Ini Penyebab dan Gejala Henti Jantung

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Warga mempraktekkan teknik resusitasi jantung paru-paru atau CPR di kawasan Bundaran HI, Jakarta, 15 April 2018. Kegiatan ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pertolongan teknik kompresi dada serta pemberian nafas buatan bagi orang yang mengalami henti napas. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Warga mempraktekkan teknik resusitasi jantung paru-paru atau CPR di kawasan Bundaran HI, Jakarta, 15 April 2018. Kegiatan ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pertolongan teknik kompresi dada serta pemberian nafas buatan bagi orang yang mengalami henti napas. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi jantung berdetak menandakan organ bekerja dengan baik, yaitu bertugas memompa aliran darah menuju organ-organ vital seperti otak, hati, dan paru-paru. Ketika jantung berhenti memompa atau secara tiba-tiba tidak berfungsi, maka seseorang disebut mengalami cardiac arrest atau henti jantung. Kondisi tersebut membuat penderitanya tidak bisa bernapas dan tidak sadarkan diri. 

    Gejala Henti Jantung

    Melansir dari medlineplus.gov, gejala henti jantung yang umum terjadi meliputi ambruk secara tiba-tiba, hilangnya denyut nadi, berhenti bernapas, dan hilang kesadaran secara penuh. Di samping itu, terdapat beberapa gejala yang muncul sebelum terjadinya henti jantung yang dirasakan oleh penderita. Umumnya mereka akan mengalami kondisi tidak nyaman pada dada, sesak napas, merasakan degupan yang kencang pada jantung, dan tubuh terasa lemah dan lesu.

    Penyebab Henti Jantung

    Mengutip dari laman heart.org, berikut beberapa penyebab seseorang mengalami henti jantung:

    1. Jaringan parut pada jaringan jantung

    Disebabkan karena adanya serangan jantung sebelumnya maupun penyebab lain. jantung yang terluka atau mengalami pembesaran karena beberapa sebab cenderung mengalami aritmia ventrikel. Enam bulan pertama setelah terjadinya serangan jantung adalah masa-masa berisiko tinggi seseorang terkena cardiac arrest.

    1. Otot jantung menebal (Kardiomiopati)

    Kerusakan yang terjadi pada otot jantung bisa disebabkan oleh tekanan darah tinggi, penyakit katup jantung, maupun penyebab lainnya. Kerusakan pada otot jantung dapat menyebabkan seseorang lebih rentan terkena henti jantung, terutama jika seseorang juga mengalami gagal jantung.

    1. Mengonsumsi obat jantung

    Pada kondisi tertentu, beberapa obat jantung dapat memicu aritmia yang dapat mengakibatkan serangan jantung mendadak. Perubahan yang signifikan pada kadar kalium dan magnesium dalam darah akibat konsumsi obat yang mengandung diuretik juga dapat menyebabkan aritmia dan henti jantung.

    1. Kelainan Electrical (Kelainan listrik jantung)

    Kelainan ini dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung mendadak yang pada umumnya dialami oleh anak-anak dan remaja.

    1. Kelainan pembuluh darah

    Kasus ini termasuk penyebab yang langka. Terutama terjadi pada arteri coroner dan aorta. Biasanya seseorang yang terlalu banyak melakukan aktivitas fisik yang menghabiskan banyak tenaga dapat mengalami henti jantung ketika kelainan ini muncul.

    Henti jantung merupakan kondisi yang bisa menyerang semua orang dengan latar belakang usia dan ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang membuat seseorang lebih rentan mengalaminya. Misalnya, usia lanjut, jenis kelamin laki-laki, pernah mengalami serangan jantung, penderita penyakit diabetes, berat badan berlebih atau obesitas, serta mengonsumsi obat-obatan terlarang seperti kokain dan amfetamin. Jika Anda memiliki faktor risiko tersebut, hindari hal-hal yang bisa menyebabkan terserang henti jantung.

    RISMA DAMAYANTI

    Baca juga: Memahami Henti Jantung serta Penanganannya 


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Mengenal Cacar Monyet atau Monkeypox, Ketahui Penyebaran dan Cara Pencegahannya

    Cacar monyet telah menyebar hingga Singapura, tetangga dekat Indonesia. Simak bagaimana virus cacar itu menular dan ketahui cara pencegahannya.