5 Cara Mudah Mendeteksi Penipuan Online

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Ilustrasi Penipuan. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Modus penipuan online sejatinya bisa terdeteksi dari awal. Yang penting, kita tetap waspada dan berhati-hati saat mendapat informasi, penawaran, atau iming-iming yang tak masuk akal.

Mengutip informasi dari Kaspersky, penipuan online tak hanya menyasar orang-orang yang gagap teknologi alias gaptek. Bahkan para gamer online, investor mata uang kripto, sampai orang-orang yang terbiasa belanja online juga tak luput menjadi korban.

Ahli keamanan siber Kaspersky Roman Dedenok berbagi lima cara mudah mendeteksi penipuan online agar terhindar dari bahaya:

  • Menawarkan hadiah menarik atau menakut-nakuti
    Keserakahan atau ketakutan menjadi celah bagi para penipu online dalam mempermainkan perasaan manusia. Biasanya mereka akan menjanjikan hadiah yang luar biasa atau malah mengintimidasi. "Penipu berusaha membuat korban terdesak sehingga mereka kehilangan rasionalitas atas suatu keadaan," kata Roman Dedenok dalam keterangan tertulis.

    Jika menerima surat elektronik yang menyatakan kamu ternyata ahli waris kerajaan antah berantah dengan harta yang banyak, jangan tergoda untuk mengirim identitas pribadi apalagi mentransfer uang. Segala syarat itu sejatinya adalah tanda peringatan.

  • Serba terburu-buru
    Apabila mendapatkan pesan yang mengharuskan kamu melakukan sesuatu dalam durasi waktu tertentu, misalkan sekian jam atau menit, sehingga terburu-buru, maka itu adalah penipuan online. Lantaran tergesa, kamu tak akan sempat berpikir kritis, mempertanyakan situasi, dan pada akhirnya menuruti segala keinginan penipu online tersebut.

  • Desain amatiran
    Penipuan online yang berbasis situs atau media sosial biasanya akan terlihat dari tampilan muka. Beberapa kesalahan yang mengindikasikan situs atau media sosial itu abal-abal adalah desain yang alakadarnya, ejaan keliru, atau ada huruf atau nomor yang tampak berbeda dari bentuk yang umum.

  • Minta data pribadi
    Ketika calon korban akan mengakses situs penipuan dari email atau grup percakapan, maka dia tak bisa dengan mudah masuk. Penipu akan memanfaatkan tahap ini untuk meminta data pribadi dengan cara mengikuti survei atau memilih beberapa kotak yang diduga berisi hadiah. Tertarik dengan iming-iming hadiah tadi atau penasaran dengan survei, maka calon korban akan langsung memasukkan informasi yang penting. Jadilah dia korban.

  • Harus membayar
    Trik penipuan lainnya adalah dengan meminta calon korban mentransfer uang demi keperluan verifikasi atau pembayaran pendaftaran. Tanpa itu, penipu akan berkeras calon korban tidak dapat menerima hadiah yang dijanjikan.
    Supaya calon korban tidak curiga, jumlah yang diminta biasanya tidak terlalu besar dan ada janji pengembalian. Namun pada akhirnya tetap saja tidak ada hadiah apapun. Uang yang sudah ditransfer juga tak bakal kembali.

Baca juga:
6 Modus Penipuan Online, dari Belanja sampai Bajak WhatsApp

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.






Jangan Tertipu Lowongan Kerja Palsu, Kenali Cirinya

5 hari lalu

Jangan Tertipu Lowongan Kerja Palsu, Kenali Cirinya

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan agar terhindar dari lowongan kerja palsu sehingga dapat menjadi pelamar kerja yang cermat.


OJK Berikan Catatan Ini ke Paylater Agar Kasus Penipuan Mahasiswa IPB Tak Terulang

5 hari lalu

OJK Berikan Catatan Ini ke Paylater Agar Kasus Penipuan Mahasiswa IPB Tak Terulang

OJK) meminta kepada perusahaan pembiayaan dengan metode Buy Now Pay Later (BNPL) melakukan berbagai tindakan perbaikan segera.


Laporkan Wiraswastawan Boyolali, Pengusaha Produk Kecantikan Depok Sebut Penipuan

6 hari lalu

Laporkan Wiraswastawan Boyolali, Pengusaha Produk Kecantikan Depok Sebut Penipuan

Pengusaha asal Depok yang melaporkan ke polisi wiraswastawan dari Boyolali dengan tuduhan penipuan dan penggelapan angkat bicara.


Pecatan Polisi Ditangkap usai Tipu Wanita di Tangerang

11 hari lalu

Pecatan Polisi Ditangkap usai Tipu Wanita di Tangerang

Tersangka diketahui merupakan pecatan polisi karena desersi atau meninggalkan dinas di Polda Sumatera Selatan


Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Tertarik Investasi di Toko Online

12 hari lalu

Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Tertarik Investasi di Toko Online

Pelaku penipuan menawari para mahasiswa IPB investasi di toko onlinenya. Diminta mengutang di pinjaman online.


Kasus Medina Zein, Uya Kuya Serahkan Bukti Kunci ke Polda Metro Jaya

12 hari lalu

Kasus Medina Zein, Uya Kuya Serahkan Bukti Kunci ke Polda Metro Jaya

Uya Kuya mengklaim punya bukti kunci dalam kasus penipuan yang diduga dilakukan Medina Zein.


Kaspersky Ungkap 5 Skema Penipuan Piala Dunia 2022

14 hari lalu

Kaspersky Ungkap 5 Skema Penipuan Piala Dunia 2022

Piala Dunia 2022 juga menarik perhatian para penjahat dunia maya yang ingin memperoleh uang dengan cepat.


Polisi Telusuri Kemungkinan Pelaku Lain di Kasus Mahasiwa IPB Terjerat Pinjol

15 hari lalu

Polisi Telusuri Kemungkinan Pelaku Lain di Kasus Mahasiwa IPB Terjerat Pinjol

Polres Bogor Kota menyelidiki kemungkinan adanya keterlibatan perusahaan pinjaman online (pinjol) dalam kasus penipuan ini


BCA Bantah Kabar Perubahan Biaya Transfer Rp 150 Ribu per Bulan, Sebut Ada Aksi Penipuan

15 hari lalu

BCA Bantah Kabar Perubahan Biaya Transfer Rp 150 Ribu per Bulan, Sebut Ada Aksi Penipuan

Beredar informasi BCA menetapkan tarif baru transfer antar-bank menjadi Rp 150 ribu per bulan.


Jerumuskan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Tersangka Pakai Uang Investasi buat Beli Mobil

15 hari lalu

Jerumuskan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Tersangka Pakai Uang Investasi buat Beli Mobil

Tersangka penipuan investasi bodong ini menawarkan program investasi di toko online kepada para korban, yang sebagian mahasiswa IPB.