Tips Lebaran Sehat: Mulai dari Salat Idul Fitri, Makan, dan Protokol Kesehatan

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Ilustrasi mudik. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia atau FKUI, Tjandra Yoga Aditama berbagi kiat lebaran sehat, terutama bagi yang mudik.

"Dalam menjalani masa bahagia Hari Raya Idul Fitri, kita harus tetap menjaga kesehatan," kata Tjandra Yoga dalam keterangan tertulis. Berikut tujuh tips lebaran sehat dari mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara ini.

Pertama, begitu tiba di kampung halaman, setelah lelah menempuh perjalanan jauh, maka sebaiknya istirahat dulu. "Jangan begitu tiba langsung jalan-jalan," ujarnya. Lagipula, menurut dia, masih ada beberapa hari di kampung halaman. Maka, istirahat menjadi penting supaya tubuh tetap segar dan aktivitas lancar.

Kedua mengenai salat Idul Fitri. "Tetap pakai masker," katanya. Lebih baik melaksanakan salat di lapangan terbuka karena sirkulasi udara lebih lapang. Namun jika salat di dalam masjid, maka pastikan pintu dan jendela terbuka lebar agar perputaran udara terjaga dengan baik.

Ketiga, tidak "balas dendam". "Setelah sebulan puasa, jangan "balas dendam" dengan makan berlebihan saat lebaran dan hari-hari sesudahnya," ucap Tjandra Yoga Aditama. "Ingat, apapun yang berlebihan tentu tidak baik akibatnya."

Mengenai panduan makan sehat, Tjandra Yoga mengatakan, isi setengah piring makan dengan sayur dan buah. Lalu seperempat piring berisi nasi atau sejenisnya, misalkan jagung, gandum, dan lainnya, serta seperempat lagi isi dengan protein.

Keempat, bagi yang ingin jalan-jalan ke destinasi wisata atau pusat perbelanjaan, hindari jika tempat yang dituju amat ramai atau penuh. "Sebaiknya memilih waktu yang lain sehingga tetap bisa menjaga jarak," ujarnya. Tetap harus pakai masker dan menjaga kebersihan tangan.

Kelima, pengelola destinasi wisata dan pusat perbelanjaan harus memastikan pemindaian barcode untuk mengecek aplikasi PeduliLindungi terlaksana di setiap pintu masuk. "Jangan karena penuh, maka pengunjung bisa lolos begitu saja atau masuk tanpa pengecekan," katanya..

Keenam, melakukan aktivitas dengan seimbang. Setelah dua tahun tidak mudik lebaran, Tjandra Yoga mengingatkan agar tidak berlebihan dalam beraktivitas. Terlebih jika mengajak serta anak-anak, pastikan mereka mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Bagi para orang tua, hindari begadang berkepanjangan dengan alasan lama tidak bertemu kerabat dan sahabat.

Ketujuh, bagi yang memiliki penyakit tertentu dan harus mengkonsumsi obat secara rutin, maka jangan sampai lalai atau terlewat. Minum obat sesuai aturan dan konsultasi ke dokter apabila merasakan gangguan kesehatan selama mudik. "Ingat, para pemudik akan menjalani arus balik yang bisa jadi bakal padat dan melelahkan. Semua membutuhkan kondisi fisik yang prima," kata Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI, ini.

Baca juga:
Pesan Epidemiolog buat Pelaku Mudik Lebaran 2022

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.





Kasus Polio Ditemukan di Aceh, Prof Tjandra Yoga: Mirip Kasus Papua

8 hari lalu

Kasus Polio Ditemukan di Aceh, Prof Tjandra Yoga: Mirip Kasus Papua

Prof Tjandra Yoga Aditama menilai kasus Polio di Aceh mirip dengan yang terjadi di Papua beberapa tahun lalu.


Epidemiolog Nilai Kasus Gagal Ginjal Akut Belum Termasuk KLB

37 hari lalu

Epidemiolog Nilai Kasus Gagal Ginjal Akut Belum Termasuk KLB

Epidemiolog menilai kasus gagal ginjal akut belum tepat untuk ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa.


6 Langkah Kasus Gangguan Ginjal Akut Misterius pada Anak di Indonesia Sampai ke WHO

46 hari lalu

6 Langkah Kasus Gangguan Ginjal Akut Misterius pada Anak di Indonesia Sampai ke WHO

Sudah ada sebanyak 131 kasus gangguan ginjal akut misterius yang telah dilaporkan dari 14 provinsi sepanjang tahun ini.


Pengunjung Mal di Solo Naik Signifikan, Okupansi Tenant 100 Persen

25 September 2022

Pengunjung Mal di Solo Naik Signifikan, Okupansi Tenant 100 Persen

Jumlah pengunjung di beberapa mal di Kota Solo meningkat signifikan seiring melandainya kasus Covid-19. Okupansi tenant turut naik.


Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Bahas Akhir Pandemi Covid-19

22 September 2022

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Bahas Akhir Pandemi Covid-19

'Tapi sekarang pandemi Covid-19 belum berakhir ya'


Pakar Sebut Cakupan Vaksinasi Booster Perlu Terus Digalakkan

28 Agustus 2022

Pakar Sebut Cakupan Vaksinasi Booster Perlu Terus Digalakkan

Vaksinasi ketiga atau booster memang sangat diperlukan karena beberapa alasan. Berikut alasannya.


Belum Ada Bukti Virus Langya Menular Antarmanusia

12 Agustus 2022

Belum Ada Bukti Virus Langya Menular Antarmanusia

Virus Langya merupakan bagian dari Henipavirus, satu kelompok dengan dengan virus Hendra dan Nipah yang sudah lama dikenal. Berbahayakah?


Perlunya Penguatan Edukasi tentang Cacar Monyet

12 Agustus 2022

Perlunya Penguatan Edukasi tentang Cacar Monyet

Pakar mengatakan penguatan edukasi mengenai cacar monyet merupakan langkah tepat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit itu.


Waspadai Tren Kasus COVID-19 yang Meningkat, Ini Pesan Pakar

29 Juli 2022

Waspadai Tren Kasus COVID-19 yang Meningkat, Ini Pesan Pakar

Pakar kesehatan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai tren peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia dengan memperhatikan hal ini.


Masih Merebak, Perlunya Sosialisasi Menyeluruh tentang Cacar Monyet

26 Juli 2022

Masih Merebak, Perlunya Sosialisasi Menyeluruh tentang Cacar Monyet

Pakar kesehatan mengatakan sosialisasi dan edukasi sangat diperlukan agar masyarakat semakin memahami apa itu cacar monyet.