Penyakit Hirschsprung, Waspada bila Anak Sembelit dan Sakit Perut

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi anak sakit. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak sakit. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sakit perut hingga susah buang air (BAB)besar pada anak harus diwaspadai. Sembelit atau susah BAB merupakan hal yang wajar namun akan berbahaya apabila kondisi tersebut terjadi terus-menerus.

    Hal tersebut harus segera dikonsultasikan ke dokter apabila anak sudah rajin makan berserat namun masih mengalami susah BAB. Yang lebih bahaya, anak harus terus mengonsumsi obat pencahar agar bisa BAB.

    Susah BAB dalam waktu yang lama hingga membuat anak sakit perut mungkin disebabkan penyakit Hirschsprung. Melansir dari situs resmi RSUP Dr. Sardjito, penyakit Hirschsprung adalah kondisi di mana tidak adanya ganglion saraf parasimpatis pada lapisan mukosa dan submukosa usus besar, mulai anus hingga usus di atasnya. Gangguan yang terjadi di usus besar ini menyebabkan feses tidak bisa keluar secara rutin hingga akhirnya menumpuk di dalam usus.

    Dalam kondisi normal, otot-otot di usus akan memeras dan mendorong feses secara ritmis melalui rektum. Namun, pada penyakit Hirschsprung, saraf yang mengendalikan otot-otot ini (sel ganglion) hilang dari bagian usus sehingga tinja tidak dapat didorong melalui usus secara lancar. Akibatnya, feses akan menumpuk terus di bagian bawah hingga menyebabkan pembesaran pada usus dan juga kotoran menjadi keras kemudian membuat anak tidak dapat BAB.

    Hirschsprung merupakan penyakit bawaan dari lahir yang tergolong langka. Penyakit ini terjadi karena kelainan saraf yang mengontrol pergerakan usus besar. Gejala umum yang terjadi bisa dideteksi sejak bayi lahir. Namun, tak menutup kemungkinan penyakit ini baru diketahui saat anak sedang dalam masa pertumbuhan. Beberapa ciri yang muncul adalah sulit BAB dalam waktu 24-48 jam, muntah, diare encer (pada bayi baru lahir), berat badan sulit bertambah, sulit menyerap makanan.

    Pada anak yang lebih besar, gejalanya adalah sembelit menahun, perut menggembung, dan gangguan pertumbuhan. Untuk mengatasi penyakit Hirschsprung, dokter akan melakukan diagnosa keadaan anak. Biasanya masalah sembelit dapat dibantu dengan menggunakan irigasi usus, di mana tabung tipis dimasukkan melalui lubang anus anak dan diisi dengan larutan air garam hangat yang dapat melembutkan tinja dan mempermudah untuk mengeluarkannya dari usus.

    Namun, dalam kasus yang parah, penderita penyakit ini harus menjalani prosedur operasi. Prosedur operasi biasa dengan cara membersihkan usus dari feses yang menumpuk dengan pembukaan lubang pembuangan di perut (stoma). Stoma biasanya tindakan sementara, yang akan ditutup setelah anak menjalani operasi pull-through.

    Operasi pull through adalah operasi untuk membuang bagian usus yang tidak memiliki sel ganglion saraf dan menyambung dua bagian usus yang sehat. Hal ini akan membentuk usus yang dapat bekerja normal karena memiliki cukup sel saraf untuk mengendalikan otot usus sehingga anak dapat BAB dengan lancar.

    Dokter bedah anak akan membuat lubang pembuangan feses di dinding perut (stoma) dengan meletakkan bagian usus yang sehat. Artinya, feses tidak dikeluarkan dari usus melalui stoma dan ditampung dalam kantong stoma. Kemudian, setelah 3-6 bulan, dilakukan operasi lanjutan pull–through dan penutupan stoma.

    Baca juga: 4 Manfaat Daun Mint Bagi Kesehatan, tapi Cermati Penggunaannya


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Mengenal Cacar Monyet atau Monkeypox, Ketahui Penyebaran dan Cara Pencegahannya

    Cacar monyet telah menyebar hingga Singapura, tetangga dekat Indonesia. Simak bagaimana virus cacar itu menular dan ketahui cara pencegahannya.