Peran Bidan Turunkan Angka Stunting

Reporter

Editor

Mitra Tarigan

Ilustrasi Bidan. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah praktik bidan yang teregistrasi di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berkurang drastis selama tahun 2021 ke 2022. Kendati demikian, bidan berkontribusi penting dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Hal tersebut disampaikan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam acara Puncak Peringatan HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-71 yang diselenggarakan secara daring, Jumat 24 Juni 2022. Adapun tema HUT tahun ini adalah “Perjalanan Panjang Profesi Bidan Mewujudkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Maju”.

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu.

Dalam sambutannya, Hasto memberikan apresiasi kepada seluruh bidan di Tanah Air atas kerjasamanya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap Keluarga Berencana (KB) Pasangan Usia Subur (PUS) dan penurunan angka stunting di Indonesia.

Atas peran para bidan, kata Hasto, total fertility rate atau angka kesuburan total tahun 2021 turun dari 2,4 persen menjadi 2,24 persen melalui Pelayanan Serentak Sejuta Akseptor (PSA). Selain itu kehamilan usia 15-19 tahun juga menurun dari 20,25 per seribu yang sebelumnya mencapai 24 per seribu. “Kami mohon perhatian unmet need atau kebutuhan KB yang tidak terpenuhi memang membutuhkan peran bidan yang lebih lagi, sehingga mereka yang sebetulnya tidak ingin punya anak tapi belum bergerak KB ini meningkat di masa pandemi. Karena itu kita fokus ke KB pasca persalinan sebagai peran bidan dan menurunkan stunting,” kata Hasto.

Hasto menambahkan, jika dibandingan dengan negara-negara lain, jumlah bidan di Indonesia masih sangat rendah yakni 3,81 per 1.000 penduduk. Sementara di negara lain mencapai 23 per seribu penduduk.

Sementara itu, jumlah praktik bidan mandiri yang teregister di BKKBN juga mengalami penurunan yakni pada 2021 sebanyak 40.293 menjadi 14.386 pada 2022 ini. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi para bidan dalam memberikan pelayanan di masyarakat. 

BKKBN memiliki sejumlah strategi dalam menurunkan angka stunting melalui pemeriksaan kesehatan pra nikah, asupan makanan bergizi bagi ibu hamil, hingga seribu hari pertama kelahiran. Selain itu faktor lainnya adalah perbaikan sanitasi serta ekosistem lainnya seperti kemiskinan dan pendidikan.

BKKBN bersama para bidan akan terus memberikan pendampingan dan edukasi kepada keluarga berisiko stunting. Dia juga menitip pesan kepada para bidan untuk terus melakukan kampanye terkait jarak kelahiran. Sebab, berdasarkan data statistik memperlihatkan adanya hubungan erat antara stunting dengan jarak usia kelahiran yang terlalu dekat.

“Tekad kita bersama teman-teman bidan meskipun masyarakat masih miskin tapi bisa lah kalau didampingi dengan baik anaknya lahir berat badan 2,5 kilogram dan panjang 48 centimeter maka tidak stunting. Target kita akan seperti itu sehingga jadi bagian inkubasi yang kita rekayasa sehingga outputnya tidak stunting,” ujarnya.

Mantan Bupati Kulonprogo ini mengatakan masih ada tujuh provinsi di Indonesia yang memiliki prevalensi tinggi stunting di atas 30 persen, antara lain Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Barat, Aceh, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Papua, Gorontalo. 

Sementara lima provinsi lain memiliki risiko stunting lantaran jumlah penduduknya yang banyak antara lain, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Utara. “Kami tentu titip di wilayah-wilayah lain untuk dipertahankan agar tidak sampai kemudian angkanya meningkat tapi harus turun sampai 14 persen. Kalau angka-angka ini bisa menjadi sasaran di 12 provinsi maka ini menjadi skenario untuk 2024 menuju angka penurunan stunting 14 persen,” ujarnya.

BKKBN selama ini telah menjalin kerja sama dengan para bidan, di antaranya melaksanakan Gebyar Bulan Pelayanan KB dan diteruskan dengan pelayanan KB dalam rangka Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Baca: Begini Perbedaan Perawat, Suster dan Bidan






Kepala BKKBN Sebut Gempa Cianjur Meningkatkan Resiko Stunting

4 hari lalu

Kepala BKKBN Sebut Gempa Cianjur Meningkatkan Resiko Stunting

BKKN menyatakan terdapat 300-an keluarga pra sejahtera yang terdampak Gempa Cianjur. Resiko stunting di kawasan itu pun meningkat.


Bidan Maidiana, Belasan Tahun Mengabdi di Pedalaman

4 hari lalu

Bidan Maidiana, Belasan Tahun Mengabdi di Pedalaman

Untuk mencapai Desa Seumirah tempatnya mengabdi harus melintasi hutan, jalan berbatu, dan sungai.


Tekan Angka Stunting, BPIP dan BKKBN Libatkan Paskibraka Duta Pancasila

5 hari lalu

Tekan Angka Stunting, BPIP dan BKKBN Libatkan Paskibraka Duta Pancasila

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berkomitmen gotong royong dalam menekan angka stunting di Indonesia.


Gangguan Mental di Kalangan Remaja Meningkat, Ini Dampaknya pada Keluarga

7 hari lalu

Gangguan Mental di Kalangan Remaja Meningkat, Ini Dampaknya pada Keluarga

Gangguan mental atau mental emotional disorder di kalangan remaja di Indonesia terus meningkat. Hal ini menjadi tantangan bagi keluarga.


DPRD DKI Setuju Food Station Dapat PMD Rp1,2 Miliar Demi Harga Beras Terjangkau

14 hari lalu

DPRD DKI Setuju Food Station Dapat PMD Rp1,2 Miliar Demi Harga Beras Terjangkau

Komisi B DPRD DKI meminta harga beras fortifikasi di DKI Jakarta terjangkau


Petani Lebak Tanam Padi Nutrisi Zinc 1.000 Hektare

16 hari lalu

Petani Lebak Tanam Padi Nutrisi Zinc 1.000 Hektare

Petani Kabupaten Lebak melakukan gerakan tanam padi benih varietas nutrisi zinc seluas 1.000 hektare untuk membantu menurunkan angka stunting.


Anak Bertubuh Pendek Belum Tentu Stunting, Cek Perbedaannya

24 hari lalu

Anak Bertubuh Pendek Belum Tentu Stunting, Cek Perbedaannya

Tinggi badan anak tidak berkembang sesuai dengan usianya menjadi salah satu indikator stunting.


Orang Tua Harus Cerdas Atur Pengeluaran agar Gizi Anak Optimal

25 hari lalu

Orang Tua Harus Cerdas Atur Pengeluaran agar Gizi Anak Optimal

Investasi pemberian makanan sehat dan bergizi dalam keluarga seharusnya menjadi prioritas orang tua. Ini cara atur pengeluaran untuk siapkan gizi anak


Perbaikan Sanitasi, Edukasi dan Dukungan Gizi Penting Untuk Atasi Stunting

32 hari lalu

Perbaikan Sanitasi, Edukasi dan Dukungan Gizi Penting Untuk Atasi Stunting

Percepatan penurunan stunting merupakan prioritas nasional dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Ini cara cegah stunting


Serapan Belanja Daerah 53,4 Persen, Sri Mulyani Minta Pemda Juga Berinovasi

33 hari lalu

Serapan Belanja Daerah 53,4 Persen, Sri Mulyani Minta Pemda Juga Berinovasi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta pemerintah daerah turut berupaya menggenjot serapan belanja pada anggaran pendapatan dan belanja daerah