Macam Nyeri Tubuh yang Mungkin Terkait Kanker

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi Kanker. shutterstock.com

    Ilustrasi Kanker. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanker dapat diobati jika terdeteksi dini. Banyak kasus kanker yang terdeteksi ketika sudah dalam stadium lanjut sehingga menyulitkan para dokter dan profesional medis untuk mengobatinya.

    Nyeri tubuh dapat mengindikasikan kanker. Itu bukan gejala awal tetapi sinyal kanker telah menyebar ke bagian lain tubuh, termasuk saraf dan organ. Sakit yang dirasakan atau dialami bergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis kanker, stadium, dan area.

    Nyeri kanker dapat disebabkan berbagai alasan. Sebagian besar disebabkan tumor yang menekan tulang, saraf, atau organ lain dalam tubuh. Di lain waktu, nyeri kanker dapat dipicu pengobatan lanjutan yang diterima penderita. Misalnya, obat kemoterapi tertentu dapat menyebabkan mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki. Demikian pula radioterapi dapat menyebabkan kerusakan tertentu pada kulit, yang menyebabkan iritasi dan kemerahan.

    Melansir dari Times of India, berikut penjelasan lengkap mengenai jenis hingga gejala kanker yang tidak boleh diabaikan.

    Jenis nyeri kanker

    Somatik
    Jenis nyeri yang paling umum dialami oleh pasien kanker, ditandai dengan rasa sakit yang parah, berdenyut, atau kram yang terpusat, intermiten, dan konstan.

    Neuropatik
    Jenis lain dari nyeri kanker yang disebabkan oleh kerusakan saraf, baik dari kanker atau perawatan seperti kemoterapi, radioterapi, dan/atau pembedahan. Jenis rasa sakit ini diidentifikasi dengan sensasi terbakar atau kesemutan.

    Visceral
    Merupakan 28 persen dari nyeri terkait kanker. Jeroan mengacu pada organ internal di dalam rongga tubuh seperti dada, perut, atau panggul. Setiap rasa sakit di daerah itu disebut nyeri visceral. Ketika tumor menekan satu atau lebih organ-organ ini, itu dapat menyebabkan rasa sakit yang berdenyut.

    Nyeri akut dan kronis
    Nyeri akut biasanya disebabkan aktivitas yang dapat diidentifikasi seperti cedera dan biasanya bersifat jangka pendek, yang berarti dapat datang dan pergi dari waktu ke waktu. Di sisi lain, nyeri kronis dapat bertahan selama berbulan-bulan.

    Nyeri bisa terjadi jika kanker tumbuh ke dalam atau menghancurkan jaringan di dekatnya. Saat tumor tumbuh, ia dapat menekan saraf, tulang, atau organ. Tumor juga dapat melepaskan bahan kimia yang dapat menyebabkan rasa sakit,” jelas Mayo Clinic.

    Faktor-faktor yang membantu dokter memahami rasa sakit
    Sangat penting untuk menghubungi dokter jika merasakan sakit yang tajam dan terus-menerus, berulang, dan mengganggu rutinitas harian. Untuk membantu penyedia layanan kesehatan memahami rasa sakit dan mendiagnosis kondisi, ini yang perlu disiapkan. Beritahu mereka mengenai hal-hal berikut.

    -Tingkat keparahan rasa sakit
    -Lokasi nyeri
    -Jenis rasa sakit
    -Apakah ada sesuatu yang meningkatkan rasa sakit
    -Apa yang membuat nyeri lebih buruk atau lebih baik
    -Tindakan pereda nyeri yang telah dilakukan dan apa yang telah membantu

    Berikut beberapa gejala kanker yang tidak boleh diabaikan.
    -Kelelahan ekstrem
    -Pendarahan dan memar yang tidak dapat dijelaskan
    -Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
    -Munculnya benjolan secara tiba-tiba
    -Perubahan kulit

    Baca juga: Kenali Limfoma, Kanker yang Menyerang Markas Sel Darah Putih


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.