Alergi Kucing, Apakah karena Bulunya?

Ilustrasi kucing. Sumber: Unsplash/asiaone.com

TEMPO.CO, Jakarta - Alergi binatang alergi terjadi saat sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap air liur, sel kulit mati, bulu, urine hewan peliharaan. Paparan alergen itu bisa berkembang di mana saja, bahkan yang tak ada hewan peliharaan.

Mengutip Health Direct, sekitar 1 dari 5 orang mengalami alergi binatang. Sebagian besar alergi kucing atau anjing. Adapun binatang lainnya, yaitu marmut, tikus, kuda, dan burung. 

Merujuk Asthma Allergy and Foundation of America, sekitar 7 dari 10 rumah tangga di Amerika Serikat memiliki hewan peliharaan. Tapi banyak juga orang yang alergi binatang, terutama yang memiliki riwayat asma.

Mengapa kucing bisa menyebabkan alergi?

Bila hidung dan mata berair, kemudian mengalami bersin atau bengek setelah menyentuh kucing, kemungkinan mengalami alergi. Merujuk The American College of Allergy, Asthma and Immunology, alergi kucing bisa menyebabkan gejala yang konstan, karena paparan bisa terjadi di tempat kerja, sekolah, penitipan anak, atau di lingkungan dalam ruangan lainnya. Walaupun tempat itu tak ada kucing.

Mengutip WebMD, sekitar 10 persen masyarakat Amerika Serikat memiliki riwayat alergi hewan peliharaan. Kucing termasuk hewan peliharaan yang rentan menyebabkan alergi. Reaksi alergi tersebab kucing dua kali lebih umum daripada anjing. Orang yang sensitif kucing sangat alergi terhadap zat dalam air liur, urine, dan bulu, dan serpihan kulit kering.

Itu sebabnya, panjang bulu kucing, jenisnya, dan waktu bersama kucing di dalam ruangan tak mempengaruhi tingkat alergen kucing. Karakteristik sistem kekebalan tubuh manusia yang mempengaruhi reaksi alergi jika terpapar alergen. Orang yang alergi hewan peliharaan cenderung punya reaksi yang sama terhadap serbuk sari dan tungau debu.

Gejala alergi

Gejala alergi kucing tergantung sensitivitas individu. Variabel itu mempengaruhi seberapa cepat gejala berkembang setelah terpapar. Orang yang sangat sensitif mengalami gejala masalah pernapasan atau ruam. Bahkan, bisa saja dalam beberapa menit setelah menyentuh kucing.

Gejala alergi biasanya antara lain bersin, demam, mengi, gatal, ruam. Gejala mungkin akan muncul beberapa jam setelah menyentuh kucing. Diagnosis alergi hewan peliharaan merujuk riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik. Dokter mungkin merujuk ke spesialis alergi untuk tes kulit atau darah.

Tes ini memberi sejumlah kecil alergen kucing ditempatkan di kulit yang dilubangi secara steril untuk memungkinkan meresap dalam permukaan kulit. Setelah  beberapa saat, ahli medis akan memantau tanda-tanda pembengkakan atau kemerahan yang menandakan reaksi alergi. Biasanya hasil akan jelas dalam waktu 15 menit sampai 20 menit.

Baca: Mengapa Orang Bisa Mengalami Alergi Binatang atau Hewan Peliharaan?

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini. 






3 Penyebab Angioedema atau Pembengkakan Kulit

2 hari lalu

3 Penyebab Angioedema atau Pembengkakan Kulit

Pembengkakan di bawah kulit tanpa nyeri berkemungkinan menandakan angioedema


5 Daya Pikat Siprus sebagai Destinasi Wisata

4 hari lalu

5 Daya Pikat Siprus sebagai Destinasi Wisata

Siprus dihuni kucing lebih banyak daripada populasi manusia


Jawa Barat Sediakan 55 Ribu Vaksin Rabies Gratis

5 hari lalu

Jawa Barat Sediakan 55 Ribu Vaksin Rabies Gratis

DKPP Jabar mengalokasikan vaksin rabies sebanyak 55.000 dosis, yang bersumber dari APBD dan APBN yang kita distribusikan ke 27 kabupaten/kota.


Makan Mangga Saat Program Diet Turunkan Berat Badan Bukan Ide Bagus, Kenapa?

5 hari lalu

Makan Mangga Saat Program Diet Turunkan Berat Badan Bukan Ide Bagus, Kenapa?

Mangga sebaiknya tidak dikonsumsi untuk beberapa faktor berikut ini, salah satunya saat jalankan program diet turunkan berat badan. Mengapa?


Apa itu Anafilaksis atau Alergi Parah yang Mematikan? Ketahui Gejala dan Penyebabnya

8 hari lalu

Apa itu Anafilaksis atau Alergi Parah yang Mematikan? Ketahui Gejala dan Penyebabnya

Bagi beberapa orang yang memiliki alergi parah, paparan terhadap alergen dapat mengakibatkan reaksi yang mengancam jiwa disebut anafilaksis.


Cold Urticaria: Sederet Cara Menangani Alergi Dingin

8 hari lalu

Cold Urticaria: Sederet Cara Menangani Alergi Dingin

Beberapa orang akan mengalami masalah alergi dingin atau cold urticaria. Meski tidak ada obat untuk alergi ini, namun alergi dingin dapat dikelola


Pakar Ingatkan Kaitan Alergi dan Camilan

12 hari lalu

Pakar Ingatkan Kaitan Alergi dan Camilan

Pakar gizi mengingatkan menyantap camilan bisa memunculkan gejala alergi yang dapat kambuh. Ini yang perlu diperhatikan.


6 Tips Aman Memperkenalkan Makanan yang Berpotensi Picu Alergi pada Anak

12 hari lalu

6 Tips Aman Memperkenalkan Makanan yang Berpotensi Picu Alergi pada Anak

Memperkenalkan alergen sejak dini dapat mengurangi risiko alergi makanan tertentu hingga 80 persen.


Bisa Kambuh, Lakukan 4 Hal Ini untuk Menangani Penyakit Vertigo

12 hari lalu

Bisa Kambuh, Lakukan 4 Hal Ini untuk Menangani Penyakit Vertigo

Apabila vertigo terasa semakin berat dan terjadi berulang kali, perlu ketahui 4 cara menangani penyakit vertigo ini.


4 Tips Mencegah Alergi Udang Tak Kumat

12 hari lalu

4 Tips Mencegah Alergi Udang Tak Kumat

Alergi udang dapat dicegah dengan tidak mengonsumsi atau berkontak langsung dengan udang atau zat yang terkandung di dalamnya.