Omicron BA.4 dan BA.5 Masuk Indonesia, Begini Ciri-ciri Gejalanya

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan keterangan tentang temuan empat kasus Covid-19 infeksi Omicron subvarian baru BA.4 dan BA.5, Jumat 10 Juni 2022. (ANTARA/Andi Firdaus).

TEMPO.CO, Jakarta -Pandemi Covid-19 belum sepenuhnya menghilang seiring Kementerian Kesehatan mengkonfirmasi kasus varian baru Omicron BA.4 dan Omicron BA.5 muncul di Indonesia. Simak ciri-ciri gejala varian tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengidentifikasi dua varian baru dari strain Omicron yang disebut BA.4 dan BA.5.

Melansir dari The Straits Time, Omicron BA.4 dan Omicron BA.5 pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada awal 2022 dan sekarang menjadi varian dominan di sana.


Omicron Varian Baru Merebak di Beberapa Negara

Mengutip dari Medicalnewstoday.com, Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengatakan, BA.4 telah ditemukan di sejumlah negara dunia.

Di antaranya Afrika Selatan, Denmark, Bostwana, Skotlandia, dan Inggris sejak 10 Januari hingga 30 Maret 2022. Sedangkan BA.5 diidentifikasi pada 25 Februari, dan sekarang menyumbang 20 persen kasus di beberapa wilayah Afrika Selatan.

Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 telah dideteksi masuk Indonesia lewat empat kasus pertamanya yang terkonfirmasi di Bali.

Kedua subvarian memiliki mutasi gen L452 seperti yang dimiliki varian Delta. Varian Covid-19 yang sejauh ini diketahui infeksinya menyebabkan gejala sakit terberat.


Bisa Infeksi Orang yang Sudah 2 Kali Divaksin

Orang yang dapat terinfeksi bukan hanya yang belum pernah divaksin, tapi juga yang sudah divaksinasi hingga dosis lengkap.

Mengutip dari tempo.co, hal ini dikarenakan mutasi yang dimilikinya membuat Omicron BA.4 dan BA.5 bisa tak terdeteksi antibodi tubuh bentukan vaksin maupun infeksi alami sebelumnya.

Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta tengah mengantisipasi munculnya varian baru Omicron BA.4 dan BA.5.

Kepala Dinas Kesehatan Yogyakarta mengatakan sebagai keluarga Omicron, varian baru BA4 dan BA5 tingkat severenity atau keparahannya rendah, namun penularannya bisa jadi tanpa gejala.

Mengutip dari madpagetoday.com, umumnya, varian BA.4 dan BA.5 menyebabkan penyakit ringan tetapi berpotensi menyebar dalam jumlah besar. Subvarian BA.4 dan BA.5 tidak berbeda dengan varian lainnya.

Gejala Omicron BA.4 dan BA.5 mirip dengan kasus Covid-19 pada umumnya yakni sebagai berikut:
- Batuk
- Kelelahan
- Hidung tersumbat atau pilek
- Demam
- Nyeri otot atau sendi
- Sakit kepala
- Anosmia
- Diare
- Sesak napas pada beberapa kasus

Intinya adalah Omicron varian BA.4 dan BA.5 sangat mudah menular, menyebabkan sedikit penyakit yang parah, dan responsif terhadap booster.

RINDI ARISKA
Baca juga : Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Lengkap untuk Cegah Omicron BA.4






China Optimistis Pandemi Covid-19 Akan Segera Berakhir

1 hari lalu

China Optimistis Pandemi Covid-19 Akan Segera Berakhir

China yakin pandemi Covid-19 segera berakhir seiring dengan jumlah kasus positif dan kematian yang terus menurun.


Kemenkes Buka Rekrutmen Tenaga Pembantu Kesehatan Haji 1444 H, Simak Persyaratannya

1 hari lalu

Kemenkes Buka Rekrutmen Tenaga Pembantu Kesehatan Haji 1444 H, Simak Persyaratannya

Kemenkes membuka pendaftaran Tenaga Pendukung Kesehatan (TPK) untuk pelaksanaan ibadah haji 1444 H/2023 M.


Wisata Normal, Kasus Covid-19 Harian Yogyakarta Nyaris Nol

1 hari lalu

Wisata Normal, Kasus Covid-19 Harian Yogyakarta Nyaris Nol

Kasus harian yang muncul tak pernah melebihi tiga kasus dari seluruh temuan lima kabupaten/kota di DI Yogyakarta.


Perlunya Disiplin Protokol Kesehatan saat Subvarian Kraken Merebak

2 hari lalu

Perlunya Disiplin Protokol Kesehatan saat Subvarian Kraken Merebak

WHO menilai risiko terbaru tentang Omicron XBB.1.5 atau Kraken sebagai subvarian yang sangat menular sehingga protokol kesehatan perlu dijaga.


Deteksi Subvarian Baru seperti Kraken dengan Pengurutan Genom

2 hari lalu

Deteksi Subvarian Baru seperti Kraken dengan Pengurutan Genom

Peneliti mengingatkan pentingnya pengurutan genom menyeluruh untuk mendeteksi COVID-19 subvarian baru seperti Kraken.


Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

3 hari lalu

Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

Kementerian Kesehatan akan melakukan upaya sosialisasi vaksinasi Covid-19 untuk balita kepada masyarakat.


Direktur Pengelolaan Imunisasi Jawab Wacana Vaksin Booster Berbayar

4 hari lalu

Direktur Pengelolaan Imunisasi Jawab Wacana Vaksin Booster Berbayar

Direktur Pengelolaan Imunisasi, Prima Yosephine Berliana, M.K.M menjawab wacana vaksin booster berbayar yang disampaikan Menteri Kesehatan.


Begini Cara Mendapatkan Vaksin Booster Kedua, Tanpa tiket di PeduliLindungi

6 hari lalu

Begini Cara Mendapatkan Vaksin Booster Kedua, Tanpa tiket di PeduliLindungi

masyarakat umum sudah bisa mendapatkan vaksin booster kedua. Bagaimana cara mendapatkannya?


Saran Pakar agar Terhindar dari Penularan Subvarian Kraken

6 hari lalu

Saran Pakar agar Terhindar dari Penularan Subvarian Kraken

Pakar merekomendasikan penggunaan masker kembali pada keadaan yang berisiko demi mencegah terkena subvarian Kraken.


Alasan Kemenkes Tetapkan KLB Campak di Indonesia

11 hari lalu

Alasan Kemenkes Tetapkan KLB Campak di Indonesia

Kemenkes menyatakan KLB campak di Indonesia dilaporkan dari 31 provinsi di Indonesia hingga Desember 2022.