Retinitis Pigmentosa, Penyakit Mata Langka yang Belum Ditemukan Obatnya

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Ilustrasi mata. Pixabay.com

TEMPO.CO, Jakarta - Retinitis pigmentosa disingkat RP adalah penyakit mata langka yang menyerang retina, yakni lapisan di belakang mata yang berfungsi memicu impuls saraf melalui saraf optik ke otak untuk membentuk penglihatan. 

Melansir National Eye Institute, RP disebabkan oleh perubahan gen yang mengontrol sel-sel di retina. RP membuat sel-sel di retina yang disebut fotoreseptor rusak dan tidak berfungsi sebagaimaan mestinya. Penderita RP seiring waktu akan kehilangan penglihatannya.

RP merupakan penyakit genetik yang dibawa sejak lahir. Seperti disebutkan di awal, penyakit ini sangat langka. Melansir Web MD, RP diperkirakan hanya diderita 1 dari 4.000 orang.  

Gejala Retinitis Pigmentosa

Gejala awal RP yang paling umum adalah hilangnya penglihatan pada malam hari, biasanya dimulai ketika masa kanak-kanak. Anak-anak dengan gejala awal RP akan kesulitan bergerak dalam gelap atau menyesuaikan diri dengan cahaya redup. 

RP juga menyebabkan hilangnya penglihatan samping (perifer) sehingga penderitanya akan kesulitan melihat sesuatu dari dari sudut mata. Seiring waktu, bidang penglihatan Anda menyempit hingga Anda hanya memiliki beberapa penglihatan sentral.

Beberapa orang dengan RP kehilangan penglihatan mereka lebih cepat daripada yang lain. Akhirnya, kebanyakan orang dengan RP kehilangan penglihatan samping dan penglihatan sentral mereka.

RP berhubungan dengan banyak gen yang berbeda dan dapat diwariskan dengan cara yang berbeda. Terkadang RP terjadi sebagai bagian dari kondisi genetik lainnya, seperti sindrom Usher. Sindrom Usher menyebabkan gangguan penglihatan dan pendengaran.

Tidak ada obat untuk RP. Tetapi sejumlah penanganan dapat memperlambat kehilangan penglihatan, diantaranya:

Konsumsi Acetazolamide:  Pada tahap selanjutnya dari RP, area kecil di tengah retina dapat membengkak. Ini disebut edema makula yang bisa mengurangi kemampuan penglihatan. Obat ini dapat meredakan pembengkakan dan meningkatkan penglihatan.

Konsumsi Vitamin A palmitat: Dosis tinggi senyawa ini dapat sedikit memperlambat retinitis pigmentosa setiap tahun. Perlu berhati-hati dalam pemakaian karena dosis yang terlalu banyak bisa menjadi racun. 

Menggunakan kacamata hitam: Ini membuat mata lebih tidak sensitif terhadap cahaya dan melindungi mata dari sinar ultraviolet berbahaya yang dapat mempercepat kehilangan penglihatan.

Demikian seluk-beluk retinitis pigmentosa, salah satu penyakit mata yang bisa berujung buta.  

HATTA MUARABAGJA
Baca juga : Tes Tonometri, Pemeriksaan Tekanan Bola Mata untuk Mencegah Risiko Gloukoma

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.






Apakah Glaukoma Bisa Disembuhkan?

30 hari lalu

Apakah Glaukoma Bisa Disembuhkan?

Salah satu pertanyaan yang sering diutarakan ketika membahas glaukoma adalah apakah glaukoma dapat disembuhkan?


Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Permanen, Betulkah Hanya Disebabkan Diabetes?

30 hari lalu

Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Permanen, Betulkah Hanya Disebabkan Diabetes?

Glaukoma adalah penyakit mata yang menyerang saraf penglihatan karena tekanan cairan dalam bola mata meningkat. Betulkah hanya karena diabetes?


Mengenali Kondisi Penglihatan Rabun Jauh

53 hari lalu

Mengenali Kondisi Penglihatan Rabun Jauh

Rabun jauh kondisi penglihatan terhadap objek yang dekat tampak jelas. Tapi, objek yang jauh terlihat buram


Apakah Lensa Blue Ray Terbukti Bermanfaat Menangkal Cahaya Biru?

31 Agustus 2022

Apakah Lensa Blue Ray Terbukti Bermanfaat Menangkal Cahaya Biru?

Lensa blue ray dianggap mampu melindungi agar mata tak mengalami ketegangan dan mengurangi risiko kerusakan retina


Mengenal Ablasio Retina dan Penyebabnya

24 Agustus 2022

Mengenal Ablasio Retina dan Penyebabnya

Ablasio retina merupakan penyakit ketika pada lapisan retina terjadi suatu robekan atau lubang yang menyebabkan lapisan ini terangkat.


Lakukan Kebiasaan Berikut untuk Cegah Rabun Jauh atau Miopi

4 Agustus 2022

Lakukan Kebiasaan Berikut untuk Cegah Rabun Jauh atau Miopi

Rabun jauh bisa dicegah dengan kebiasaan-kebiasaan berikut. Lindungi mata dari paparan sinar matahari atau ultraviolet, salah satunya.


Waspadai Masalah Mata Akibat Diabetes Melitus

29 Juli 2022

Waspadai Masalah Mata Akibat Diabetes Melitus

Masyarakat diminta mewaspadai penyakit mata terkait diabetes melitus dan pertambahan usia sehingga dapat terdeteksi dini dan ditangani secara tepat.


Lewat Komik, Dokter FK UB Edukasi Kesehatan Mata Anak

27 Juli 2022

Lewat Komik, Dokter FK UB Edukasi Kesehatan Mata Anak

Tiga dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) merilis komik bertema kesehatan mata. Mereka mengenalkan penyakit mata akibat gawai.


Warna Apa Saja yang Terlihat Jelas dalam Penglihatan Anjing?

18 Juli 2022

Warna Apa Saja yang Terlihat Jelas dalam Penglihatan Anjing?

Kemampuan anjing melihat warna lebih sedikit daripada manusia


Mengenal Jenis-jenis Buta Warna yang Perlu Anda Ketahui

9 Juni 2022

Mengenal Jenis-jenis Buta Warna yang Perlu Anda Ketahui

Ada tiga jenis buta warna yang dapat dipisahkan menjadi tiga kategori berbeda. Apa saja?