BJ Habibie Sepeninggal Ainun Menderita Gangguan Psikosomatik, Apakah itu?

Reporter

BJ Habibie mencium nisan istrinya, Ainun di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Meski Ainun telah berpulang lebih dahulu, namun Habibie tidak berhenti menunjukkan cinta dan kesetiaannya. Hingga akhir hayatnya, Bapak Teknologi Indonesia itu secara rutin berziarah ke makam sang istri. Almarhum Habibie pun akan dimakamkan tepat di samping kuburan istri tercinta di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. dok. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, JakartaPsikosomatik merupakan keluhan fisik yang muncu bukan karena alasan fisik yang jelas, tetapi karena faktor pikiran atau emosi. Gangguan ini bisa dialami oleh seluruh kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Psikosomatik dapat terjadi di seluruh bagian tubuh tanpa penjelasan medis yang jelas.

BJ Habibie sepeninggal istrinya Hasri Ainun Habibie mengakui menderita psychosomatic malignant, akibat kesedihan yang luar biasa ditinggal orang yang dicintainya.

"Saya menderita psychosomatic malignant karena kehilangan pendamping saya selama 48 tahun 10 hari. Jadi saya menulis untuk terapi penyembuhan,” katanya pada Tempo, pada 2010 silam.

Sejatinya, istilah psikosomastik berasal dari dua kata yaitu psyche (pikiran) dan soma (tubuh). Secara keseluruhan, ganggua psikosomatik melibatkan pikiran dan tubuh. Melansir dari my.clevelandclinic.org, adalah gangguan psikologis yang melibatkan gejala fisik, tanpa penjelasan medis.

Dalam penyakit psikosomatik, stress, depresi, takut, cemas, atau masalah psikologis lainnya memainkan peran penting yang menimbulkan gejala-gejala fisik. Misalnya, depresi dapat berkontribusi pada penyakit psikosomatik, terutama ketika sistem kekebalan tubuh terganggu karena faktor stres.

Gejala Psikosomatik

Sebagaimana dijelaskan dalam verywellmind.com, gejala-gejala fisik yang timbul diantaranya sakit pencernaan, sakit kepala, nyeri otot, sakit perut atau nyeri ulu hati, sakit punggung,  mudah lelah, sesak napas, jantung berdebar, dan telapak tangan yang berkeringat. Namun, para penderita gangguan ini cenderung menganggap gejala-gejala yang ditimbulkan adalah kondisi medis semata. Oleh sebab itu, para penderita gangguan ini tidak mendapat diagnosis dan perawatan yang tepat.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, siapa pun berpotensi mengalami gangguan ini. Adapun penyebab dari gangguan psikosomatik di antaranya karena gaya hidup yang kacau, kesulitan mengendalikan dan mengekspresikan emosi, bullying, trauma kekerasan seksual, depresi, dan gangguan kepribadian lainnya. Selain itu insomnia, hipertensi, sakit kepala, dan kesulitan bernapas juga dapat melahirkan tanda dari gangguan psikosomatik

Dalam menghadapi gangguan psikosomastik, kunci utamanya adalah mengendalikan stres. Pengobatan lebih lanjut dari gangguan psikosomastik memerlukan perawatan medis dan psikologis.

Untuk gejala fisik gangguan psikosomatik, perawatan fisik seperti pengobatan atau operasi diperlukan. Jenis-jenis terapi seperti hipnoterapi dan psikoterapi serta obat-obatan juga membantu mengatasi gangguan ini. Selain itu, perawatan mental seperti meredakan stres, kecemasan, depresi dan lainnya juga diperlukan.

NAOMY A. NUGRAHENI 

Baca: BJ Habibie: Jika Tak Bisa Dimakamkan di Samping Ainun, Di tumpuk pun Tak Apa

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






FOMO, Bahaya Gaya Hidup yang Rentan Dialami Generasi Z

10 jam lalu

FOMO, Bahaya Gaya Hidup yang Rentan Dialami Generasi Z

Fear of Missing Out (FOMO) perasaan kecemasan karena takut tertinggal tren rentan berdampak buruk


Perubahan Musim Bisa Berakibat Depresi, Kenapa?

15 jam lalu

Perubahan Musim Bisa Berakibat Depresi, Kenapa?

Intensitas cahaya diduga mempengaruhi jam biologis tidur yang menganggu suasana hati berakibat depresi


4 Jenis Rasa Berbuat Salah Orang yang Mengalami Guilt Complex

2 hari lalu

4 Jenis Rasa Berbuat Salah Orang yang Mengalami Guilt Complex

Orang yang mengalami guilt complex selalu membayangkan atau merasakan dirinya terus-menerus berbuat salah


Gangguan Kecemasan Umum, Seperti Apa Kondisi dan Gejalanya?

2 hari lalu

Gangguan Kecemasan Umum, Seperti Apa Kondisi dan Gejalanya?

Gangguan kecemasan umum atau generalized anxiety disorder (GAD) ketika muncul rasa khawatir yang berlebihan dan tak terkendali tanpa alasan yang jelas


Rutin Berjalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Rasakan 6 Manfaatnya

5 hari lalu

Rutin Berjalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Rasakan 6 Manfaatnya

Berjalan kaki selama 30 menit setiap hari dapat meningkatkan kesehatan Anda


Terlalu Banyak Konsumsi Kafein, Apakah Mempengaruhi Risiko Kesehatan?

5 hari lalu

Terlalu Banyak Konsumsi Kafein, Apakah Mempengaruhi Risiko Kesehatan?

Kafein yang dikonsumsi sewajarnya meningkatkan metabolisme fisik maupun mengurangi risiko depresi. Tapi, jika konsumsi kafein terlalu banyak?


Benarkah Suplemen Bisa Membantu Atasi Depresi dan Gangguan Kecemasan?

6 hari lalu

Benarkah Suplemen Bisa Membantu Atasi Depresi dan Gangguan Kecemasan?

Tidak semua suplemen aman dan efektif mengatasi depresi dan gangguan kecemasan,


4 Kiat Mengatasi Halusinasi agar tak Makin Parah

7 hari lalu

4 Kiat Mengatasi Halusinasi agar tak Makin Parah

Halusinasi bisa saja menunjukkan gejala yang berlainan, seperti sensasi di tubuh terasa disentuh dan mendengar bisikan


Kenali Episode Gangguan Bipolar dan Gejalanya

8 hari lalu

Kenali Episode Gangguan Bipolar dan Gejalanya

Penderita gangguan bipolar memiliki macam episode, yakni manik dan depresi. Kenali beda gejala pada masing-masing episode.


11 Cara Menangani Seseorang dengan Gangguan Bipolar

9 hari lalu

11 Cara Menangani Seseorang dengan Gangguan Bipolar

Cara menangani orang biasa dengan orang bipolar tentu berbeda. Berikut cara menangani orang dengan gangguan bipolar.