Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Cegah GERD dengan Macam Cara Berikut

Reporter

Gangguan asam lambung yang menyerang kerongkongan.
Gangguan asam lambung yang menyerang kerongkongan.
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung disebabkan melemahnya katup atau sfingter yang terletak pada kerongkongan bagian bawah. Kondisi katup yang melemah mengakibatkan asam lambung naik ke kerongkongan. Jika terus dibiarkan akan menyebabkan iritasi dan peradangan.

Namun, penyakit ini dapat dicegah melalui pola hidup sehat. Direktur klinis divisi gastroenterologi dan hepatologi dan juga direktur Pusat Gangguan Motilitas Esofagus di Universitas Vanderbilt di Nashville, Michael Vaezi, mengatakan yang akan membantu menghindari GERD mungkin belum tentu membantu orang lain.

Vaezi mencontohkan ketika orang meminum kopi biasa saja dan ada juga yang menyebabkan gejala. Berikut 10 cara mencegah GERD, yang dilansir everydayhealth.com.

Menurunkan berat badan
Berat badan berlebih bisa jadi penyebab utama penyakit asam lambung menurut Vaezi karena ketika lemak perut sangat banyak akan memberikan tekanan pada perut lalu mendorong cairan asam lambung ke kerongkongan dan hal ini dapat memicu GERD.

Hindari makanan penyebab naiknya asam lambung
Makanan-makanan tertentu dapat memicu penyakit ini, seperti makanan berlemak, pedas, asam, seperti tomat dan jeruk, cokelat, bawang, kopi atau minuman berkafein lain, minuman bersoda.

Makan dalam porsi kecil
Penderita penyakit asam lambung dianjurkan untuk makan dengan porsi kecil karena jika makan dengan porsi besar akan memberi tekanan pada kerongkongan bagian bawah dan membuat besar kemungkinan memicu penyakit ini.

Jangan berbaring setelah makan
Tunggu setidaknya tiga jam sebelum berbaring setelah makan karena gaya gravitasi biasanya membantu mencegah asam lambung berkembang. Saat setelah makan dan kemudian berbaring, hal ini bisa menghilangkan gravitasi karena jika berbaring tubuh sejajar. Akibatnya, asam lebih mudah menekan kerongkongan bagian bawah.

Tinggikan tempat tidur
Mengangkat tempat tidur 15-20 cm dapat membantu gravitasi menjaga asam lambung di perut.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Jangan minum obat sembarangan
Ada sejumlah obat yang dapat meningkatkan risiko penyakit asam lambung dengan merelaksasi kerongkongan bawah dan dapat mengganggu proses pencernaan atau lebih lanjut mengiritasi kerongkongan yang sudah meradang. Obat-obatan ini termasuk:
-Obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID.
-Penghambat saluran kalsium, sering digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi.
-Obat asma tertentu, termasuk beta-agonis seperti albuterol.
-Antikolinergik, obat yang digunakan untuk mengobati kondisi seperti alergi musiman dan glaukoma.
-Bifosfonat, digunakan untuk meningkatkan kepadatan tulang.
-Obat penenang dan penghilang rasa sakit.
-Beberapa antibiotik
-Kalium
-Tablet zat besi

Jika menggunakan salah satu dari obat-obatan ini, bicarakan dengan dokter untuk beralih ke obat lain yang tidak memiliki efek yang sama pada saluran pencernaan bagian atas. Lalu, jangan pernah berhenti minum obat yang diresepkan tanpa terlebih dulu berkonsultasi dengan dokter.

Berhenti merokok
Beberapa penelitian telah menemukan nikotin dapat mengendurkan otot-otot pada kerongkongan bawah dan juga mengganggu kemampuan air liur untuk mengeluarkan asam dari kerongkongan.

Berhenti minum alkohol
Seperti halnya merokok, alkohol dapat menyebabkan kerongkongan bagian bawah melemah. Alkohol juga dapat menyebabkan otot-otot kerongkongan menjadi kejang.

Pakaian yang longgar
Jangan memakai pakaian ketat atau ikat pinggang yang bisa menyempitkan perut.

Hindari makanan yang mengandung gluten
Penelitian telah menemukan gluten, protein yang ditemukan dalam biji-bijian seperti barley, rye, dan gandum, dapat menyebabkan atau memperburuk gejala GERD.

Baca juga:

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.




Video Pilihan


Memahami Tukak Lambung dan Bedanya dengan Maag

1 hari lalu

Ilustrasi tukak lambung. wakegastro.com
Memahami Tukak Lambung dan Bedanya dengan Maag

Tukak lambung adalah kondisi luka terbuka yang berkembang di lapisan lambung atau bagian pertama usus kecil. Apa bedanya dengan maag?


