Cegah Komplikasi Penyakit dengan Menjaga Kesehatan Mulut

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi periksa di dokter gigi. Shutterstock

    Ilustrasi periksa di dokter gigi. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei terbaru yang dilakukan oleh Ipsos bersama GSK Consumer Healthcare mengungkap fakta banyak orang yang tidak mengetahui pengaruh kesehatan mulut pada kesehatan tubuh. Hanya 54 persen responden yang menyadari perawatan kesehatan mulut yang baik dapat mendukung kehamilan yang lebih sehat dengan risiko komplikasi yang lebih rendah.

    Kesehatan gigi dan mulut selain menjadi refleksi kesehatan tubuh secara umum ternyata juga sangat berpengaruh dalam meminimalkan risiko komplikasi penyakit, terutama saat orang terpapar COVID-19. Hal ini disampaikan spesialis periodonsia RSUD dr. Iskak Tulungagung, drg. Winidiastuti Anitasari.

    "Beberapa studi penelitian menunjukkan seseorang yang kesehatan gigi dan mulutnya buruk memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi bila terpapar COVID-19," jelasnya.

    Winidiastuti menambahkan bakteri dan penyakit dari dalam mulut maupun gigi dapat memicu timbulnya berbagai penyakit lain seperti jantung, diabetes, hipertensi, bahkan pneumonia. Kondisi ini semakin diperparah lantaran rata-rata masyarakat enggan dan takut pergi ke dokter gigi di masa pandemi lantaran dinilai risiko terpapar.

    “Inilah mengapa melakukan kontrol pembersihan plak pada gigi sangatlah perlu, utamanya situasi semacam ini,” imbuhnya.

    Untuk itu, ia pun mengimbau pada masyarakat agar tetap rutin membersihkan dan melakukan perawatan pemeriksaan gigi secara berkala. Mengunjungi dokter gigi secara teratur adalah salah satu cara terpenting untuk menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan kepercayaan diri.

    Winidiastuti menjelaskan sedikitnya ada tiga masalah umum pada kesehatan gigi dan mulut yang kerap dialami, yakni karies gigi atau gigi berlubang, gangguan pada gusi, dan kanker mulut.

    “Kondisi ini sebenarnya bisa ditangani, namun jika tidak segera maka dapat menimbulkan masalah yang lebih serius,”jelasnya.

    Permasalahan pada gigi dan mulut rata-rata bermula dari plak, yakni bakteri yang berasal dari sisa-sisa makanan maupun minuman yang tertinggal di bagian gigi. Plak yang menempel pada bagian gigi awalnya hanya lapisan tipis saja. Namun, lama kelamaan jika tidak benar dalam membersihkan akan membentuk karang gigi dan bau mulut. Tak hanya itu, untuk kasus yang lebih parah, karang gigi dapat mengakibatkan gigi berlubang.

    “Itulah mengapa langkah awal dalam merawat gigi mengontrol plak yang ada pada gigi. Caranya dengan rutin membersihkan gigi,” ujarnya.

    Membersihkan gigi yang baik dilakukan setidaknya dua kali dalam sehari, pagi hari dan sebelum tidur. “Menggosok gigi sebelum tidur menjadi yang terpenting karena pembersihan setelah seharian beraktivitas,” jelasnya.

    Baca juga: Ilmuwan Sebut Kaitan Kesehatan Mulut dan Penyakit Serius


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.