Peluang Bisnis Digital Printing Semakin Menjanjikan di Era Kecanggihan Teknologi

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi digital printing/PT Gading Murni

    Ilustrasi digital printing/PT Gading Murni

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur PT Gading Murni, Aruwan Soenardi, ingin mengedukasi masyarakat bahwa peluang bisnis baru di dunia digital printing semakin lebar. "Bisnis digital printing merupakan salah satu bisnis percetakan yang cukup menjanjikan karena memiliki prospektif dan akan terus berkembang," katanya dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 14 Mei 2022.

    Menurutnya perkembangan zaman dan kecanggihan teknologi membuat bisnis digital printing memiliki masa depan yang semakin baik. Dengan kecanggihan teknologi, masyarakat bisa semakin banyak menghasilkan desain-desain yang sangat menarik. "Apalagi jika melihat perkembangan dan kecanggihan teknologi komputer serta percetakan saat ini, tidak mengherankan jika banyak desain-desain menarik yang bermunculan. Hal tersebut akhirnya membuat bisnis digital printing semakin diminati," lanjutnya.

    Ia membandingkan bisnis percetakan dahulu dengan zaman sekarang. Kecanggihan teknologi memang memberikan banyak sekali kemudahan. "Dulu, pencetakan hanya bisa dilakukan dalam jumlah yang besar karena proses produksi memerlukan biaya yang sangat mahal. Seiring berjalannya waktu, mencetak bisa dilakukan secara bebas, baik satuan maupun ribuan. Tak hanya itu, proses pun bisa dilakukan hanya dengan beberapa menit saja," lanjutnya.

    Ketika dulu orang mungkin hanya berpikir mencetak berbagai karya hanya di kertas, saat ini produk dari digital printing bisa dicetak dalam bentuk yang beragam. "Produk dari digital printing ini bisa berupa mug, tas, banner, standing banner, spanduk, sticker, kartu nama, pulpen, gantungan kunci, baju, dan lain-lain," kata Aruwan Soenardi.

    PT Gading Murni adalah perusahaan yang fokus dalam penjualan peralatan kantor yang terdiri dari retail, grosir dan supplier alat kantor. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1948,mengadakan pameran tunggal di Hall Mall Ciputra World Surabaya pada tanggal 25-29 Mei 2022 bertajuk 'Digital Printing and Office Equipment Expo'. "Kami harap melalui pameran digital printing tunggal terbesar di Indonesia ini bisa mengedukasi masyarakat mengenai peluang bisnis baru di dunia digital printing dan peluang bisnis office solution : stationery, equipment, automation, IT, art supplies, lifestyle produk, design interior dan contractor," kata Aruwan Soenardi.

    "Di kesempatan ini, kami juga memamerkan produk produk terbaru dan terbaik untuk semua kebutuhan solusi bisnis," kata Aruwan Soenardi.

    Ia pun mengingatkan bahwa demi mengantisipasi penularan virus Covid-19, Aruwan Soenardi mengingatkan bahwa penyelenggaraan pameran ini menerapkan prokes ketat. Penyelenggara juga telah menyiapkan masker gratis, hand sanitizer serta cek suhu tubuh bagi pengunjung yang datang. "Sehingga masyarakat merasa tetap aman saat berada di lokasi," katanya.

    Saat ini PT Gading Murni telah memiliki 8 cabang dan 14 toko retail serta lebih dari 1.000 resellers di Indonesia. Lebih dari itu, Gading Murni telah melayani lebih dari 5.000 perusahaan di berbagai sektor dan menciptakan nilai tambah bagi bisnis maupun kebutuhan kliennya.

    PT Gading Murni turut menyediakan lebih dari 120.000 produk. Perusahaan itu pun memegang lisensi dari berbagai merk Internasional sebagai berikut: Pelikan, Trodat. Trotec, HSM, Maries, Artline, Diamant, Canon, Zig Kuretake, Carl, Carla Craft, Lihit Lab, Leitz, GBC, Eye Color, Lami, Asus, CP Plus, Modera, Bantex, Lion, Ichiban, Daichiban, Intagstar, Tiger, GM, Diamond, Newmark, V-tec, Elmers. Aruwan Soenardi mengatakan perusahaannya terus berkomitmen untuk berkembang dan menjangkau seluruh Indonesia.

    Baca: Digital Printing Menjadi Pilihan Customize Pelanggan


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.