Penuhi Asupan Protein Hewani pada Anak agar Kesehatannya Terjaga

Reporter

Ilustrasi bekal makan anak. newsapi.com.au

TEMPO.CO, Jakarta - Kekurangan protein hewani membuat tubuh anak mengalami dampak kesehatan, seperti gangguan fungsi hormonal dan regenerasi sel, terganggunya sistem kekebalan tubuh dan massa otot. Ahli gizi kesehatan masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, menekankan protein hewani memiliki asam amino esensial (AAE) yang lebih lengkap dan dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

“Tubuh manusia membutuhkan sebanyak 20 jenis asam amino. Sembilan di antaranya adalah asam amino esensial yang harus didapatkan dari makanan. Makanan yang mengandung AAE lebih lengkap dan lebih banyak adalah protein hewani,” kata Sandra.

Ia menuturkan protein merupakan senyawa kimia yang termasuk ke dalam zat makro dan terdiri atas asam-asam amino yang berfungsi sebagai zat pembangun dan pengatur bagi tubuh. Protein terbagi ke dalam dua jenis, yakni protein hewani yang berasal dari hewan, seperti daging, susu, ikan, dan telur. Kemudian ada protein nabati yang berasal dari tumbuhan seperti tempe, tahu, dan kacang-kacangan.

Perbedaan lain adalah protein hewani memiliki asam amino esensial yang lebih lengkap dan banyak dibandingkan protein nabati. Protein hewani juga memiliki kandungan vitamin, mineral yang beragam dan kaya, serta kualitasnya yang lebih baik.

Sandra menekankan pemberian protein hewani pada anak menjadi suatu hal serius dan penting untuk diperhatikan sebab anak yang kekurangan protein hewani dapat terkena kekerdilan atau yang dikenal dengan stunting akibat kekurangan asupan gizi yang seimbang. Pertumbuhan dan perkembangan anak yang terkena stunting dapat menjadi terhambat baik secara pertumbuhan fisik untuk tumbuh dengan tinggi ataupun terkena gangguan kognitif yang menurunkan daya intelektualnya.

Sadar akan bahaya dari kurangnya asupan protein pada anak, Sandra menyarankan setiap orang tua untuk mengikuti anjuran terbaru dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2021 terkait memberikan daftar keberagaman pangan yang wajib diberikan pada anak, di antaranya ASI eksklusif, produk susu seperti susu, keju, dan yogurt, daging dari sapi, ikan, ayam ataupun jeroan, telur, kacang-kacangan, seperti kacang hijau atau kedelai, tahu, tempe, padi-padian, umbi-umbian, pisang, buah, dan sayuran yang kaya vitamin A.

Dalam acara tersebut, ia turut mengapresiasi pemerintah melalui Kementerian Kesehatan yang saat ini sudah berfokus pada kebijakan yang menekankan pentingnya protein hewani, terutama telur bagi anak dalam mengentaskan masalah stunting.

“Rasionalnya adalah pemberian ASI dan daging pada anak yaitu enam sampai 23 bulan harus diberikan setiap hari dan harus sesering mungkin. Ini jadi catatan, bukan hanya sekali-sekali, dari jenis-jenis itu memang harus dimakan setiap hari dan sesering mungkin,” ujarnya.

Baca juga: Protein Hewani dan Nabati, Apa Bedanya?






Mau Diet Vegarian? Ini Deretan Makanan Tidak Boleh Dikonsumsi Vegetarian

6 jam lalu

Mau Diet Vegarian? Ini Deretan Makanan Tidak Boleh Dikonsumsi Vegetarian

Berdasarkan pantangannya, pola makan vegetarian dapat dibedakan berdasarkan jenis vegetarian.


Menteri Budi: Waspada, Stunting Bikin Bodoh

3 hari lalu

Menteri Budi: Waspada, Stunting Bikin Bodoh

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan agar masyarakat mewaspadai stunting. Ia pun meminta anak untuk diberi asupan protein hewani.


Bahaya Kekurangan Mikronutrien pada Anak

4 hari lalu

Bahaya Kekurangan Mikronutrien pada Anak

Dokter anak mengatakan kekurangan mikronutrien tertentu bisa menyebabkan masalah kesehatan, termasuk kurang gizi.


Pentingnya Makan Ikan untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

6 hari lalu

Pentingnya Makan Ikan untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Ahli gizi mengingatkan pentingnya makan ikan untuk mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak sebagai salah satu upaya mencegah stunting.


Hari Gizi Nasional, Pakar Bagi Saran Porsi Makan Anak

7 hari lalu

Hari Gizi Nasional, Pakar Bagi Saran Porsi Makan Anak

Menyambut Hari Gizi Nasional, simak penjelasan pakar nutrisi mengenai porsi makan yang dianjurkan untuk anak agar asupan gizinya terpenuhi.


Kandungan Gizi dalam Telur yang Dibutuhkan Balita

7 hari lalu

Kandungan Gizi dalam Telur yang Dibutuhkan Balita

Kepala BKKBN menganjurkan konsumsi telur untuk mencegah stunting pada anak balita karena kandungan gizinya baik untuk pertumbuhan.


Jangan Sisihkan Lemak dari Pola Makan meski Sedang Diet

7 hari lalu

Jangan Sisihkan Lemak dari Pola Makan meski Sedang Diet

Lemak merupakan salah satu komponen dalam pemenuhan gizi seimbang dan ini perlu dicukupi jumlahnya dalam setiap menu makan, termasuk yang diet.


Tak Cuma Buah dan Sayur, Ini sumber Serat Penting Lainnya

7 hari lalu

Tak Cuma Buah dan Sayur, Ini sumber Serat Penting Lainnya

Asupan serat tak hanya bisa didapat dari konsumsi buah dan sayur tetapi juga sumber lain macam karbohidrat.


Greek Yoghurt Banyak Mengandung Protein

7 hari lalu

Greek Yoghurt Banyak Mengandung Protein

Ada beragam jenis yoghurt, salah satunya Greek yoghurt


4 Makanan Kaya Protein untuk Meningkatkan Suasana Hati

7 hari lalu

4 Makanan Kaya Protein untuk Meningkatkan Suasana Hati

Ada beberapa makanan utama yang dapat membantu meningkatkan suasana hati dan mengatasi kecemasan