Pikun Sama dengan Demensia? Ini Penyebab Lansia Mengalaminya

Reporter

Ilustrasi pasangan lansia. Unsplash.com/Matthew Benner

TEMPO.CO, Jakarta - Umumnya masyarakat menganggap pikun pada orang lansia sebagai akibat yang wajar karena pertambahan usia. Padahal, pikun bisa saja disebabkan oleh demensia yang perlu ditangani. Demensia merupakan sindrom yang mengacu pada menurunnya fungsi otak seperti penurunan daya ingat, gangguan proses berpikir, maupun perubahan emosional.

Mengutip dari berbagai sumber, salah satu penyebab pikun adalah efek dari penuaan atau lansia. Penuaaan akan memicu melemahnya kinerja otak pada seseorang. Kondisi ini akan menyebabkan gangguan memori ringan. Namun, jika pikun yang terjadi cukup parah,  maka bisa jadi kondisi tersebut adalah demensia.

Mengutip Mayo Clinic, gejala-gejala gangguan demensia bisa bervariasi tergantung pada penyebabnya, tetapi tanda dan gejala umum demensia meliputi:

Perubahan kognitif

  • Kehilangan memori, yang biasanya diperhatikan oleh orang lain
  • Kesulitan berkomunikasi atau menemukan kata-kata
  • Kesulitan dengan kemampuan visual dan spasial, seperti tersesat saat mengemudi
  • Kesulitan penalaran atau pemecahan masalah
  • Kesulitan menangani tugas yang kompleks
  • Kesulitan dengan perencanaan dan pengorganisasian
  • Kesulitan dengan koordinasi dan fungsi motorik
  • Kebingungan dan disorientasi

Perubahan psikologis

  • Perubahan kepribadian
  • Depresi
  • Kecemasan
  • Perilaku yang tidak pantas
  • paranoid
  • Agitasi
  • Halusinasi

Melansir dari kanal helpguide.org, demensia juga disebabkan oleh kerusakan atau hilangnya sel saraf otak dan koneksinya. Demensia sering dikelompokkan berdasarkan kesamaannya, seperti protein atau protein yang disimpan di otak atau bagian otak yang terpengaruh.

Terkadang, beberapa jenis penyakit terlihat seperti demensia, seperti yang disebabkan oleh reaksi obat atau kekurangan vitamin. Anda bisa mengenali dari gejala dan penyebab lainnya yang lebih spesifik.

Hubungan Bertambahnya Usia dengan Pikun

Jika demensia adalah suatu gangguan yang lebih parah dari pikun biasa, namun, ada beberapa hal lain yang membuat seseorang dengan usia lanjut mengalami penurunan daya ingat.

Seiring bertambahnya usia, hippocampus yang merupakan bagian dari otak yang terlibat dalam pembentukan dan pengambilan ingatan akan memburuk seiring bertambahnya usia seseorang.

Selain itu, seseorang yang sudah lanjut usia juga akan mengalami penurunan hormon dan protein yang melindungi sel-sel otak. Padahal, hormone ini berfungsi untuk merangsang pertumbuhan saraf.

Biasanya, orang yang berusia lanjut sering mengalami penurunan aliran darah ke otak. Kondisi tersebut akhirnya dapat merusak memori dan menyebabkan perubahan dalam keterampilan kognitif. Hal-hal itulah yang membuat para lansia lebih rawan mengalami penurunan ingatan atau pikun.

RISMA DAMAYANTI 

Baca: Jangan Sepelekan Gejala Pikun, Simak 4 Cara Mencegahnya

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Kemenkes Ungkap Tren Kematian Covid-19 Masih Naik, Vaksinasi Terus Digenjot

1 hari lalu

Kemenkes Ungkap Tren Kematian Covid-19 Masih Naik, Vaksinasi Terus Digenjot

Juru Bicara Kemenkes Muhammad Syahril mengungkapkan Indonesia masih berada di Level 1 transmisi Komunitas Covid-19.


Katherine Heigl Rutin Minum Obat untuk Menjaga Kesehatan Mental

1 hari lalu

Katherine Heigl Rutin Minum Obat untuk Menjaga Kesehatan Mental

Katherine Heigl mengungkapkan tentang kesehatan mentalnya, membantu menghilangkan stigma seputar pengobatan psikiatri.


Kiat Menangkal Depresi dan Kecemasan dengan Makanan, Minuman Nutrisi Ini

2 hari lalu

Kiat Menangkal Depresi dan Kecemasan dengan Makanan, Minuman Nutrisi Ini

Para ilmuwan telah menemukan bahwa pola makan dan kesehatan usus secara keseluruhan memainkan peran penting untuk menangkal depresi dan kecemasan


5 Manfaat Teknik Kebebasan Emosional atau Terapi EFT, Apa Saja?

2 hari lalu

5 Manfaat Teknik Kebebasan Emosional atau Terapi EFT, Apa Saja?

Emotional Freedom Technique atau teknik kebebasan emosional (EFT) salah satu metode untuk mengatasi tekanan emosional atau meredakan stres


Vaksin Booster Kedua Tersedia di Puskesmas, Jakarta Pusat Target 164.909 Lansia

3 hari lalu

Vaksin Booster Kedua Tersedia di Puskesmas, Jakarta Pusat Target 164.909 Lansia

Jakarta Pusat menargetkan sebanyak 164.909 warga lanjut usia (lansia) dapat ikut serta pemberian vaksinasi COVID-19 penguat atau vaksin booster kedua.


Merasa Hampa Setelah Menonton Konser Bisa Jadi Anda Alami PCD, Apakah Itu?

3 hari lalu

Merasa Hampa Setelah Menonton Konser Bisa Jadi Anda Alami PCD, Apakah Itu?

Setelah bubar konser, perasaan menjadi sangat sedih dan hampa. Bisa jadi Anda mengalami PCD, ini penjelasannya.


4 Dampak Buruk Masalah Tidur Junk Sleep

4 hari lalu

4 Dampak Buruk Masalah Tidur Junk Sleep

Jika sudah tidur selama durasi ideal, tubuh tidak terasa bugar dan masih lesu menandakan kondisi junk sleep


China Percepat Upaya Vaksinasi COVID-19 terhadap Lansia

5 hari lalu

China Percepat Upaya Vaksinasi COVID-19 terhadap Lansia

Tingkat vaksinasi yang rendah di China, terutama di antara populasi yang lebih tua, dianggap memperpanjang pendekatan keras nol-COVID-19


Memahami Gangguan Mental Duck Syndrome

5 hari lalu

Memahami Gangguan Mental Duck Syndrome

Sindrom bebek atau duck syndrome adalah ketika orang mencoba menciptakan ilusi kehidupan yang sempurna dan bekerja keras untuk menutupi kekurangannya.


Mengenal Cerebral Palsy, Gejala dan Penyebabnya

5 hari lalu

Mengenal Cerebral Palsy, Gejala dan Penyebabnya

Cerebral palsy sebuah gangguan yang disebabkan perkembangan otak yang tidak normal mempengaruhi kemampuan untuk bergerak serta menjaga keseimbangan.