TEMPO.CO, Jakarta - Pernah merasa tenang saat datang ke hutan? Ini adalah salah satu terapi bagi kesehatan mental, namanya Forest Healing. Belakangan, metode penyembuhan ini menjadi tren sebagai cara baru untuk memulihkan stres, baik fisik maupun mental.
Forest healing bukan menjadi hal yang baru, di Korea Selatan dan Jepang sudah lebih dulu menjadi negara yang mengembangkan metode pemulihan atau penyembuhan mental dan fisik di kawasan hutan.
Jim Robbins dalam artikel “The Yale School of The Enviroment” Mengatakan istilah “forest bathing” yang dalam istilah Jepang “shinrin-yoku”. Istilah ini dikenalkan oleh Qing Li dalam buku karangannya yang berjudul Shinrin-Yoku: The Art and Scince of Forest Bathing, Qing Li menyebutkan bahwa dengan berjalan di hutan dan menikmatinya dapat menjadi obat bagi fisik dan mental.
Negeri Ginseng juga mendukung adanya forest healing ini dengan 4 ketentuan dasar yaitu fasilitas yang nyaman, sertifikasi instruktur, standar program kegiatan, dan penelitian pengembangan program.
Yayasan Sahabat Lingkungan Hidup juga berpendapat bahwa dengan konsep connect learn grow to nature, dapat menghubungkan alam dan manusia. Hal tersebut yang menjadi faktor utama dalam forest healing. Kegiatan ini memusatkan kenyamanan pasif maupun aktif untuk berkonsentrasi pada aktivitas dengan tujuan membuat diri tenang dan bersyukur.
Forest Healing, Terapi Sekaligus Wisata Alam
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Rumah Sakit Akademik UGM Yogyakarta memperkenalkan terapi kesehatan sembari berwisata di hutan pada 28 Februari 2022. Terapi kesehatan ini mengusung konsep forest healing. Para peserta akan melakukan aktivitas menarik yakni mengendarai sepeda motor, bersepeda, jalan santai di hutan, dan berlari di Hutan Wanagama. Hutan yang dikelola Fakultas Kehutanan UGM di Playen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.
Kebutuhan manusia terhadap pemulihan mental menjadi salah satu alasan yang mendorong pemerintah dalam memenuhi kebutuhan ini. kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) telah melakukan pengembangan hutan untuk kesehatan seperti apa yang dikatakan Alue Dohong, Wakil Menteri LHK pada April 2021.
Dalam laman resmi Direktorat Jendral Konservasi Sumber Daya dan Ekosistem, ia mengatakan forest healing memiliki potensi dapat dikembangkan di Indonesia. Hal ini dilihat dari Indonesia yang memiliki potensi besar dalam pemanfaatan wisata alam berupa 102 titik gunung dan pendakian, 1.200 titik panorama alam, 274 titik gua, 820 air terjun, 160 danau, dan 51 wisata bahari.
YOLANDA AGNE
Baca: 5 Destinasi di Dunia untuk Healing, Ada Hutan Hujan dan Laut Mati
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.