Prosedur Sedot Lemak atau Lipuosuction yang Aman, Pahami Risikonya Pula

Ilustrasi sedot lemak. Shutterstock

TEMPO.CO, JakartaMemiliki tubuh ideal menjadi hal yang penting untuk beberapa orang. Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan tubuh yang ramping. Bahkan beberapa orang melakukan sedot lemak agar tidak terlihat gemuk. Lantas apakah sedot lemak aman bagi tubuh dan bagaimana prosedurnya yang aman?

Mengutip dari Mayo Clinic, liposuction, sebutan medis sedot lemak adalah prosedur pembedahan yang menggunakan teknik hisap untuk menghilangkan lemak dari bagian tubuh tertentu seperti pinggul, paha, perut, lengan, bokong, leher, atau bagian lain yang membentuk kontur.

Banyak orang yang menganggap sedot lemak dapat membantu menurunkan berat badan, namun sedot lemak sebenarnya bukan metode yang tepat untuk menurunkan berat badan. Sedot lemak dilakukan untuk menghilangkan lemak-lemak dibagian tubuh tertentu untuk yang memiliki berat badan normal. 

Tahapan Sedot Lemak

Berdasarkan artikel dari laman NHS.uk prosedur yang aman dilakukan oleh dokter bedah di rumah sakit. Sebelum melakukan sedot lemak, pasien akan diberikan anestesi umum dan anestesi epidural untuk tubuh bagian bawah. Berikut tahapannya:

  1. Menyuntikkan campuran anestesi dan obat-obatan untuk mengurangi memar, bengkak, dan kehilangan darah

  2. Memecah sel lemak dengan pulsa laser atau dipancarkan(disemprot) dengan air bertekanan tinggi

  3. Pada bagian yang akan diambil akan disayat kecil untuk memasukkan tabung penghisap dari mesin vakum. Ukuran sayatan tergantung dengan lokasi yang akan disedot, semakin luas akan semakin besar sayatan

  4. Tabung hisap akan digerakkan hingga lemak tersedot maksimal

  5. Jika terdapat cairan dan darah yang ikut akan dikeringkan

  6. Setelah selesai, bekas sayatan akan dijahit dan dibalut.

Durasi yang diperlukan berbeda tergantung kuantitas, biasanya memerlukan waktu 1-3 jam namun selebihnya akan dirawat minimal satu malam. 

Setelah operasi sedot lemak, untuk mengurangi memar dan bengkak setelah operasi akan dipasang korset penyangga elastis selama beberapa minggu. Biasanya juga diberikan antibiotik untuk mengurangi risiko infeksi dan obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. 
 

Setelah sedot lemak terdapat efek samping yang akan dirasakan pasien, memar dan bengkak yang bertahan hingga 6 bulan, mati rasa dan dapat hilang antara 6-8 minggu, bekas luka, terjadi peradangan pada daerah yang disedot atau pembuluh darah di bawahnya, dan keluarnya cairan dari bekas luka. Bahkan terdapat efek samping yang fatal seperti edema atau penumpukan cairan di paru-paru dan emboli paru (pembekuan darah di paru-paru.

Meski sedot lemak dapat membantu menghilangkan lemak, mengutip dari WebMD, tubuh masih dapat memproduksi jaringan lemak baru dan berat badan bisa kembali naik. Agar operasi sedot lemak tidak sia-sia, sebaiknya melakukan diet tinggi protein, banyak makan buah dan sayur, biji-bijian, dan susu rendah lemak serta tetap berolahraga. 

TATA FERLIANA

Baca: Kenali 5 Risiko Sedot Lemak dari Kulit Kendur hingga Masalah Jantung

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Tampak Sepele, Kenali Tanda-tanda Gangguan Kelenjar Tiroid di Kaki

12 jam lalu

Tampak Sepele, Kenali Tanda-tanda Gangguan Kelenjar Tiroid di Kaki

Kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme tubuh dan bila tidak berfungsi dengan baik dapat menyebabkan nyeri otot dan persendian pada kaki.


Jangan Beli Obat Sirup tanpa Resep Dokter, Ini Pesan IDI

1 hari lalu

Jangan Beli Obat Sirup tanpa Resep Dokter, Ini Pesan IDI

IDI mengimbau masyarakat menghindari pembelian obat sirup secara mandiri tanpa resep dokter menyusul kembali munculnya kasus gagal ginjal akut.


3 Kiat Menghentikan Kebiasaan Makan Berlebihan di Malam Hari

1 hari lalu

3 Kiat Menghentikan Kebiasaan Makan Berlebihan di Malam Hari

Tips mencegah makan berlebihan di malam hari ini akan berguna bagi orang yang sedang menurunkan berat badan atau menghindari kembung.


Mengenal Sindrom Metabolik, Gangguan Kesehatan yang Terjadi Bersamaan Terkait Obesitas

3 hari lalu

Mengenal Sindrom Metabolik, Gangguan Kesehatan yang Terjadi Bersamaan Terkait Obesitas

Sindrom metabolik merupakan kondisi yang umum, kurang lebih sepertiga dari orang dewasa Amerika Serikat pernah mengidapnya.


5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Diet Gagal Bikin Berat Badan Turun

5 hari lalu

5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Diet Gagal Bikin Berat Badan Turun

Jika masih melakukannya sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari, jangan harap tujuan menurunkan berat badan akan tercapai.


4 Penyebab Gangguan Makan Dipengaruhi Psikologis, Apa Saja?

5 hari lalu

4 Penyebab Gangguan Makan Dipengaruhi Psikologis, Apa Saja?

Gangguan makan juga dipengaruhi kondisi kesehatan mental yang kompleks


Korelasi Infeksi Berulang dan Stunting Menurut Menkes

6 hari lalu

Korelasi Infeksi Berulang dan Stunting Menurut Menkes

Menkes menyebut stunting pada anak berkolerasi erat dengan berbagai penyakit yang menyebabkan infeksi berulang.


Pentingnya Wanita Menjaga Massa Otot Demi Kesehatan Jantung

6 hari lalu

Pentingnya Wanita Menjaga Massa Otot Demi Kesehatan Jantung

Menurut penelitian massa otot dapat menjadi salah satu cara membantu meningkatkan kesehatan jantung


Semakin Tua Berat Badan Mudah Naik Susah Turun Periksa 3 Hal Ini

6 hari lalu

Semakin Tua Berat Badan Mudah Naik Susah Turun Periksa 3 Hal Ini

Menjaga berat badan yang sehat adalah perjalanan seumur hidup dan tidak semua teknik berhasil untuk semua orang


3 Penyebab Anak Mengalami Underweight

7 hari lalu

3 Penyebab Anak Mengalami Underweight

Underweight mungkin tidak terlalu terlihat pada anak-anak karena mereka masih dalam tahap tumbuh dan berkembang, dan bertubuh kecil.