Dampak Kekurangan Hormon Estrogen pada Kesehatan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi jantung wanita. shutterstock.com

    Ilustrasi jantung wanita. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sama seperti pria, wanita juga memiliki hormon estrogen dengan jumlah yang lebih banyak. Hormon estrogen memiliki peran yang penting dalam tubuh wanita. Ketika ia memiliki kadar estrogen yang rendah akan menimbulkan berbaga efek pada kesehatan.

    Hormon estrogen bertanggung jawab menjaga aliran darah dan pelumasan vagina, penebalan lapisan rahim selama siklus menstruasi, dan menjaga kepadatan tulang. Kekurangan estrogen dapat terjadi di seluruh tahap kehidupan. Gejala estrogen yang rendah ditandai dengan perubahan periode menstruasi, perubahan suasana hati, mudah lelah, bahkan gairah seks yang menurun.

    Biasanya, wanita dengan kadar estrogen yang rendah tidak memiliki gejala. Hal ini dapat memungkinkan tidak terkena masalah sejak dini dan tidak mengalami komplikasi. Namun, jika tidak segera ditangani, hormon estrogen rendah dapat menimbulkan masalah serius.

    Penyakit jantung
    Estrogen memiliki efek perlindungan pada dinding arteri dan membantu menjaga pembuluh darah tetap fleksibel sekaligus meningkatkan kolesterol sehat (HDL) dan menurunkan kolesterol tidak sehat. Jadi, ketika kadar estrogen menurun, yang terjadi sebaliknya. Ini dapat menyebabkan penumpukan lemak dan kolesterol di arteri yang berkontribusi pada risiko serangan jantung dan stroke.

    Gangguan suasana hati dan depresi
    Gangguan suasana dan depresi berhubungan dengan fluktuasi kadar estrogen, terutama selama perimenopause. Periode waktu tepat sebelum menopause yang terkait dengan peningkatan depresi baru dan depresi berulang.

    Perubahan kulit
    Kulit memiliki reseptor untuk estrogen yang membantu retensi kelembapan. Kulit yang kekurangan estrogen dikaitkan dengan penuaan. Jika kadar hormon estrogen berkurang maka akan menimbulkan kerutan halus dan elastisitas yang berkurang, serta kekeringan dan penyembuhan luka yang buruk.

    Osteoporosis
    Rendahnya tingkat estrogen berhubungan dengan osteoporosis, yang melemahkan tulang dan membuatnya lebih rentan terhadap patah tulang serta berkurangnya kemampuan untuk membangun kembali tulang dan mempertahankan kepadatan.

    Meskipun estrogen rendah bisa menjadi bagian normal dari kehidupan, terutama selama masa pubertas dan perimenopause, kondisi ini juga bisa menjadi akibat dari obat atau kondisi tertentu. Jika memiliki gejala estrogen rendah, tanyakan kepada dokter untuk memastikan tidak ada sesuatu yang lebih serius yang terjadi.

    ANDINI SABRINA | VERY WELL HEALTH

    Baca juga: Pakar Sebut Kaitan Hormon Estrogen dan Potensi Penularan COVID-19


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.