Mengenal Soft Skill dan Cara Melatihnya

Reporter

Ilustrasi Pembelajaran di Era Revolusi Industri 4.0. Foto: Freepik

TEMPO.CO, Jakarta - Anda membutuhkan usaha ekstra menggunakan alat atau berbagai teknik untuk melatih soft skill atau keterampilan perilaku. Anda juga dapat mempelajari bagaimana cara mendapatkannya dan mengukurnya.

Observasi, membaca, melakukan pelatihan, pengalaman, dan praktik merupakan cara yang paling populer untuk mendapatkan soft skill. Interaksi dengan orang lain juga membantu memperoleh keterampilan ini. Dalam memperolehnya, Anda juga perlu memiliki kecerdasan emosional, fleksibilitas, dan kemampuan beradaptasi.

Anda juga harus praktis, realistis dan situasional. Namun, di atas segalanya, Anda perlu belajar dari kegagalan. Anda juga perlu mengembangkan keterampilan interpersonal dan belajar untuk mengamati dan memahami perilaku orang lain. Lebih rincinya, berikut beberapa alat dan teknik yang populer untuk melatih soft skill.

-Sadar diri
-Hindari prasangka
-Jaga bahasa tubuh tetap positif
-Dengarkan pembicara dengan seksama
-Lakukan kontak mata dengan pembicara dan balas secara positif
-Berempati dengan pembicara
-Jadilah fleksibel
-Puji orang
-Buat pembicara merasa penting
-Terima kritik dengan ramah
-Berinteraksi dengan berbagai tipe kepribadian yang introvert, ekstrovert, asertif, tunduk, dan agresif
-Di atas segalanya, beradaptasilah

Apakah soft skill dapat diukur? Sebenarnya, karena pelatihan keterampilan ini merupakan perilaku, maka cukup sulit untuk diukur. Namun, dengan mengambil umpan balik tepat waktu di akhir sesi pelatihan sangat membantu untuk mencapai hasil pelatihan.

Untuk mengukurnya, Anda dapat mencoba model evaluasi lima tingkat yang inovatif untuk mengukur pelatihan soft skill. Berikut yang dapat diterapkan.

Model lima tingkat Meka untuk mengukur soft skill.
-Lakukan analisis kebutuhan pelatihan untuk mengidentifikasi kesenjangan keterampilan saat ini pada peserta.

-Buat daftar tujuan inti dengan jelas untuk memberikan pelatihan.

-Melaksanakan program pelatihan soft skill dengan cermat sesuai tujuan.

-Menyelaraskan penyimpangan atau gangguan dari program pelatihan.

Ukur hasil pelatihan dari peserta melalui kuesioner dan umpan balik yang efektif.

Selain itu, Anda dapat menerapkan pertanyaan berikut untuk mengukur pelatihan soft skill. Berikut contoh soal untuk mengukur pelatihan soft skill.

Apakah pelatihan soft skill mentransfer pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan kepada peserta secara efektif?

Apakah pelatihan soft skill berhasil meningkatkan sikap dan perilaku peserta?

Apakah pelatihan layak untuk menginvestasikan waktu, uang, energi, dan sumber daya?

Apakah hasil pelatihan sesuai dengan tujuan pelatihan? Jika tidak, identifikasi dan atasi penyimpangan atau gangguan tersebut.

Namun, perlu diingat bahwa soft skill adalah disiplin yang berkembang. Setiap kali disiplin baru muncul, terkadang orang menolak dan tidak menghormatinya. Belakangan ini, manajemen sebagai suatu disiplin ilmu merupakan kenyataan dan kedudukan yang terhormat. Demikian pula soft skill, akan berkembang sebagai disiplin setelah penelitian lebih lanjut dilakukan.

Baca juga: Inilah Perbedaan Hard Skill dengan Soft Skill






Alasan Harus Berhenti Tambah Pekerjaan Baru

8 jam lalu

Alasan Harus Berhenti Tambah Pekerjaan Baru

Saat menerima tawaran dan pekerjaan yang tidak terduga atau memunculkan ide baru, pikirkan juga hal-hal berikut, jangan sampai beban terlalu berat.


Hari Guru Nasional, Lakukan Hal Ini bersama Orang Tua dan Anak

5 hari lalu

Hari Guru Nasional, Lakukan Hal Ini bersama Orang Tua dan Anak

Di Hari Guru Nasional 2022, mari kita tunjukkan apresiasi dan penghargaan kepada orang tua dan anak dengan cara-cara sederhana berikut.


Trauma Pelajar Usai Gempa Cianjur dan Sistem Belajar Diubah 3 Pola

7 hari lalu

Trauma Pelajar Usai Gempa Cianjur dan Sistem Belajar Diubah 3 Pola

Dinas Pendidikan Jawa Barat memberikan penyembuhan trauma bagi pelajar korban gempa Cianjur. Mereka juga mengubah metode belajar jadi 3 pola.


Upaya Transjakarta Meningkatkan Profesionalitas Sopir yang Dulunya di Belakang Setir Kopaja

14 hari lalu

Upaya Transjakarta Meningkatkan Profesionalitas Sopir yang Dulunya di Belakang Setir Kopaja

Para sopir Transjakarta menjalani pelatihan untuk meningkatkan keterampilan, serta mengubah perilaku mereka dalam mengemudikan moda transportasi.


Transjakarta Targetkan Akhir Tahun 2022 Seluruh Sopir Sudah Ikut Pelatihan

15 hari lalu

Transjakarta Targetkan Akhir Tahun 2022 Seluruh Sopir Sudah Ikut Pelatihan

Transjakartatargetkan seluruh sopir mengikuti pelatihan pramudi untuk mengurangi angka kecelakaan.


Kiat Mendidik Anak agar Kinerja Otak Maksimal

16 hari lalu

Kiat Mendidik Anak agar Kinerja Otak Maksimal

Pakar mengatakan ketika orang tua dapat mendidik anak dengan tepat maka otaknya dapat bekerja dengan benar dan ia menjadi lebih bahagia.


Rahasia Neurosains Anak Cepat Belajar

16 hari lalu

Rahasia Neurosains Anak Cepat Belajar

Cara didik yang kurang sesuai memiliki efek yang mendalam pada proses pertumbuhan dan perkembangan. Ketika bahagia, anak belajar dengan lebih cepat.


4 Cara Mendidik Anak Belajar dengan Cepat

18 hari lalu

4 Cara Mendidik Anak Belajar dengan Cepat

Mendidik anak untuk sukses memang bukan persoalan yang mudah, tapi orang tua bisa belajar mengoptimalkan potensi anak


Productive Procrastination, Menunda Pekerjaan Utama untuk Melakukan Kesibukan Lain

22 hari lalu

Productive Procrastination, Menunda Pekerjaan Utama untuk Melakukan Kesibukan Lain

Menunda pekerjaan utama untuk melakukan kesibukan yang bukan prioitas menandakan productive procrastination


Amerika Beri Pelatihan Pencegahan Terorisme

25 hari lalu

Amerika Beri Pelatihan Pencegahan Terorisme

Peserta mendapat pelatihan untuk mencegah, mendeteksi, dan melumpuhkan terorisme dengan menggunakan unsur Kimia, Biologi, Radiologi, dan Nuklir (KBRN)