Vaksinasi Covid-19 untuk Ibu Hamil, Perlu Perhatikan Soal ini

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ibu hamil saat mengikuti vaksin untuk ibu hamil dan menyusui di Kantor Kelurahan Cipayung, Jakarta, Jumat 10 September 2021. Sebanyak 1.754 ibu hamil di Ibu Kota hingga saat ini sudah mendapatkan suntikan vaksinasi COVID-19 dosis pertama setelah Kementerian Kesehatan mengizinkan pemberian vaksin tersebut pada 2 Agustus 2021. TEMPO/Subekti.

    Ibu hamil saat mengikuti vaksin untuk ibu hamil dan menyusui di Kantor Kelurahan Cipayung, Jakarta, Jumat 10 September 2021. Sebanyak 1.754 ibu hamil di Ibu Kota hingga saat ini sudah mendapatkan suntikan vaksinasi COVID-19 dosis pertama setelah Kementerian Kesehatan mengizinkan pemberian vaksin tersebut pada 2 Agustus 2021. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi rentan ibu hamil turut jadi perhatian di masa pandemi Covid-19. Di Indonesia, golongan ini sudah bisa ikut vaksinasi. Namun, hingga kini belum semua ibu hamil mendapatkannya. Ada banyak faktor pertimbangan, mulai darikondisi kesehatan ibu dan janin, usia kandungan apalagi jika masih terlalu muda hingga masalah kesehatan lainnya.

    Berdasarkan Surat Edaran HK.02.01/I/2007/2021 tentang Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil dan Penyesuain Skrining dalam Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Ibu hamil yang hendak menjalani vaksinasi harus melewati skrining kesehatan serta memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.

    Pertama, suhu tubuhnya harus di bawah 37,5 derajat Celsius, begitupun tekanan darah harus di bawah angka 140/90 mmHg. Namun, apabila hasilnya di atas 140/90 mmHg, maka dilakukan pengukuran ulang dengan jeda waktu minimal 10 menit. Dan jika hasilnya masih tinggi, vaksinasi harus ditunda.

    Pertimbangan selanjutnya usia kehamilan, ketentuannya minimal berada di trimester kedua, atau di atas 13 minggu. Selain itu, ibu hamil harus bebas dari tanda-tanda  preeklamsia, yakni komplikasi kehamilan. Hal ini terjadi karena adanya kondisi peningkatan tekanan darah disertai dengan adanya protein dalam urine. Kondisi tersebut menyebabkan gejala seperti kaki bengkak, sakit kepala, nyeri ulu hati, pandangan kabur, dan tekanan darah di atas 140/90 mmHg.

    Ketentuan lainnya, ibu hamil tak memiliki riwayat alergi berat serta tanpa riwayat penyakit penyerta atu komorbid, seperti penyakit jantung, diabetes, asma, penyakit paru, HIV, hipertiroid/hipotiroid, penyakit ginjal kronik, atau penyakit liver sudah harus dalam keadaan terkontrol dan tidak ada komplikasi akut.

    Lebih lanjut lagi, ibu hamil aman vaksinasi apabila bebas dari penyakit autoimun, tidak sedang menjalani pengobatan termasuk imunosupresan, dan tentunya tidak terkonfirmasi positif Covid-19, minimal sudah negatif dalam waktu 3 bulan.

    RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION

    #Jagajarak #Pakaimasker #Cucitangan

    Baca: Kemenkes Keluarkan Izin Vaksinasi Ibu Hamil, ini Kriterianya

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

     

     


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.