Mitos-mitos Fast Food yang Beredar di Masyarakat, Ada Apa?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi burger (junk food). TEMPO/ Hendra Suhara

    Ilustrasi burger (junk food). TEMPO/ Hendra Suhara

    TEMPO.CO, Jakarta -Salah satu pilihan makanan yang dipilih banyak orang saat bingung ‘mau makan apa’ adalah fast food

    Makanan cepat saji ini dipilih selain mudah untuk ditemui juga promo-promo yang disediakan oleh restorannya menggiurkan kantong.

    Atau dari layanan food delivery yang cepat pula.

    Namun, bukan rahasia lagi jika fast food tidak dianggap baik untuk kesehatan. Selain itu ada mitos-mitos yang beredar dalam dunia fast food.

    • Salad adalah makanan paling sehat 

    Beberapa fast food  memiliki menu yang dicitrakan sebagai makanan sehat, seperti salad. Beberapa bulan lalu gerai KFC misalnya mengeluarkan menu sehat. Namun apakah hal tersebut benar-benar sehat?

    Dikutip dari Thetravel.com, tidak semua salad yang dijual di restoran fast food sehat.

    Pasalnya dressing yang digunakan dan bahan tambahan lain seperti ayam strip goreng dan keju atau jika di luar negeri ditambahkan bacon. Sehingga salad yang dijual di restoran fast food atau restoran lain yang menggunakan dressing berat seperti mayonaise tidaklah sehat sepenuhnya.  

    • Bun Burger Tidak dapat busuk

    Banyak anggapan jika makanan cepat saji tetap 'segar' atau setidaknya, tanpa jamur atau busuk selama bertahun-tahun. Maksud dari klaim ini adalah untuk mendukung gagasan bahwa makanan cepat saji memiliki banyak aditif dan pengawet sehingga tidak akan mudah rusak.

    Namun hal ini tidak benar dan pernah dibantah oleh restoran fast food. Sama seperti roti lain atau makanan olahan lainnya, bun atau roti burger restoran fast food juga bisa busuk dan berjamur. 

    • Fast food membuat orang malas

    Saat malas untuk memasak atau sudah terbiasa makan makanan cepat saji dapat memengaruhi kebiasaan makan seseorang.

    Dilansir dari medicalmnewstoday.com, bahwa orang yang secara sering bahkan teratur mengonsumsi makanan cepat saji berpotensi memiliki pengetahuan tentang memasak dan makanan yang rendah.  Selain itu sering mengonsumsi makanan cepat saji juga berdampak buruk pada kesehatan dalam jangka panjang.  

    • Fast food buruk untuk kesehatan mental

    Selain buruk untuk kesehatan fisik, ternyata mitos jika fast food  buruk untuk kesehatan itu benar adanya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Amerika, dikutip dari Medicalnewstoday.com, makanan cepat saji juga dapat berdampak pada kesehatan mental seseorang dan membuat lebih rentan terhadap depresi dan kecemasan. 

    Baca juga : Liver Sehat dengan Hindari Makanan Cepat Saji 

    TATA FERLIANA

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.