Tips Diet Aman dan Sehat dari Ahli Gizi UGM

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi diet dengan buah. Shuterstock

    Ilustrasi diet dengan buah. Shuterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada macam-macam jenis diet. Penerapan diet tiap orang berbeda-beda dan harus menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tubuh. Lebih baik jika dipandu oleh seorang profesional seperti ahli gizi.

    Ahli gizi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Rahadyana Muslichah, mengatakan diet yang berhasil dilakukan pada satu individu belum tentu bisa diterapkan pada individu lainnya. Sebab tiap individu memiliki kebutuhan harian yang berbeda.

    "Saat menjalani program diet perlu tetap memperhatikan panduan gizi seimbang dan yang terpenting tidak mengganggu fungsi tubuh serta tetap bisa menjalankan aktivitas sehari-hari secara optimal," kata dia seperti dilansir dari dari laman ugm.ac.id, Selasa, 11 Januari 2022.

    Sehingga sangat perlu konsultasi ke profesional untuk menyiapkan program diet setelah melalui rangkaian asesmen secara komprehensif. Berdasarkan pemeriksaaan, ahli akan menemukan akar persoalan penyebab berat badan berlebih dari pola atau kebiasaan makan serta aktivitas sehari-hari.

    Ia juga memaparkan tips diet ideal. Misalnya memilih protein rendah lemak seperti ikan, daging putih, telur, dan susu rendah lemak. Selain itu, bisa juga variasikan pemenuhan kebutuhan karbohidrat. Tidak hanya dengan nasi putih saja, bisa dengan bahan pangan lain seperti singkong, ubi, atau beras merah. Pun jangan melupakan memperbanyak konsumsi sayur dan buah.

    Keberhasilan diet juga dipengaruhi oleh jumlah konsumsi makanan tinggi gula, garam, minyak, dan lemak. Kemenkes merekomendasikan, idealnya batas asupan porsi gula sebanyak 4 sendok makan per hari, garam 1 sendok teh per hari, dan lemak 5 sendok makan per hari.

    RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION

    Baca juga: 5 Kebiasaan Diet yang Mendorong Penurunan Berat Badan Lebih Cepat


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.