Perlunya Perbanyak Asupan Antioksidan saat Pandemi pada Anak Obesitas

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi anak obesitas. Nursenaomi.com

    Ilustrasi anak obesitas. Nursenaomi.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perhatian untuk para orang tua dengan anak obesitas. Ketua Pimpinan Pusat Asosiasi Nutrisionis Indonesia (ASNI) DPP Persagi, Andriyanto, menyarankan anak dengan obesitas diberikan banyak asupan makanan yang mengandung antioksidan selama pandemi COVID-19.

    “Ketika anak mengalami obesitas maka metabolisme dalam tubuhnya tidak akan berjalan dengan maksimal,” kata Andriyanto dalam bincang-bincang “Peran Nutrisionis Dalam Mencegah Stunting dan Obesitas”, Jumat, 21 Januari 2022.

    Andriyanto menuturkan ketika anak mengalami obesitas, metabolisme pada beberapa organ seperti jantung, pankreas, dan ginjal tidak dapat berjalan dengan maksimal. Hal itu kemudian menyebabkan anak mudah terkena diabetes, gagal ginjal, maupun penyakit tidak menular lain. Dalam konteks pandemi COVID-19, anak yang menderita obesitas lebih banyak memiliki sel darah yang tidak mengandung oksigen sehingga lebih rentan terkena COVID-19 dibandingkan dengan anak dengan berat badan yang normal.

    “COVID-19 itu sejatinya adalah virus atau benda mati yang bila masuk dalam tubuh, akan menempel pada sel sehingga selnya menyebar pada tubuh tapi sel itu menempel mencari sel yang tidak beroksigen,” ucapnya.

    Dia menyarankan orang tua yang memiliki anak dengan berat badan berlebih untuk banyak mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan atau antiradikal bebas, seperti buah dan sayuran hijau yang mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan selenium. Diharapkan pula orang tua dapat secara bertahap membantu anak dalam menjalankan diet yang sehat dan aman.

    Menurutnya, anak obesitas perlu lebih banyak mengonsumsi makanan tersebut, suka atau tidak suka. Ia meminta orang tua untuk bisa mengolah makanan secara kreatif dan menarik serta dapat memanfaatkan pangan lokal agar anak bersedia mengonsumsi makanan tersebut. Andriyanto juga berharap, para ahli gizi dapat membantu masyarakat memberikan pemahaman serta banyak edukasi seputar gizi, agar anak tidak mengalami obesitas bahkan stunting.

    “Jadi, pada anak obesitas itu lebih dianjurkan banyak sayuran hijau dan buah-buahan saat pandemi, suka atau tidak suka. Jangan khawatir, buah-buahan di Indonesia sangat berlimpah,” tegasnya.

    Baca juga: Kenali Sindrom Prader-Willi: Kelainan Genetik Berciri Kekanakan, Obesitas, dan..


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.