Makanan yang Harus Dihindari setelah Berusia 40 Tahun

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi roti putih (Unsplash/Charles Chen)

    Ilustrasi roti putih (Unsplash/Charles Chen)

    TEMPO.CO, Jakarta - Buat yang sedang menuju atau sudah berusia 40 tahun, waspadai lima jenis makanan dan minuman yang harus dihindari jika ingin tetap sehat. Memasuki usia 40 tahun bukan sekadar menjadi semakin tua. Justru Anda harus lebih memperhatikan fungsi biologis yang terus bekerja.

    Berbeda saat masa pertumbuhan, semakin bertambahnya usia, fungsi tubuh akan menjadi kurang efisien. Anda harus tetap mempertahankan kemampuan tubuh dengan mengamati perubahan gaya hidup tertentu. Salah makan sedikit saja memiliki dampak yang besar di usia 40 tahunan bila dibandingkan saat lebih muda.

    Salah satu perubahan terbesar yang harus dilakukan yakni terkait pola makan sehari-hari. Melansir dari Times of India, makanan tertentu menjadi sulit dicerna organ dalam seiring bertambahnya usia. Buat yang sudah berumur 40 tahun dan ingin menjaga badan tetap sehat dan bugar, hindari beberapa makanan berikut ini.

    Karbohidrat olahan
    Makanan yang terbuat dari karbohidrat olahan yaitu pasta, donat, roti putih, kue kering, dan panekuk. Makanan ini memiliki indeks glikemik tinggi, yang berarti dengan cepat meningkatkan kadar gula darah. Kadar gula darah yang tinggi merupakan faktor penyebab penyakit jantung, penambahan berat badan, dan diabetes. Tingginya kadar gula darah akan meningkatkan hormon yang merangsang produksi minyak, yang mempengaruhi komposisi minyak kulit, menyebabkan masalah kulit seperti jerawat.

    Ilustrasi sosis. Pixabay

    Daging olahan
    Daging olahan seperti sosis, ham, salami kaya lemak jenuh. Pilihan yang tepat adalah mulai mengurangi atau bahkan menghindari jenis makanan tersebut begitu mencapai usia 40 tahun. Kandungan lemak meningkatkan peradangan, yang berkontribusi terhadap radang sendi, penyakit jantung, dan peningkatan tekanan darah. Daging olahan mengandung nitrat karena diubah menjadi nitrosamin, bahan kimia yang menyebabkan kanker. Sebagai gantinya, pilih daging yang bebas nitrat dan tidak diproses, seperti daging organik.

    Makanan cepat saji
    Makanan cepat saji mengandung campuran beberapa bahan tidak sehat, yaitu gula, lemak tidak sehat, nitrat, dan natrium. Bersama-sama, bahan-bahan ini menimbulkan malapetaka pada tubuh, tidak hanya untuk lansia tetapi semua orang. Gula adalah sumber kalori kosong, yang meningkatkan kemungkinan kenaikan berat badan tanpa memberikan nutrisi apapun.

    Lemak tidak sehat seperti lemak jenuh meningkatkan kadar kolesterol jahat LDL sehingga membuat Anda lebih rentan terhadap kondisi jantung. Makanan cepat saji biasanya menggunakan nitrat dan garam sebagai pengawet. Keberadaan garam dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah dan menyebabkan kembung.

    Jus buah botol atau kalengan
    Orang selalu percaya jus buah yang sudah dikemas itu sehat bila melihat dari iklannya. Manfaat kesehatan seperti vitamin dan mineral yang tinggi atau 100 persen jus alami, sering membuat kita percaya itu baik. Namun pada kenyataannya, jus buah dalam kemasan bukan pilihan yang baik, terutama untuk lansia. Pasalnya, gula yang ada di dalamnya buruk bagi penderita diabetes dan asam urat. Selain itu, sebagian besar jus dibuat setelah menghilangkan serat bermanfaat dalam buah, yang berperan dalam kesehatan usus.

    Alkohol
    Bagi para penikmat alkohol, hal terbaik begitu mencapai usia 40 tahun adalah menghindarinya sama sekali. Tubuh tidak memetabolisme alkohol secara efektif karena komposisi tubuh dan fungsi hati mulai memburuk seiring bertambahnya usia. Hal ini menyebabkan hilangnya massa otot dan peningkatan kandungan lemak.

    Memasuki usia 40 tahun, orang memiliki lebih sedikit air dalam tubuh sehingga alkohol lebih mudah bersirkulasi dalam aliran darah, menyebabkan sulit tidur, dan akan timbul keinginan makan. Alkohol juga membuat terlihat lebih tua karena menyedot kelembapan kulit. Hal ini bisa membuat kulit tidak elastis dan keriput.

    Seiring bertambahnya usia, tubuh mulai melemah. Menjaga pola makan dan gaya hidup adalah salah satu faktor kunci yang membantu menjaga fungsi tubuh. Carilah pilihan terbaik untuk mengisi bahan bakar tubuh dan hindari makanan yang disebutkan dalam daftar ini. Manfaatnya bukan hanya bagi diri tetapi juga untuk kebahagiaan keluarga. Makan dengan benar dan sehat agar berumur panjang.

    Baca juga: Kiat Buka Warung Makan agar Laris Manis


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.