidak menambahkan corak lain pada bagian tubuh yang masih kosong. Namun, apakah proses mentato sekadar menggambar corak pada permukaan kulit?

    Melansir dari laman jurnal penelitian Universitas Pekanbaru, ada dua cara pembuatan tato, yaitu dengan cara retas tubuh (scarification) dan pemberian lubang pada kulit (cicatrization). Keduanya sama-sama dilakukan dengan melukai tubuh.

    Retas tubuh dilakukan dengan cara menggores permukaan kulit menggunakan benda tajam serupa jarum untuk menimbulkan luka. Luka tersebut berbentuk panjang dan lurus menyesuaikan dengan bentuk yang diinginkan. Ketika luka sembuh, maka akan membentuk benjolan pada kulit.

    Sedangkan cicatrization atau pemberian lubang, mengutip dari laman Jurnal Unikom pada 2020, sesuai namanya dilakukan dengan cara melubangi permukaan kulit dengan benda runcing sesuai dengan gambar yang diinginkan, lalu melalui lubang-lubang itulah tinta dimasukkan. Pembuatan tato dengan cara ini menjadi yang paling umum dilakukan.

    Seiring berjalannya waktu, kedua cara tersebut sama-sama akan menghasilkan gambar yang permanen. Jika Anda tertarik untuk membuat tato, berkonsultasilah terlebih dahulu untuk menemukan cara yang tepat dan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya.

    RISMA DAMAYANTI

    Baca juga: Risiko Tato bagi Kesehatan, dari Iritasi Kulit hingga Kanker


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.