Henti Jantung, Penyebabnya Bisa Jadi Aritmia

Reporter

Antara

Jumat, 27 Mei 2022 15:00 WIB

Yevgeny Kropotkin, seorang ahli bedah jantung melakukan operasi pada pasien dengan aritmia jantung di Federal Pusat Bedah Kardiovaskular di Siberia Krasnoyarsk, Rusia, 28 September 2016. REUTERS/Ilya Naymushin

TEMPO.CO, Jakarta - Berita ada atlet yang mengalami henti jantung saat bertanding ataupun setelah melakukan olahraga sedang berat semakin banyak terdengar. Orang jatuh dan meninggal dalam waktu singkat apabila salah penanganan maupun terlambat mendapatkan pertolongan medis.

Dr. Rerdin Julario, SpJP(K), spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan aritmia dan intervensi dari Mayapada Hospital Surabaya mengatakan henti jantung disebabkan aritmia.

"Aritimia atau gangguan irama jantung adalah gangguan pada sistem kelistrikan jantung yang menyebabkan denyut jantung menjadi lebih lambat (bradikardi), lebih cepat (takikardi), atau tidak beraturan. Denyut jantung dikendalikan oleh sistem kelistrikan sehingga dapat berdenyut dengan irama yang teratur," jelasnya.

Normalnya, jantung akan berdenyut 60 – 100 kali/menit. Ketika tidak berdenyut dengan normal, jantung tidak dapat memompa darah sebagaimana mestinya dan mengakibatkan gangguan asupan darah ke organ tubuh lain. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada jantung dan organ penting lain.

Gejala aritmia dapat berbeda untuk setiap orang, tergantung jenis yang dialami. Gejala yang biasanya dirasakan adalah jantung berdebar (palpitasi), nyeri dada, sesak napas, mudah lelah, keringat dingin, rasa akan pingsan. Jika terlambat ditangani, aritmia dapat menyebabkan henti jantung yang dapat berujung pada kematian.

Aritmia biasanya muncul saat berolahraga, stres atau setelah terpapar kafein, nikotin, dan obat-obatan tertentu. Aritmia juga dipengaruhi faktor risiko lain, seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes, hipo/hipertiroid, penyakit jantung bawaan, dan faktor genetik. Aritmia juga meningkatkan risiko orang mengalami stroke 4–5 kali lebih besar dibanding yang tidak mengalami aritmia. Data CDC 2017 menyebutkan aritmia menyebabkan stroke iskemik sebesar 15–20 persen.

Untuk mendiagnosa aritmia, dokter akan mengevaluasi gejala dan riwayat medis pasien melalui pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti Elektrokardiografi (EKG), Treadmill Test, Holter Monitor, dan Electrophysiology Study (EP Study).

“Electrophysiology Study adalah golden standard untuk mendiagnosa aritmia. Dengan pemeriksaan ini dapat dipetakan aktivitas listrik jantung sehingga titik penyebab gangguan kelistrikan jantung dapat diketahui. Berdasarkan hasil EP Study dapat ditentukan jenis aritmia dan terapi yang dibutuhkan untuk mengembalikan irama jantung normal.” jelas Rerdin.

"Penanganan aritmia disesuaikan dengan jenis aritmia yang dialami pasien," kata Dr. Agung Fabian Chandranegara, SpJP(K), spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan aritmia Mayapada Hospital Tangerang. Tindakan berupa pemasangan alat pacu jantung atau pacemaker biasanya digunakan untuk kasus aritmia, di mana jantung berdenyut lebih lambat dari normal."

Tindakan lain yaitu ablasi jantung, merupakan tindakan untuk mengoreksi aritmia dengan cara memasukkan kateter melalui pembuluh darah sampai ke jantung. Elektroda pada ujung kateter dilengkapi energi radiofrekuensi untuk mengablasi titik tertentu pada jantung yang menyebabkan aritmia sehingga jantung dapat kembali berdenyut normal.

Baca juga: Ini Penyebab dan Gejala Henti Jantung






Tekanan Darah Menurut Kelompok Usia

12 jam lalu

Tekanan Darah Menurut Kelompok Usia

Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah cenderung menjadi lebih kaku dan plak dapat menumpuk di dalamnya, sehingga dapat meningkatkan tekanan darah.


Studi: Wanita yang Pernah Keguguran Lebih Berisiko Terkena Stroke

17 jam lalu

Studi: Wanita yang Pernah Keguguran Lebih Berisiko Terkena Stroke

Stroke disebabkan oleh terhentinya aliran darah ke otak akibat sumbatan atau pecahnya pembuluh darah.


Apa Penyebab Aritmia dan Gejala Gangguan Detak Jantung Itu?

3 hari lalu

Apa Penyebab Aritmia dan Gejala Gangguan Detak Jantung Itu?

Kondisi aritmia ketika irama jantung yang terganggu atau tak teratur. Aritmia mempengaruhi kecepatan detak jantung


Mual dan Cegukan Termasuk Gejala Stroke, Apa Lagi?

3 hari lalu

Mual dan Cegukan Termasuk Gejala Stroke, Apa Lagi?

Serangan stroke tak bisa diduga pada siapa pun dan usia berapa pun. Berikut gejala stroke yang sebaiknya tidak diabaikan.


Gejala Kanker Paru yang Terdeteksi dari Jantung

6 hari lalu

Gejala Kanker Paru yang Terdeteksi dari Jantung

Tak hanya batuk dan sesak napas, gejala kanker paru ternyata juga bisa dideteksi lewat jantung berdebar. Simak penjelasannya.


Stroke Mengancam Orang yang Sering Lakukan Aktivitas Berulang

6 hari lalu

Stroke Mengancam Orang yang Sering Lakukan Aktivitas Berulang

Penelitian menunjukkan setiap jam yang dihabiskan untuk duduk di usia 60-an dan 70-an meningkatkan risiko penyakit stroke sebesar 14 persen.


Awas, Duduk Terlalu Lama Picu Risiko Penyakit Jantung dan Kematian DIni

7 hari lalu

Awas, Duduk Terlalu Lama Picu Risiko Penyakit Jantung dan Kematian DIni

Penelitian menunjukkan duduk 8 jam atau lebih per hari dikaitkan dengan risiko 20 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung atau kematian.


Penyebab dan Gejala Stroke di Usia Muda

7 hari lalu

Penyebab dan Gejala Stroke di Usia Muda

Stroke bukan penyakit orang tua. Mengetahui tanda-tanda peringatan dan mencari bantuan sesegera mungkin dapat mencegah stroke di usia muda.


3 Manfaat Buah Delima, Bagus untuk Kesehatan Prostat

10 hari lalu

3 Manfaat Buah Delima, Bagus untuk Kesehatan Prostat

Buah Delima memiliki banyak manfaat kesehatan. Simak 3 manfaat buah yang diperkirakan dari Iran ini.


3 Efek Tertawa untuk Kesehatan Jantung

10 hari lalu

3 Efek Tertawa untuk Kesehatan Jantung

Tertawa menambah jumlah sel antibodi yang berdampak terhadap sistem imun yang semakin kuat. Antibodi memiliki fungsi untuk menjaga kesehatan jantung