Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

5 Efek Radiasi HP pada Anak yang Perlu Orangtua Ketahui

Reporter

Editor

Nurhadi

Ilustrasi anak bermain gawai (pixabay.com)
Ilustrasi anak bermain gawai (pixabay.com)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Dewasa ini, hampir semua kalangan membutuhkan HP, bahkan anak-anak sekalipun. Pengawasan orangtua sangat penting untuk mengontrol anak-anak dalam menggunakan ponsel. Selain menyebabkan anak kemungkinan kehilangan pengalaman bersosialisasi dan tidak tertarik dengan hal lain, HP memancarkan radiasi yang mungkin memiliki efek berbahaya bagi mereka.

HP memancarkan frekuensi radio dari spektrum elektromagnetik atau Radio Frequency-Electromagnetic Radiation (RF-EMR). Jaringan ponsel generasi kedua (2G), ketiga (3G), dan keempat (4G) memancarkan frekuensi dalam rentang 0,7 hingga 2,7 Gigahertz (GHz). Sedangkan ponsel generasi kelima (5G) menggunakan spektrum frekuensi hingga 80 GHz. Frekuensi radio ini dapat menyebabkan radiasi oleh HP, seperti dikutip dari Cancer.gov.

Ada beberapa penelitian tentang efek radiasi HP pada anak. Berikut adalah beberapa kesimpulan sejauh ini, dikutip dari laman National Center for Health Research:

1. Mempengaruhi otak lebih tinggi dibanding orang dewasa

Radiasi HP dapat mempengaruhi otak anak-anak lebih tinggi ketimbang orang dewasa. Sebuah studi pada 2010 tentang radiasi ponsel mencatat secara umum dan rata-rata, anak-anak menderita paparan lebih tinggi di daerah otak mereka daripada orang dewasa.

Hal ini lantaran secara proporsional anak-anak memiliki kepala dan otak yang lebih kecil, namun menerima tingkat radiasi ponsel yang sama dengan orang dewasa. American Academy of Pediatrics mengatakan, rata-rata radiasi yang diterima anak-anak dua kali lebih tinggi di otak dan 10 kali lebih tinggi di sumsum tulang tengkorak, dibandingkan pada orang dewasa.

2. Orang yang menggunakan HP sejak usai anak-anak lebih rentan terkena tumor otak

Studi lain menemukan bahwa orang yang mulai menggunakan telepon seluler sebelum usia 20 tahun memiliki risiko lebih tinggi terkena tumor otak. Radiasi merusak sel DNA yang menyebabkan terjadinya kanker otak. Kanker otak dapat terjadi karena jarak sumber radiasi lebih dekat ke otak, terutama pada anak-anak yang memiliki jaringan dan tulang yang lebih tipis daripada orang dewasa.

Kendati begitu tak serta merta terjangkit, kanker akibat radiasi HP membutuhkan waktu 10 hingga 20 tahun untuk berkembang. Karena itu, semakin lama orang menggunakan Hape, yakni sejak anak-anak, semakin besar kemungkinannya terkena kanker.

3. Mempengaruhi perilaku anak

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Penggunaan HP pada anak-anak dapat mempengaruhi perilaku mereka. Sebuah penelitian yang dilakukan Onkolog (pakar tumor) Lennart Hardell menunjukkan bahwa paparan ponsel dapat menyebabkan anak-anak memiliki masalah emosional atau perilaku, termasuk kesulitan bergaul dengan anak lain. Anak-anak yang menggunakan ponsel berlebihan 80 persen lebih mungkin memiliki masalah perilaku, daripada anak-anak yang jarang atau tidak menggunakan ponsel.

4. Rentan mengalah Gangguan Pemusatan Perhatian/Hiperaktivitas (GPPH)

Sebuah penelitian di Korea Selatan menunjukkan bahwa anak-anak yang lebih sering menggunakan ponsel lebih mungkin mengalami Gangguan Pemusatan Perhatian/Hiperaktif (GPPH). Meskipun kaitannya dengan GPPH hanya untuk anak-anak dengan kadar timbal yang tinggi dalam darah mereka, ketika para peneliti menyesuaikan dengan kadar timbal dalam darah, peneliti masih menemukan bahwa GPPH lebih mungkin terjadi pada anak-anak menghabiskan waktu lebih lama menggunakan HP.

5. Menyebabkan kanker payudara dan kerusakansperma

Sebuah artikel pada 2014 mengulas studi tentang anak-anak dan penggunaan ponsel. Mereka menemukan bahwa semakin muda anak, semakin besar risiko kanker otak dan tumor otak. Artikel yang sama juga menunjukkan penelitian yang menyimpulkan bahwa ponsel dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Hal ini terjadi lantaran remaja meletakkan ponsel di saku dada mereka. Sementara pada anak laki-laki yang kerap mengantongi HP di saku celana berisiko mengalami kerusakan sperma ketika dewasa.

HENDRIK KHOIRUL MUHID

Baca juga: 80 Persen Anak Alami Gangguan Mata karena Gadget

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.

