Waspadai Tren Kasus COVID-19 yang Meningkat, Ini Pesan Pakar

Reporter

Warga mengikuti Vaksin Booster Covid 19 yang diselenggarakan oleh RSUD Kecamatan Johar Baru di GOR Johar Baru, Jakarta, Selasa 14 Juni 2022. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat untuk melakukan vaksinasi dosis tambahan atau booster untuk menekan penularan virus corona subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Menurut laporan terakhir Balitbangkes Kemenkes RI per 26 Juli 2022, kasus COVID-19 mengalami tren peningkatan 30,86 persen dari sepekan sebelumnya dengan kasus harian rata-rata 5.000-6.000 lebih pasien. Sementara peningkatan kasus aktif mencapai 45,93 persen dari pekan sebelumnya dengan rata-rata harian berkisar 38.960 pasien. 

Direktur Pasca-Sarjana Universitas YARSI, Prof. Tjandra Yoga Aditama, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai tren peningkatan kasus dan kematian akibat COVID-19 di Indonesia.

"Yang meninggal di negara kita sejak Juni 2022 selalu di bawah sepuluh orang tapi dalam beberapa hari terakhir ini bukan hanya kasus harian sudah di atas 6.000 orang, tetapi juga yang meninggal naik menjadi di atas sepuluh orang," kata Tjandra.

Berdasarkan perspektif kesehatan, saat ini terjadi kecenderungan kenaikan kasus dan meninggal dari waktu ke waktu yang perlu di waspadai bersama. Sebagai ilustrasi, Australia mengalami angka kematian tertinggi akibat COVID-19 per hari pada 28 Januari 2022, yaitu 155 orang. 

"Di masa Omicron yang sekarang, maka sudah ada peningkatan tinggi kematian lagi," ujarnya.

Pakar ilmu kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengatakan pada 27 Juli 2022 jumlah kasus meninggal di Australia sudah 126 orang per hari, sudah makin mendekati puncak kematian yang lalu. Sementara itu di Jepang, kasus baru harian tertinggi pada 5 Februari 2022 berjumlah 102.775 orang. Tapi pada masa Omicron sekarang, pada 27 Juli 2022, kasus baru sudah mencapai 209.694 orang.

"Jumlah tersebut dua kali lipat dari puncak kasus yang pernah dialami Jepang selama ini," jelasnya.

Tren kematian dilaporkan menurun berkisar 8,47 persen atau rata-rata sembilan jiwa selama sepekan. Sedangkan jumlah pasien COVID-19 yang menjalani isolasi di rumah sakit meningkat berkisar 19,89 persen dengan laju selama sepekan berjumlah rata-rata 2.615 pasien. Pasien COVID-19 yang dirawat intensif meningkat 24,89 persen atau rata-rata sepekan mencapai 296 pasien.

"Tentu kita tidak ingin peningkatan kasus yang terjadi sekarang jadi dua kali lipat dari puncak yang lalu dan juga jangan sampai kematian mendekati puncak yang lalu juga," harapnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Kembali Tinggi, Perhatikan Juga Gejala di Perut






PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

2 menit lalu

PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali


Jokowi: Sebentar Lagi Akan Kita Nyatakan Pandemi Berakhir

20 jam lalu

Jokowi: Sebentar Lagi Akan Kita Nyatakan Pandemi Berakhir

Jokowi menyatakan ada kemungkinan pemerintah dalam waktu dekat bakal menyatakan pandemi Covid-19 berakhir. Ini sebabnya.


DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

1 hari lalu

DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Ahad, 2 Oktober 2022, bertambah 1.322 kasus dengan provinsi penyumbang tertinggi DKI Jakarta.


Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

1 hari lalu

Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

Ratusan penghuni Apartemen Lavande Residences, Jakarta Selatan mengikuti kegiatan donor darah bertempat di lantai dasar apartemen.


Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

3 hari lalu

Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

Update Covid hari ini Jumat 30 September 2022 bertambah 1.857 kasus sehingga total mencapai 6.431.624 orang.


Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

3 hari lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir


Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

4 hari lalu

Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

Jokowi ingin pengendalian inflasi dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah.


Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

4 hari lalu

Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan kebijakan baru tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker dalam pesawat terbang.


Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

4 hari lalu

Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

Sri Mulyani menjelaskan, masalah utama pandemi Covid-19 adalah terancamnya jiwa manusia.


Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

5 hari lalu

Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

Covid-19 dan flu memiliki gejala yang serupa, namun terdapat perbedaan antara keduanya. Perlu memperhatikan perbedaannya.