Penyebab Sindrom Imposter dan Cara Mengatasinya

Reporter

Ekspresi penyanyi Taylor Swift saat berbicara setelah menerima Gelar Doktor Kehormatan Seni Rupa dalam upacara kelulusan Universitas New York (NYU) di Yankee Stadium di wilayah Bronx, New York, 18 Mei 2022. Taylor Swift mendapatkan gelar doktor kehormatan ini berkat lembaga pendidikan dan museum yang didirikannya, Taylor Swift Education Center di Country Music Hall of Fame and Museum di Nashville, Tennessee. REUTERS/Shannon Stapleton

TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Taylor Swift mengungkapkan menderita Sindrom Imposter atau sindrom penipu. Perasaan tersebut muncul terutama saat dia memulai debut sutradara film pendek "All Too Well: The Short Film".

"Rasanya saya mengalami Sindrom Imposter dan berkata, 'Tidak, kamu tidak melakukan hal itu'. Orang lain melakukan itu, bahkan pergi ke sekolah untuk penyutradaraan," kata Taylor Swift dalam percakapan panel dengan sutradara Mike Mills, dikutip dari dari Pinkvilla.

Istilah Sindrom Imposter pertama kali digunakan oleh psikolog Suzanna Imes dan Pauline Rose Clance pada 1970-an. Sindrom Imposter mengacu pada pengalaman internal yang percaya seseorang tidak kompeten seperti orang lain. Meskipun biasanya diterapkan secara sempit pada kecerdasan dan pencapaian, definisi ini memiliki kaitan dengan perfeksionisme dan konteks sosial.

Sederhananya, sindrom penipu merupakan suatu keadaan ketika orang merasa menjadi palsu. Orang-orang yang berjuang dengan sindrom penipu percaya mereka tidak layak mendapatkan prestasi dan penghargaan tinggi yang sebenarnya mereka pegang, menganggap pencapaian hanya karena keberuntungan semata.

Sindrom Imposter dapat mempengaruhi siapa saja tanpa memandang status sosial, latar belakang pekerjaan, tingkat keterampilan atau keahlian. Namun, pengidap Sindrom Imposter sering kali berhasil dengan baik, seperti halnya mereka mungkin memegang jabatan tinggi atau banyak gelar akademis.

Diketahui ada sekitar 25-30 persen orang berprestasi tinggi mungkin menderita Sindrom Imposter. Adapun, hal yang menyebabkan sindrom tersebut termasuk ciri-ciri kepribadian yang sebagian besar mendorong Sindrom Imposter. Mereka yang mengalami hal tersebut berjuang dengan efikasi diri, perfeksionis, dan neurotisisme.

Penting bagi penderita untuk melawan keadaan tersebut sebab Sindrom Imposter dapat menghambat potensi pertumbuhan dan makna dengan mencegah orang mengejar peluang baru untuk pertumbuhan secara pribadi, baik dalam kaitannya di tempat kerja, hubungan, atau hobi. Menghadapi Sindrom Imposter dapat membantu orang terus tumbuh dan berkembang.

DIAH RETNO ANDANI | PINKVILLA | VERRYWELLMIND | PSYCHOLOGYTODAY

Baca juga: Asal Usul Electra Complex, Alasan Perempuan Mencintai Pria Lebih Tua






Sindrom Imposter Dialami Seseorang Tersebab Banyak Faktor

2 hari lalu

Sindrom Imposter Dialami Seseorang Tersebab Banyak Faktor

Orang yang mengalami sindrom imposter merasa tak pantas meraih kesuksesan


Procrastination, Mengapa Ada Orang yang Suka Menunda Pekerjaan?

3 hari lalu

Procrastination, Mengapa Ada Orang yang Suka Menunda Pekerjaan?

Ada banyak alasan orang menunda pekerjaan, salah satunya suka bekerja dalam tekanan pada ujung tenggat waktu


Cegah Pelecehan Seksual dengan Edukasi Pertahanan Diri

3 hari lalu

Cegah Pelecehan Seksual dengan Edukasi Pertahanan Diri

Banyaknya pelecehan seksual di ruang publik membuat masyarakat sekitar harus turut andil dalam mengatasi kejadian tersebut. Begini caranya.


Penyebab Sindrom Peter Pan dan Kiat Mengatasinya

3 hari lalu

Penyebab Sindrom Peter Pan dan Kiat Mengatasinya

Sindrom Peter Pan sebagai perilaku orang yang merasa tidak mampu atau enggan menjadi dewasa


Sindrom Imposter Menganggap Diri Tak Pantas Meraih Prestasi

3 hari lalu

Sindrom Imposter Menganggap Diri Tak Pantas Meraih Prestasi

Gejala sindrom imposter ketika seseorang menganggap dirinya penipu yang tak pantas berprestasi dan meraih kesuksesan


Sindrom Peter Pan Ketika Orang Enggan Menjadi Dewasa, Seperti Apa Gejalanya?

3 hari lalu

Sindrom Peter Pan Ketika Orang Enggan Menjadi Dewasa, Seperti Apa Gejalanya?

Sindrom Peter Pan menurut psikolog menggambarkan perilaku orang yang tidak mau atau enggan menerima tanggung jawab semasa dewasa


Dua Kali Menguntit Taylor Swift, Pria Ini Akhirnya Ditahan Polisi New York

4 hari lalu

Dua Kali Menguntit Taylor Swift, Pria Ini Akhirnya Ditahan Polisi New York

Seorang pria New York berusia 35 tahun ditahan karena dituding menguntit dan masuk tanpa izin kediaman penyanyi Taylor Swift.


Sindrom Cotard Delusi Tubuh Terasa Mati, Apa Gejala dan Penyebabnya?

4 hari lalu

Sindrom Cotard Delusi Tubuh Terasa Mati, Apa Gejala dan Penyebabnya?

Sindrom Cotard kondisi delusi langka yang ditandai dengan keyakinan keliru yang menganggap bagian tubuh terasa mati, sekarat, atau tidak ada


3 Tipe Kepribadian yang Dapat Dipercaya Menyimpan Rahasia

7 hari lalu

3 Tipe Kepribadian yang Dapat Dipercaya Menyimpan Rahasia

Menyimpan rahasia kadang bikin tertekan, tapi ragu mencari orang yang tepat, ceritakan pada orang dengan 3 tipe kepribadian ini


Apa Itu Kepribadian Koleris?

9 hari lalu

Apa Itu Kepribadian Koleris?

Orang bertipe kepribadian koleris cenderung berkarakter pemimpin kelompok