5 Warna Keputihan dan Kaitan dengan Kondisi Kesehatan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi keputihan. shutterstock.com

    Ilustrasi keputihan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Keputihan merupakan kondisi normal sebagai salah satu cara untuk menjaga kebersihan vagina. Namun, warna lendir atau cairan kerap berubah dan bisa menjadi indikasi masalah yang memerlukan perawatan.

    Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan membantu menjaga kebersihan vagina dengan menghilangkan sel-sel mati dan bakteri dari vagina secara alami. Meskipun demikian, setiap warna keputihan memiliki arti bagi kesehatan.

    Merah hingga kecoklatan
    Keputihan dengan warna merah atau coklat biasanya hasil pendarahan dalam periode menstruasi dan itu adalah hal yang wajar. Namun, keputihan berwarna ini bisa disebabkan kondisi menopause di pertengahan usia 40-an sebab mengalami perubahan pada siklus menstruasi serta kadar hormon.

    Selain itu, hal ini juga bisa menjadi tanda kanker serviks. Kanker serviks dimulai di leher rahim. Sebagian besar kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Biasanya, kanker serviks stadium awal tidak menunjukkan gejala. Tetapi, keputihan mungkin merupakan tanda.

    Merah muda
    Keputihan yang berwarna merah muda seringkali merupakan tanda awal periode menstruasi. Selain itu, warna ini mungkin juga disebabkan oleh aktivitas seksual atau pendarahan implantasi pada awal kehamilan.

    Kuning hingga kehijauan
    Keputihan berwarna kuning dan hijau merupakan hal tidak normal yang menunjukkan adanya indikasi infeksi menular seksual (IMS) seperti trikomoniasis, gonorea, dan klamidia. Biasanya, cairan keputihan yang keluar berwarna kuning hingga kehijauan yang disertai dengan bau busuk yang tercium.

    Bening
    Kelenjar yang ditemukan di leher rahim membuat lendir bening. Hal ini normal terjadi pada wanita usia subur. Lendir ini bisa menjadi putih saat terkena udara saat keluar dari tubuh. Keputihan warna ini bisa terjadi karena pelepasan dapat meningkat selama ovulasi, kehamilan, atau periode gairah seksual. Namun, kondisi ini menjadi tidak normal jika disertai bau busuk atau amis dan tekstur seperti keju yang tidak biasa.

    Abu-abu
    Jika mengalami keputihan berwarna abu-abu, sudah dipastikan ini bukan hal yang normal. Warna tersebut merupakan tanda adanya bakterial vaginosis (BV) atau gardnerella vaginalis. Infeksi dapat disertai keluarnya cairan berwarna putih, abu-abu, dan/atau berbau amis. BV juga bisa disertai dengan rasa gatal atau sensasi terbakar di vagina

    Keputihan berwarna bening hingga putih merupakan hal yang normal dan sehat serta dapat terjadi setiap hari. Beberapa orang mungkin jumlah keputihan yang dialami dapat bervariasi dari hari ke hari tergantung pada waktu siklus mereka. Selain itu, Anda harus menghubungi dokter jika mengalami perubahan keputihan yang mungkin disebabkan oleh infeksi. Gejalanya meliputi perubahan warna, bau atau konsistensi, rasa gatal, lepuh atau luka pada vulva atau vagina, serta rasa terbakar saat buang air kecil.

    ANDINI SABRINA | VERY WELL HEALTH

    Baca juga: Macam Keputihan yang Perlu Anda Tahu


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.