 
 
 
 
Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.




Video Pilihan


Penggunaan WhatsApp Lebih dari Satu iPhone, Bagaimana Caranya?

3 hari lalu

Ilustrasi WhatsApp
Penggunaan WhatsApp Lebih dari Satu iPhone, Bagaimana Caranya?

WhatsApp telah meluncurkan fitur companion mode untuk iPhone


Ponsel Samsung Galaxy S23 Ultra Tercebur, Pejabat di India Ini Nekat Kuras Waduk

4 hari lalu

Waduk di Negara Bagian Chattisgarh, India, yang airnya dibuang demi selamatkan ponsel Samsung Galaxy S23 Ultra milik seorang pejabat. Indian Express
Ponsel Samsung Galaxy S23 Ultra Tercebur, Pejabat di India Ini Nekat Kuras Waduk

Seberapa jauh Anda harus bertindak demi ponsel Anda? Pejabat di India, pemilik ponsel Samsung Galaxy S23 Ultra, berikan jawabnya.


Galaxy S23 FE Tidak Pakai Chipset Snapdragon, Ini Spesifikasinya

4 hari lalu

Ponsel seri Galaxy S23 baru dari Samsung dipamerkan saat Samsung Electronics meluncurkan ponsel andalan terbarunya di San Francisco, California, 1 Februari 2023. REUTERS/Peter DaSilva
Galaxy S23 FE Tidak Pakai Chipset Snapdragon, Ini Spesifikasinya

Menurut informasi terbaru, Samsung telah memutuskan untuk menggunakan prosesor Exynos 2200 internal sendiri untuk Galaxy S23 FE mendatang.


2 Penjambret di Pondok Aren Babak Belur Dikeroyok Massa, Curi HP Milik Anak 9 Tahun

4 hari lalu

Ilustrasi penjambretan. Swns.com
2 Penjambret di Pondok Aren Babak Belur Dikeroyok Massa, Curi HP Milik Anak 9 Tahun

Dua sekawan penjambret babak belur di keroyok massa. Keduanya kepergok saat melakukan aksi pencurian terhadap G seorang bocah berusia 9 tahun.


Redmi Note 12T Pro Rilis dengan Dimensity 8200 Ultra, Harga Mulai Rp 3,3 Juta

4 hari lalu

Redmi Note 12T Pro (GSM Arena)
Redmi Note 12T Pro Rilis dengan Dimensity 8200 Ultra, Harga Mulai Rp 3,3 Juta

Redmi Note 12T Pro akan tersedia untuk pembelian pertama kali besok (31 Mei) di pasar Cina.


Xiaomi Redmi Note 12T Pro Rilis dengan Dimensity 8200 Ultra dan LCD 144 Hz

4 hari lalu

Redmi Note 12T Pro (GSM Arena)
Xiaomi Redmi Note 12T Pro Rilis dengan Dimensity 8200 Ultra dan LCD 144 Hz

Redmi Note 12T Pro menggunakan chipset Dimensity 8200 Ultra sama seperti yang digunakan Xiaomi Civi 3


Siswi SMP di Jaktim Luka-luka Terseret Motor Karena Ponselnya Dijambret

5 hari lalu

Ilustrasi penjambretan. Swns.com
Siswi SMP di Jaktim Luka-luka Terseret Motor Karena Ponselnya Dijambret

Siswi SMP tersebut berhasil mempertahankan ponsel dan gagal dijambret. Namun ia luka-luka di pinggul dan kaki.


Perdana, RS Paru Jember Lakukan Operasi Bedah Saraf Aneurisma Otak

6 hari lalu

Ilustrasi otak. Pixabay
Perdana, RS Paru Jember Lakukan Operasi Bedah Saraf Aneurisma Otak

RS Paru menjadi rumah sakit pertama yang melakukan operasi bedah saraf clipping aneurisma otak untuk Jawa Timur bagian timur.


Peneliti Ungkap Otak Suku Amazon Mengalami Penuaan lebih Lama

8 hari lalu

Masyarakat adat dari suku Mura berjalan di daerah gundul di tanah adat nondemarcated di dalam hutan hujan Amazon dekat Humaita, Negara Bagian Amazonas, Brasil 20 Agustus 2019. [REUTERS / Ueslei Marcelino]
Peneliti Ungkap Otak Suku Amazon Mengalami Penuaan lebih Lama

Menurut penelitian terbaru, masyarakat suku Amazon mengalami penuaan otak lebih lama seiring bertambahnya usia mereka


Neuralink Milik Elon Musk Kantongi Izin Uji Coba Implan Otak Manusia

8 hari lalu

Ilustrasi desain Neuralink. Chip itu berada di belakang telinga, sementara elektroda dimasukkan ke dalam otak. Kredit: Neuralink/YouTube
Neuralink Milik Elon Musk Kantongi Izin Uji Coba Implan Otak Manusia

Perusahaan implan otak milik Elon Musk, Neuralink, mengumumkan FDA telah memberikan lampu hijau untuk uji klinis pertama pada manusia.