Ini Risiko Mengonsumsi Hewan Ternak Pemakan Sampah

3 hari lalu

Sejumlah sapi mencari makan ditumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah, Kampung Ciangir, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu, 7 Agustus 2019. Mendekati Idul Adha 1440 H sejumlah pemilik sapi di kawasan tersebut Ikut menjual hewannya untuk kurban. ANTARA/Adeng Bustomi
Ini Risiko Mengonsumsi Hewan Ternak Pemakan Sampah

Menyembelih hewan ternak pemakan sampah untuk ibadah kurban sangat tidak disarankan karena berisiko.


Diabetes hingga Kanker Payudara, Berikut Sederet Penyakit Silent Killer

3 hari lalu

ilustrasi diabetes (pixabay.com)
Diabetes hingga Kanker Payudara, Berikut Sederet Penyakit Silent Killer

Silent killer adalah penyakit mematikan yang tidak memiliki gejala atau indikasi yang terlihat kentara. Apa saja penyakit tersebut?


Mengenal Disease X, Penyakit Misterius yang Bisa Sebabkan Pandemi Lebih Mematikan

4 hari lalu

Patients lie on beds in the emergency department of a hospital, amid the coronavirus disease (COVID-19) outbreak in Shanghai, China January 4, 2023.  Hospitals in Shanghai were overwhelmed by visitors on Wednesday (January 5) as international health experts predict at least one million deaths in China this year, but Beijing has reported five or fewer deaths a day since the policy u-turn. REUTERS/Staff
Mengenal Disease X, Penyakit Misterius yang Bisa Sebabkan Pandemi Lebih Mematikan

Disease X istilah yang digunakan WHO untuk merujuk pada penyakit baru belum teridentifikasi secara spesifik


6 Cara Menurunkan Asam Lambung Tanpa Obat, Mengapa Harus Hindari Makanan Pedas?

7 hari lalu

Ilustrasi maag. freepik.com
6 Cara Menurunkan Asam Lambung Tanpa Obat, Mengapa Harus Hindari Makanan Pedas?

Ini beberapa cara alami yang dapat membantu menurunkan kadar asam lambung dalam tubuh yang menyebabkan maag hingga GERD.


Alasan Asam Lambung Sejumlah ASN Kabupaten Meranti Tak Penuhi Panggilan KPK, Stres Sebab Asam Lambung?

8 hari lalu

Ilustrasi gerd. Pexels/Cottonbro
Alasan Asam Lambung Sejumlah ASN Kabupaten Meranti Tak Penuhi Panggilan KPK, Stres Sebab Asam Lambung?

Sejumlah pejabat dan ASN Kabupaten Meranti tidak menghadiri panggilan KPK dengan alasan sedang mengalami sakit asam lambung. Apa sebabnya?


Makanan Pantangan Penderita Asam Lambung

8 hari lalu

Ilustrasi gerd. Pexels/Cottonbro
Makanan Pantangan Penderita Asam Lambung

Asam lambung berkaitan dengan apa yang Anda konsumsi sehari-hari. Berikut makanan pantangan penderita asam lambung


Jangan Panik bila Anak Menelan Benda Asing, Segera Bawa ke Rumah Sakit

9 hari lalu

Ilustrasi anak tersedak. rebelcircus.com
Jangan Panik bila Anak Menelan Benda Asing, Segera Bawa ke Rumah Sakit

Orang tua disarankan segera membawa anak ke rumah sakit jika ia menelan benda asing tanpa perlu panik berlebihan.


Australia Berikan 500 Ribu Dosis Vaksin Penyakit LSD ke Indonesia

15 hari lalu

Ilustrasi sapi. ANTARA/Herka Yanis Pangaribowo
Australia Berikan 500 Ribu Dosis Vaksin Penyakit LSD ke Indonesia

Australia menyerahkan 500 ribu dosis vaksin penyakit lumpy skin disease (LSD) untuk Indonesia sebagai bagian dari kerja sama menangani penyakit LSD.


1 dari 100 Ribu Orang Alami Aklasia Menjadi Sulit Menelan Tiap Tahun, Apa Sebabnya?

17 hari lalu

Ilustrasi wanita memegangi atau sakit tenggorokan. shutterstock.com
1 dari 100 Ribu Orang Alami Aklasia Menjadi Sulit Menelan Tiap Tahun, Apa Sebabnya?

Aklasia memoengaruhi antara 0,1 hingga 1 dari setiap 100.000 orang. Apa penyebab kondisi sulit menelan ini?