Yakin Bisa Bertahan di Era Digital, Faber Castell Fokus pada Kreativitas

Reporter

Editor

Mitra Tarigan

CEO Faber Castell, Stefan Leitz (kanan) pada Konferensi Pers Faber Castell 09 April 2022/Tempo.Mitra Tarigan

TEMPO.CO, Jakarta - Ada banyak perubahan di era digital saat ini. Salah satu yang cukup terasa adalah penggunaan komputer dan alat elektronik lain sebagai pengganti menulis. Hal itu pun tidak hanya dilakukan para pekerja, namun juga para pelajar yang selama pandemi semakin banyak melakukan aktivitas belajar melalui komputer. Mereka semakin sedikit menggunakan kertas dan pensil dalam menjalani kegiatan belajar mengajar mereka. Perusahaan alat tulis Faber Castell menjelaskan strategi perusahaannya untuk bertahan di era digital.

CEO Faber-Castell Stefan Leitz mengatakan digitalisasi tidak bisa dihindari. Ia pun akan tetap bertahan pada kreativitas. "Fokus kami adalah bebaskan kreativitas. Dengan kreativitas, kami akan lahirkan berbagai ide baru," katanya pada 9 April 2022 di Jakarta.

Stefan Leitz mengatakan kreativitas adalah 5 keahlian yang sangat dibutuhkan saat ini dan di abad mendatang. "Kreativitas itu salah satunya kegiatan menggambar. Kami yakin pensil tidak akan hilang," katanya.

Warna-warni pensil kayu Faber-Castell saat diproduksi di pabrinya di Stein dekat Nuremberg, Jerman 16 Januari 2018. Faber-Castell merupakan salah satu produsen terbesar dan tertua di dunia untuk pena, pensil, perlengkapan kantor lainnya. REUTERS

Stefan Leitz mengatakan di dunia digital semakin banyak anak yang menonton televisi menonton di internet, hingga bermain game online. Namun akibatnya, semakin banyak pula orang tua yang mencoba untuk menjauhkan anak mereka dari kegiatan menonton. Salah satu kegiatan yang membuat anak itu berpaling adalah dengan menggambar dan mengasah kreativitas mereka dengan pensil. "Pensil warna tidak akan hilang," katanya yakin.

Walau begitu, ia pun terus mengutamakan agar Faber Castell ikut melakukan transformasi digital. "Kami ikut manfaatkan digitalisasi dengan konsumen. Coba bayangkan, saat ini semakin banyak orang yang membagikan karya mereka di media sosial," kata Stefan Leitz.

Kami manfaatkan digitalisasi dengan konsumen. dan konsumen. Mau bagikan itu secara digital. Selain itu, terbukti di masa pandemi ini semakin banyak orang yang mencari kegiatan lain untuk mengisi waktu mereka. Stefan Leitz juga mengatakan bahwa kreativitas bisa membuat bisnisnya tumbuh lebih lanjut.

Stefan Leitz belajar dari masa Pandemi Covid-19. Ia mengatakan pandemi dalam 2 tahun terakhir turut dirasakan dampaknya oleh Faber Castell. Namun, kebijakan pemerintah terkait lockdown di banyak Negara atau PSBB di Indonesia berdampak positif bagi Faber Castell. Dimana banyak masyarakat yang kembali menemukan hobi atau bahkan kegiatan baru yang digemari, salah satunya menggambar dan menulis manual. “Selama pandemi, masyarakat lebih banyak meluangkan waktunya untuk melakukan hobinya, salah satunya menggambar dan menulis secara manual, hal itu berdampak positif bagi perusahaan,” ujar Stefan Leitz.

Kebaikan di masa pandemi itu mencatatkan tren positif di tengah pandemi beberapa tahun ini. Secara global, Faber Castell mengalami kenaikan penjualan naik 15 persen pada 2021-2022 . "Dimana angka ini lebih tinggi dari pencapaian sebelum pandemi, dan khusus di Indonesia mencapai 30 persen," kata Stefan Leitz.







Zoom Akan Berhentikan 1.300 Karyawan Saat Musim WFH Mereda

13 jam lalu

Zoom Akan Berhentikan 1.300 Karyawan Saat Musim WFH Mereda

Zoom berkembang pesat saat orang-orang beralih ke pekerjaan jarak jauh selama pandemi covid-19.


Pertumbuhan Ekonomi 5,31 Persen, Ekonom: Konsumsi Pulih setelah Pandemi Reda

1 hari lalu

Pertumbuhan Ekonomi 5,31 Persen, Ekonom: Konsumsi Pulih setelah Pandemi Reda

Direktur Segara Institut Pieter Abdullah Redjalam pertumbuhan ekonomi Indonesia menguat karena konsumsi masyarakat pulih pascapandemi.


Bisnis Wisata Menggeliat, Maskapai Penerbangan Buka Lagi Jalur China-Indonesia

2 hari lalu

Bisnis Wisata Menggeliat, Maskapai Penerbangan Buka Lagi Jalur China-Indonesia

Maskapai China dan Indonesia menambah frekuensi dan jalur penerbangan kedua negara seiring dengan diizinkannya perjalanan wisata secara berkelompok.


Muhammad Mardiono Singgung Kemungkinan Penundaan Pemilu

4 hari lalu

Muhammad Mardiono Singgung Kemungkinan Penundaan Pemilu

Muhammad Mardiono mengklaim antusiasme masyarakat terhadap Pemilu 2024 masih dingin.


Tekan Infasi Lebih Rendah, The Fed Naikkan Suku Bunga 0,25 Persen

6 hari lalu

Tekan Infasi Lebih Rendah, The Fed Naikkan Suku Bunga 0,25 Persen

The Fed mengatakan ekonomi AS menikmati "pertumbuhan moderat" .


Sejarah Wabah Athena yang Menjadi Pandemi Misterius dan Paling Mematikan di Dunia

6 hari lalu

Sejarah Wabah Athena yang Menjadi Pandemi Misterius dan Paling Mematikan di Dunia

Wabah Athena pada 430 SM membuat setengah penduduknya meninggal dan menjadi pandemi paling mematikan di dunia


Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

6 hari lalu

Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

AMSI dinilai telah memberikan kontribusi penting khususnya dalam penyebaran informasi tentang Covid-19 dan pencegahan hoaks selama pandemi.


Desain APBN 2023, Kemenkeu: Kesehatan Prioritas Diperkuat

11 hari lalu

Desain APBN 2023, Kemenkeu: Kesehatan Prioritas Diperkuat

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menjabarkan desain APBN 2023


Sri Mulyani: Ekonomi Bangkit usai Pendemi, Insentif Pajak Dunia Usaha Dikurangi

11 hari lalu

Sri Mulyani: Ekonomi Bangkit usai Pendemi, Insentif Pajak Dunia Usaha Dikurangi

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pemerintah tahun ini bakal mengurangi insentif pajak bagi dunia usaha.


Perbatasan Cina Dibuka, Indonesia Incar Potensi Ekonomi

13 hari lalu

Perbatasan Cina Dibuka, Indonesia Incar Potensi Ekonomi

Indonesia mengincar potensi ekonomi dari dibukanya kembali perbatasan Cina. Warga Cina akan banyak berlibur ke luar negeri.