5 Ciri Compulsive Shopping atau Belanja Kompulsif

Ilustrasi belanja / masyarakat kelas menengah. ANTARA/Puspa Perwitasari

TEMPO.CO, Jakarta - Compulsive shopping atau belanja kompulsif jenis gangguan kontrol  perilaku untuk berbelanja terus-menerus. Mengutip American Psychiatric Association menjelaskan, seseorang yang mengalami belanja kompulsif tak menganggap perilakunya sebagai masalah. Para peneliti pun masih memperdebatkan belanja kompulsif tergolong gangguan adiktif, obsesif kompulsif, kesulitan mengendalikan suasana hati, atau kontrol impuls.

Belanja kompulsif juga tidak tercantum dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). Sebagian besar orang yang berbelanja secara memaksakan diri melakukan itu untuk menutupi emosi yang sulit, seperti stres, kecemasan, dan harga diri yang rendah. Namun berbelanja hanya memberikan kelegaan sementara. Ketakmampuan untuk mengendalikan belanja rentan menimbulkan rasa bersalah dan malu.

Mengutip publikasi ilmiah Psychiatry Res Neuroimaging, belanja kompulsif hampir sama dengan perilaku kecanduan pesta makan dan perjudian. Perilaku ini sering terjadi bersamaan dengan masalah depresi, kecemasan, dan gangguan makan. Biasanya belanja kompulsif banyak dialami oleh kelompok usia 30 tahun ketika seseorang sudah mencapai kemandirian finansial.

Ciri compulsive shopping 

1. Membeli karena dorongan keinginan semata

Mengutip Psychology Today, pembeli yang berbelanja secara kompulsif kerap kali membeli suatu barang secara cepat menuruti dorongan keinginan. Biasanya, sering mencoba menyembunyikan kebiasaan belanja kompulsif kepada orang lain. Pembeli yang kompulsif berkembang menjadi penimbun pada kemudian hari setelah barang belanjaan terus terkumpul sepanjang waktu.

2. Kalap

Pembeli kompulsif mengalami gelombang kegembiraan ketika membeli suatu barang. Pengalaman gembira berlebihan bukan karena memiliki suatu barang, melainkan dari tindakan membeli. Gelombang kegembiraan ini sering dialami ketika mereka melihat barang yang diinginkan tanpa mempertimbangkan untuk membelinya. Kegembiraan ini bersifat candu.

3. Belanja untuk meredam emosi

Belanja kompulsif upaya untuk mengisi kekosongan emosional, seperti kesepian, kurang kontrol, atau merasa rendah harga diri. Suasana hati yang negatif, seperti pertengkaran atau frustrasi mendorong keinginan untuk berbelanja. Merujuk Buying to Blunt Negative Feelings: Materialistic Escape From the Self, penurunan emosi negatif bersifat sementara. Nanti perasaan ini digantikan peningkatan kecemasan atau rasa bersalah.

4. Rasa bersalah dan penyesalan

Belanja kompulsif diikuti perasaan menyesal. Seseorang merasa bersalah dan tidak bertanggung jawab atas pembelian yang dianggap memanjakan diri. 

5. Sebal ketika membayar menggunakan uang tunai

Belanja kompulsif ditandai munculnya rasa sebal ketika membayar langsung menggunakan uang tunai. Itu jika dibandingkan membayar dengan kartu kredit atau tanpa uang tunai. Kekuatan psikologis utama dari kartu kredit memisahkan kesenangan membeli dari kejengkelan membayar. Sebab, kartu kredit merayu untuk berpikir tentang aspek positif dari pembelian. 

Baca: Belanja Kompulsif tak Terkendali secara Terus-menerus, Apa Itu Compulsive Shopping?

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Cegah Tragedi Kanjuruhan Terulang, Ajarkan Rivalitas Sehat pada Anak

10 jam lalu

Cegah Tragedi Kanjuruhan Terulang, Ajarkan Rivalitas Sehat pada Anak

Terkait tragedi Kanjuruhan, psikolog membagikan kiat untuk para orang tua agar bisa mengajarkan rivalitas yang sehat kepada anak-anak.


Yang Harus Dilakukan setelah Putus Cinta

2 hari lalu

Yang Harus Dilakukan setelah Putus Cinta

Ada langkah-langkah yang dapat membantu untuk segera pulih dari putus cinta. Berikut tips agar patah hati tak berkepanjangan.


Sri Mulyani: 40 Persen Belanja Pemerintah Pusat dan Daerah Ada di Kuartal IV 2022

4 hari lalu

Sri Mulyani: 40 Persen Belanja Pemerintah Pusat dan Daerah Ada di Kuartal IV 2022

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pemerintah masih memiliki daya belanja yang besar hingga kuartal IV - 2022. Ini untuk menopang ekonomi hingga akhir tahun supaya bisa tumbuh di atas 5 persen sepanjang 2022.


Banggar DPR dan Sri Mulyani Sepakati RAPBN 2023, Defisit Rp 598,2 Triliun

6 hari lalu

Banggar DPR dan Sri Mulyani Sepakati RAPBN 2023, Defisit Rp 598,2 Triliun

Sri Mulyani mengatakan Rancangan APBN 2023 akan dibawa ke pembicaraan tingkat II untuk disetujui dalam sidang paripurna.


5 Kebiasaan Perawatan Diri yang Dapat Meningkatkan Hubungan Percintaan

6 hari lalu

5 Kebiasaan Perawatan Diri yang Dapat Meningkatkan Hubungan Percintaan

Meluangkan waktu untuk perawatan diri sendiri benar-benar suatu keharusan untuk setiap hubungan yang sehat.


Kick Avenue Fair Hadir, Ada Diskon Belanja Hingga 70 Persen

8 hari lalu

Kick Avenue Fair Hadir, Ada Diskon Belanja Hingga 70 Persen

Kick Avenue Fair akan digelar pada 26 September - 26 Oktober 2022. Festival belanja ini tawarkan diskon belanja hingga 70 persen.


Kiat Meraih Kebahagiaan dari Psikolog

9 hari lalu

Kiat Meraih Kebahagiaan dari Psikolog

Psikolog menjelaskan salah satu kunci meraih kebahagiaan adalah dengan menikmati momen saat ini.


Istri Presiden Honduras Dihukum 14 Tahun, Pakai Dana Anak Miskin untuk Bayar Tagihan

11 hari lalu

Istri Presiden Honduras Dihukum 14 Tahun, Pakai Dana Anak Miskin untuk Bayar Tagihan

Mantan Ibu Negara Honduras dijatuhi hukuman 14 tahun penjara atas tuduhan penipuan dan penyelewengan dana yang ditujukan untuk program sosial.


Pasar Jaya Terus Siapkan Kenyamanan Berbelanja di Jakarta

12 hari lalu

Pasar Jaya Terus Siapkan Kenyamanan Berbelanja di Jakarta

Revitalisasi pasar di Jakarta tak semata fisik bangunan. Pasar Jaya juga menyiapkan dan membenahi fasilitas lainnya guna memberi rasa nyaman untuk pedagang dan pembeli.


Hal yang Harus Dilakukan ketika Mengetahui Pasangan Selingkuh

13 hari lalu

Hal yang Harus Dilakukan ketika Mengetahui Pasangan Selingkuh

Prosesnya mungkin tidak mudah, tetapi dengan mengikuti saran ahli, pemulihan dari rasa sakit karena perselingkuhan akan lebih cepat dan sehat.