Perbedaan Manfaat Tidur Miring ke Kiri dan Kanan

Reporter:
Editor:

Bram Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi wanita tidur. Freepik.com

    Ilustrasi wanita tidur. Freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Posisi tidur tak sekadar untuk kenyamanan, tapi juga mempengaruhi kesehatan seseorang. Posisi tidur menyamping disukai oleh 60 persen orang dewasa di dunia, dikutip dari National Library of Medicine. Ada berbagai manfaat posisi tidur menyamping antara lain meningkatkan keselarasan tulang belakang hingga mengurangi risiko mendengkur, mulas, dan nyeri punggung.

    Tidur miring

    Ketika seseorang memilih posisi tidur miring ke kanan atau kiri juga dipengaruhi kondisi tertentu. Mengutip Healthline, posisi tidur miring ke kiri maupun kanan bermanfaat mengatasi sleep apnea (pernapasan terganggu saat tidur) dan meredakan nyeri punggung bagian bawah.

    Mengutip Verywell Health, tidur miring ke kiri bermanfaat mengurangi mulas. Itu karena, posisi tidur miring ke kanan mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah antara lambung dan kerongkongan. Akibatnya, asam lambung bisa naik. Mengutip Psychology Today, ibu hamil disarankan tidur miring ke kiri untuk membantu sirkulasi dan aliran darah ke plasenta. 

    Beberapa peneliti berpendapat kecenderungan usia untuk tidur miring ke kanan merupakan respons naluriah dan protektif untuk jantung. Studi juga menunjukkan orang yang memiliki riwayat gagal jantung cenderung menghindari tidur miring ke kiri.

    Mengutip Medical News Today, tidur miring mempengaruhi aliran darah dan memberi tekanan di perut dan paru-paru. Tidur dengan satu tangan sebagai tumpuan juga bisa menyebabkan mati rasa. Orang dengan masalah bahu mungkin mengalami kesulitan tidur miring.

    Apakah tidur miring mempengaruhi bentuk wajah?

    Tidur miring tak mempengaruhi perubahan kesimbangan wajah atau asimetris. “Simetri wajah ditentukan oleh struktur tulang, seperti rahang atas atau bawah. Tidur miring atau tengkurap tidak akan memengaruhi simetri wajah," jelas kata dokter spesialis geriatri, Carleara Weiss, dikutip dari BuzzFeed.

    Menurut dia, tidur miring cenderung mempengaruhi pembentukan kerutan kulit wajah. Saat seseorang tidur miring atau tengkurap, kulit wajah mengalami tekanan yang meregangkan ke arah yang berbeda. Saat berganti posisi, maka tekanan berhenti, jaringan wajah akan kembali normal

    Namun, kulit dan otot-otot di wajah secara alami berkurang kelenturan dan menjadi kaku seiring bertambahnya usia. Kerutan wajah tak semata dipengaruhi tidur miring, tapi juga beriringan pertambahan usia.  Weiss mengatakan, kerutan tidur bisa dihindari secara posisi telentang. 

    Menurut dia, cara terbaik mencegah kerutan, menjaga cairan tubuh tetap terpenuhi sesuai kebutuhan. Aktivitas lainnya, yaitu rutin berolahraga, tidak merokok dan konsumsi minuman beralkohol untuk menjaga kulit tetap sehat.

    “Kerutan saat tidur bisa mempengaruhi satu sisi wajah lebih dari yang lain, tergantung kecenderungan individu untuk posisi tidur,” kata Weiss.

    AMELIA RAHIMA SARI

    Baca: Pengaruh Posisi Tidur terhadap Kenyamanan Beristirahat

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.