Kenali Gejala Virus Hendra sebelum Terlambat

Reporter

Ilustrasi kelelawar. Bats.org.uk

TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi Covid-19 belum usai, muncul hepatitis akut, dan kini harus kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Hendra. Apa yang dimaksud dengan virus Hendra dan bagaimana penyebarannya?

Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Zubairi Djoerban, menjelaskan virus Hendra merupakan bagian dari virus Paramyxoviridae dari genus Henipavirus. Dikutip dari Instagram @profesorzubairi, virus tersebut dinamakan Hendra karena pertama kali ditemukan di kota Hendra, Australia, pada 1994. Zubairi menyebut penyebaran virus Hendra dapat terjadi ketika manusia melakukan aktivitas penebangan pohon.

“Inang alami virus ini adalah kelelawar pemakan buah-buahan. Kalau ada penebangan hutan, maka kelelawar akan pindah,” jelas Zubairi.

Menurut Zubairi, kelelawar-kelewar tersebut terbang dan berpindah ke pohon yang berada di kawasan tempat tinggal manusia dan peternakan kuda. Hal ini dapat menyebabkan manusia terinfeksi virus Hendra, ketika mengalami kontak langsung dengan cairan tubuh kuda yang terinfeksi, seperti cairan hidung atau darah.

Meski demikian, Zubairi menjelaskan penyebaran virus Hendra dari manusia ke manusia ataupun kelelawar ke manusia sampai saat ini belum ditemukan. Dia menambahkan penularan hanya terjadi dari kuda ke manusia.

Adapun, gejala-gejala virus Hendra tergolong dalam gejala berat, dimulai dari pendarahan, radang selaput otak, kejang-kejang, hingga edema paru. Untuk mencegah penyebaran virus tersebut, Zubairi menerangkan sikap antisipatif yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan vaksin virus Hendra pada kuda.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan peternakan serta meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat. Sekedar informasi, hingga Maret 2022, sebanyak 63 kasus virus Hendra telah ditemukan pada kuda di Australia. Penemuan tersebut telah menyebabkan 105 kematian kuda dan empat kematian manusia.

Baca juga: Bisakah Virus Hendra Menginfeksi Manusia? Cek Fakta Berikut






Ini Penyebab Keracunan Makanan dan Faktor Risikonya

1 hari lalu

Ini Penyebab Keracunan Makanan dan Faktor Risikonya

Seseorang dapat keracunan makanan bila memakan sesuatu yang telah terkontaminasi oleh salah satu patogen, yakni bakteri, parasit, atau virus.


5 Mitos HIV/AIDS yang Perlu Anda Ketahui

2 hari lalu

5 Mitos HIV/AIDS yang Perlu Anda Ketahui

Berikut sederet mitos tentang HIV/AIDS yang masih beredar di masyarakat.


4 Keunikan Kelelawar Putih Honduras

4 hari lalu

4 Keunikan Kelelawar Putih Honduras

Nama latin kelelawar putih Honduras adalah Ectophylla alba, nama itu diberikan kepada mereka pada 1892, di mana ketika itu pula mereka secara resmi diakui sebagai spesies terpisah. Kelelawar putih Honduras satu-satunya anggota Ectophylla.


Tak hanya Berwarna Hitam, Simak Keunikan Spesies Kelelawar Putih Honduras

4 hari lalu

Tak hanya Berwarna Hitam, Simak Keunikan Spesies Kelelawar Putih Honduras

Kelelawar putih Honduras spesies unik berasal dari Amerika Tengah


Mengenal Pneumonia, Penyebab Kematian Anak Terbesar

7 hari lalu

Mengenal Pneumonia, Penyebab Kematian Anak Terbesar

Pneumonia adalah penyakit yang menyebabkan paru-paru berisi dahak, lendir, atau nanah yang diakibatkan oleh virus, jamur, atau bakteri.


Mengenal Hernia Diskus di Tulang Belakang, Gejala dan Perawatan

8 hari lalu

Mengenal Hernia Diskus di Tulang Belakang, Gejala dan Perawatan

Kenali struktur tulang belakang sehingga bila ada masalah dengan cakram hernia segera mendapatkan perawatan yang tepat,


Muncul Lagi di Aceh, Inilah 4 Jenis Polio yang Perlu Diketahui

14 hari lalu

Muncul Lagi di Aceh, Inilah 4 Jenis Polio yang Perlu Diketahui

Polio adalah penyakit virus menular yang dapat menyebabkan kelumpuhan, kesulitan bernapas, dan terkadang kematian.


Beruang dan 7 Hewan Lain Bisa Lakukan Hibernasi, Apakah Itu?

14 hari lalu

Beruang dan 7 Hewan Lain Bisa Lakukan Hibernasi, Apakah Itu?

Tujuh hewan ini dapat melakukan hibernasi baik saat musim dingin maupun musim panas, binatang apa lagi selain beruang?


3 Cara Berantas Wabah Ala Umar Bin Khattab, Mirip Penanganan Wabah Corona

27 hari lalu

3 Cara Berantas Wabah Ala Umar Bin Khattab, Mirip Penanganan Wabah Corona

Ini kesamaan penanganan wabah yang dilakukan Umar bin Khattab dengan cara negara melawan wabah corona.


Meski Gejala Ringan, Jangan Sepelekan Omicron XBB

33 hari lalu

Meski Gejala Ringan, Jangan Sepelekan Omicron XBB

Varian Omicron XBB memiliki ciri khas membuat pasien bergejala ringan dan kemampuan yang lebih cepat menyebar. Jangan anggap remeh.