Risiko Komplikasi Kista Ovarium, Ketahui 2 Metode Pengobatannya

Reporter

Ilustrasi penderita kista. Shutterstock

TEMPO.CO, JakartaKista ovarium merupakan kantung berisi cairan yang berkembang di ovarium. Meski kebanyakan kasus tidak menimbulkan gejala, kista ovarium dapat menyebabkan nyeri panggul, nyeri tumpul atau tajam di perut bagian bawah, rasa penuh atau berat di perut, dan kembung.

Sebut NHS UK di laman nhs.uk, kista ovarium lebih umum menimbulkan gejala apabila terjadi pecah ruptur (kista pecah), kista berukuran besar, dan keberadaan kista menghalangi suplai darah ke ovarium. Dalam kasus ini, penderita dapat mengalami: nyeri panggul parah secara tiba-tiba, sakit saat berhubungan seks, kesulitan mengosongkan usus, sering ingin buang air kecil, menstruasi tidak teratur, kembung atau perut buncit, merasa sangat kenyang meski makan sedikit, dan sulit hamil.

Komplikasi Kista Ovarium

Apabila tidak mendapat penangangan, kista ovarium mampu menempatkan beberapa wanita pada komplikasi tidak biasa. Ini termasuk:

1. Torsi ovarium

Melansir Web MD di laman webmd.com, torsi ovarium terjadi ketika kista tumbuh besar, dan membuat ovarium bergerak dan memutar. Kondisi ini dikenal sebagai puntir ovarium, dan terasa sangat menyakitkan.

2. Pecah Kista

Seks vagina dan aktivitas lain dapat membuat kista ovarium pecah. Ini umum mengakibat nyeri hebat dan pendarahan. Meski dalam beberapa kasus pecah kista dapat sembuh sendiri, tetapi tak jarang pula masalah ini menimbulkan kondisi darurat medis.

3. Kista Terinfeksi

Kista ovarium dapat terbentuk akibat infeksi panggul yang membentuk abses. Jika abses ini pecah, bakteri berbahaya dapat menyebar ke seluruh tubuh dan mengakibatkan gangguan kesehatan.

Metode Pengobatan Kista Ovarium

Cleveland Clinic di situs clevelandclinic.org menjelaskan, dalam kasus tidak serius, pengobatan kista ovarium dapat dilakukan dengan konsumsi obat penghenti ovulasi. Namun, pada kasus tahap lanjut, penderita kista ovarium mungkin memerlukan satu dari dua prosedur pembedahan berikut ini:

1. Laparoskopi

Pada prosedur ini dokter akan memasukkan alat kecil melalui sayatan kecil di perut untuk melihat organ reproduksi dan rongga panggul. Melalui sayatan tersebut pula dokter dapat mengangkat kista.

2. Laparotomi

Prosedur ini menggunakan sayatan lebih besar (dibanding laparoskopi) untuk mengangkat kista. Nantinya, kista akan diuji dahulu, apakah bersifat kanker atau tidak. Jika kanker, dokter mungkin perlu mengangkat satu atau kedua ovarium, rahim, lipatan jaringan lemak yang disebut omentum dan beberapa kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening merupakan struktur kecil berbentuk kacang yang ditemukan di seluruh tubuh, memproduksi dan menyimpan sel penangkal infeksi, namun berisiko mengandung sel kanker.

DELFI ANA HARAHAP

Baca: Mengenal Kista Ovarium yang Sempat Diidap Aurel Hermansyah, Kini Sudah Hilang

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Alasan Periksa Payudara Lebih Dianjurkan pada Wanita Muda

12 jam lalu

Alasan Periksa Payudara Lebih Dianjurkan pada Wanita Muda

USG payudara lebih diarahkan pada wanita berusia muda, sekitar 40 tahun, daripada yang berusia lanjut. Salah satunya karena struktur payudara.


Kanker Payudara Terdeteksi Dini, Peluang Hidup 95 Persen

1 hari lalu

Kanker Payudara Terdeteksi Dini, Peluang Hidup 95 Persen

Dokter mengingatkan kanker payudara bila terdeteksi dini maka harapan hidup pasien akan besar, bahkan mencapai 90-95 persen.


Cegah Kekambuhan Kanker, Ini 5 Gaya Hidup yang Dianjurkan untuk Penyintas

1 hari lalu

Cegah Kekambuhan Kanker, Ini 5 Gaya Hidup yang Dianjurkan untuk Penyintas

Terapkan 5 tips sehat ini untuk mengatasi efek samping pengobatan kanker dan menurunkan risiko kekambuhan kanker


5 Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita, Bukan Hanya Payudara dan Serviks

2 hari lalu

5 Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita, Bukan Hanya Payudara dan Serviks

Wanita berisiko lebih tinggi terkena jenis kanker tertentu dan berdampak signifikan pada kesehatan fisik dan emosional, juga kualitas hidup mereka.


5 Jenis Kanker yang Paling Sering Diderita Pria, Kanker Prostat Urutan Pertama

2 hari lalu

5 Jenis Kanker yang Paling Sering Diderita Pria, Kanker Prostat Urutan Pertama

Pria memiliki risiko menderita kanker lebih besar dibandingkan wanita. Berikut 5 jenis kanker yang harus diwaspadai pria, termasuk kanker prostat.


Tidur Dekat Ponsel Bikin Kanker, Mitos atau Fakta?

3 hari lalu

Tidur Dekat Ponsel Bikin Kanker, Mitos atau Fakta?

Ponsel dipercaya bisa memancarkan radiasi dan berpotensi meningkatkan risiko kanker. Bagaimana faktanya bila tidur dekat ponsel?


Sebab Kanker pada Anak Lebih Mudah Diobati

4 hari lalu

Sebab Kanker pada Anak Lebih Mudah Diobati

Dokter mengatakan kanker pada anak cenderung bisa dideteksi lebih dini sehingga pengobatannya juga lebih mudah dibanding orang dewasa.


Hati-hati, Nutrisi Berlebihan Bisa Perparah Kanker pada Anak

4 hari lalu

Hati-hati, Nutrisi Berlebihan Bisa Perparah Kanker pada Anak

Pengurus IDAI menyebut pada anak, kondisi kanker bisa diperparah dengan pemberian nutrisi berlebih. Ini sebabnya.


Gejala Kanker pada Anak yang Mudah Dikenali

4 hari lalu

Gejala Kanker pada Anak yang Mudah Dikenali

Dokter menyebut berbagai gejala umum kanker pada anak yang bisa jadi perhatian orang tua, mulai dari berat badan turun drastis hingga infeksi menetap.


Biopsi Dapat Menyebarkan Kanker? Cek Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Ini

4 hari lalu

Biopsi Dapat Menyebarkan Kanker? Cek Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Ini

Kanker merupakan penyebab utama kematian kedua secara global dengan korban lebih dari 9,5 juta jiwa setiap tahunnya.