Terlalu Sering Makan Gorengan Risikonya Mengalami Berbagai Penyakit

Reporter:
Editor:

Bram Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    ilustrasi gorengan (Freepik.com)

    ilustrasi gorengan (Freepik.com)

    TEMPO.CO, JakartaGorengan mudah ditemukan di pasaran. Sebab, gorengan merupakan makanan yang diminati karena harganya pun murah. Terlalu sering makanan gorengan tak baik untuk kesehatan juga menimbulkan berbagai penyakit.

    “Gorengan ini tinggi lemak. Nah, lemak itu termasuk sulit dicerna dibandingkan dengan karbohidrat,” kata Dosen Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (IPB) Karina Rahmadia Ekawidyani, seperti dikutip dari saluran (channel) YouTube IPB TV.

    Mengutip Healthline, gorengan berdampak negatif bagi tubuh, karena tinggi kalori, lemak, tapi rendah serat, vitamin, dan mineral. Konsumsi lemak trans yang tinggi akan menambah berat badan. Healthline merujuk penelitian, 41.518 perempuan berat badanya naik satu kilogram setiap peningkatan 1 persen asupan lemak trans. Kenaikan berat badan ini juga memungkinkan menjadi obesitas jika masih dikonsumsi rutin dalam jumlah banyak.

    Adapun risiko diabetes tipe 2 juga bisa tersebab makanan berminyak. Gorengan mengandung kalori tinggi memicu kenaikan gula darah.

    Mengutip Jurnal Keluarga Sehat Sejahtera, Universitas Negeri Medan, lemak jenuh berisiko menyumbat peredaran darah ke jantung. Risikonya bisa menyebabkan serangan jantung. Jika yang terhambat pembuluh menuju otak, maka memicu terjadinya stroke.

    TATA FERLIANA

    Baca: Suka Gorengan, Awas Risiko Kematian Dini


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.