3 Tipe Kondisi Lemah Jantung Kardiomiopati dan Gejalanya

Reporter

Editor

Bram Setiawan

ilustrasi jantung (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Lemah jantung atau kardiomiopati kondisi otot jantung kesulitan memompa darah ke seluruh tubuh. Jenis utama kardiomiopati termasuk kardiomiopati dilatasi, hipertrofik, dan restriktif, yang masing-masing perlu mendapat perawatan, termasuk obat-obatan.

Gejala lemah jantung

Mengutip Mayo Clinic, lemah jantung ditandai gejala sesak napas ketika beraktivitas atau bahkan saat istirahat, pembengkakan di kaki, perut kembung karena penumpukan cairan, batuk saat berbaring. Gejala lainnya kesulitan berbaring, kelelahan, detak jantung cepat, berdebar, tekanan dada, pusing, sakit kepala, dan pingsan.

Kecenderungan gejala makin buruk akan berlainan lama waktu tergantung kondisinya. Merujuk National Health Service (NHS) UK beberapa faktor menyebabkan seseorang rentan mengalami kardiomiopati. Selain faktor genetik, tekanan darah tinggi yang tak terkontrol dan gaya hidup tidak sehat mempengaruhi masalah lemah jantung.

Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol, obat-obatan reaktif juga rentang berakibat lemah jantung. Infeksi virus di jantung juga penyebab kardiomiopati. Beberapa kasus, penyakit lain atau pengobatannya menyebabkan kardiomiopati. Ini mungkin termasuk penyakit jantung bawaan yang kompleks, kekurangan nutrisi, irama jantung yang tidak terkendali. 

Mengutip Cleveland Clinic, untuk mengendalikan gejala kardiomiopati dan meningkatkan kesehatan jantung mempertahankan berat badan ideal sesuai tinggi dan usia. Konsumsi makanan yang menyehatkan jantung, termasuk mengurangi asupan natrium, olahraga teratur, berhenti merokok, dan mengendalikan stres.

Tiga jenis kondisi lemah jantung 

1. Kardiomiopati hipertrofik

Mengutip John Hopkins Medicine, kardiomiopati hipertrofik terjadi ketika otot ventrikel kiri menebal. Kondisi ini menghalangi aliran darah ke seluruh tubuh. Kardiomiopati hipertrofik mempengaruhi katup mitral jantung, menyebabkan darah bocor ke belakang melalui katup.

Kondisi ini cenderung penyakit langka. Gejalanya meliputi sesak napas saat beraktivitas, pusing, pingsan, dan nyeri dada (angina).

2. Kardiomiopati dilatasi

Kardiomiopati dilatasi kondisi lemah jantung yang paling sering. Rongga jantung membesar dan meregang, mengganggu kemampuan untuk memompa secara normal dan berelaksasi dengan tepat. Kondisi ini sering dialami orang dewasa berusia 20 tahun hingga 60 tahun. Kardiomiopati dilatasi tersebab kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dan kekurangan nutrisi.

3. Kardiomiopati restriktif

Kardiomiopati restriktif terjadi ketika otot jantung menjadi kaku dan tidak mampu mengisi darah secara tepat. Ini adalah jenis kardiomiopati yang paling tidak umum di Amerika Serikat. Gejalanya termasuk kelelahan, pembengkakan lengan dan kaki, juga kesulitan bernapas saat beraktivitas.

DELFI ANA HARAHAP

Baca: Hati-hati, Kecemasan Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Mau Pesta Daging Merah pada Idul Adha? Ingat Risiko Penyakit Ini

35 menit lalu

Mau Pesta Daging Merah pada Idul Adha? Ingat Risiko Penyakit Ini

Meski banyak persediaan daging merah pada Idul Adha ini, tetap disiplin menjaga makan akan lebih baik.


Mau Mencoba Meditasi Ini 9 Tips untuk Pemula

4 jam lalu

Mau Mencoba Meditasi Ini 9 Tips untuk Pemula

Saat Anda benar-benar mencoba meditasi kadang merasa kesulitan dengan memusatkan perhatian


Olahraga yang Tepat untuk Penderita Sindrom Iritasi Usus Besar

15 jam lalu

Olahraga yang Tepat untuk Penderita Sindrom Iritasi Usus Besar

Penderita sindrom iritasi usus besar yang berolahraga dapat mengelola gejala lebih baik


Jennifer Garner Rutin Latihan HIIT di Usia 50 Tahun Ini Manfaatnya

1 hari lalu

Jennifer Garner Rutin Latihan HIIT di Usia 50 Tahun Ini Manfaatnya

Dalam video yang dibagikan Jennifer Garner menggambarkan gaya pelatihan yang disebut plyometrics


Gigi Hadid Menjaga Kebugaran dengan Latihan Kardio dan Pola Makan Sehat

2 hari lalu

Gigi Hadid Menjaga Kebugaran dengan Latihan Kardio dan Pola Makan Sehat

Gigi Hadid jelas menekankan pada makan dengan baik dan olahraga tetapi juga menganjurkan untuk menjadi versi terbaik dari diri Anda secara emosional d


89 Atlet dan Pelatih Tewas di Perang Ukraina

2 hari lalu

89 Atlet dan Pelatih Tewas di Perang Ukraina

Volodymyr Zelensky mengklaim ada 89 atlet dan pelatih gugur dalam perang Ukraina.


Gangguan Kecemasan Umum, Seperti Apa Kondisi dan Gejalanya?

2 hari lalu

Gangguan Kecemasan Umum, Seperti Apa Kondisi dan Gejalanya?

Gangguan kecemasan umum atau generalized anxiety disorder (GAD) ketika muncul rasa khawatir yang berlebihan dan tak terkendali tanpa alasan yang jelas


Belajar dari Kasus Penutupan Holywings, Ekonom Sebut Masalah Izin Masih Berbelit

2 hari lalu

Belajar dari Kasus Penutupan Holywings, Ekonom Sebut Masalah Izin Masih Berbelit

Holywings menggunakan dokumen izin Online Single Submission (OSS) yang dikelola Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).


Cara Atasi Nyeri Haid Saat Menstruasi, Bolehkah Pijat dan Olahraga?

2 hari lalu

Cara Atasi Nyeri Haid Saat Menstruasi, Bolehkah Pijat dan Olahraga?

Mengatasi nyeri haid saat menstruasi dapat dilakukan cara-cara berikut. Bolehkah dengan pijat atau tetap lakukan aktivitas olahraga?


Healing dengan Cara Self Healing untuk Ringankan Gangguan Mental, Begini Penjelasannya

3 hari lalu

Healing dengan Cara Self Healing untuk Ringankan Gangguan Mental, Begini Penjelasannya

Healing dapat dilakukan secara mandiri melalui teknik bernama self-healing. Apa saja?