Apa itu Konseling Psikososial?

Ilustrasi pria konsultasi dengan Psikolog. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Konseling psikososial dibutuhkan ketika salah satu pihak memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan fungsi mental. Mengutip publikasi Konseling Psikososial bagi Pelaku Pencurian, konseling psikososial merupakan proses yang dilakukan secara tatap muka antara konselor dan konseli untuk membantu memecahkan masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan, dan perilaku yang dipengaruhi lingkungan.

Merujuk publikasi Woman Trafficking dan Konseling Psikososial sebagai Penolong, konseling psikososial biasanya berhubungan dengan masalah ego yang lemah. Tujuan konseling psikososial ini untuk memfungsikan ego konseli kembali secara penuh.

Standar keberhasilan dari konseling psikososial terjadi ketika konseli merasa mampu mengatasi masalahnya tanpa menjadikan masa lalu sebagai hambatan. Konseli mampu mengoptimalkan potensi dirinya demi menggapai impiannya.

Konseling psikososial merupakan proses berkelanjutan dan sistematis yang perlu keberlanjutan antara proses awal, tengah, dan akhir. Setiap bagian dari proses ini memiliki kegiatan spesifik yang bisa diintegrasikan dengan berbagai pendekatan konseling.

Fungsi konseling psikososial

1. Pembelaan

Konseling psikososial membantu konseli untuk mendapat pembelaan atas hak dan kepentingannya yang kurang mendapatkan perhatian.

2. Pengentasan

Fungsi pengentasan dilakukan secara perorangan, sebab tiap masalah seseorang memiliki keunikan masing-masing. Penanganan pun harus sesuai kondisi masing-masing masalah. Setiap konselor perlu memiliki berbagai keterampilan dan ketersediaan untuk menangani berbagai masalah.

3. Penyaluran

Konseling psikososial harus berupaya untuk mengenali individu perorangan.Selanjutnya menyalurkan bantuan mengarah kegiatan atau program yang bisa menunjang tercapainya keberhasilan konseling.

Pelaksanaan konseling psikososial

1. Membantu konseli untuk mengkaji perasaannya mengenai kehidupan, peranan, penampilan.

2. Konselor bisa mendiskusikan tujuan dan masa depan konseli sekaligus potensi yang dimiliki. Konselor diharapkan membawa konseli untuk melihat hubungan yang signifikan antara masa depan dan tujuan hidup klien dengan kondisinya sekarang.

3. Konselor bisa mendiskusikan bersama konseli tentang berbagai hambatan untuk mencapai impian atau harapannya.

4. Konselor mengajak konseli untuk melakukan proses interpretasi dan refleksi untuk mengkaji diri sendiri dan lingkungannya. Konselor  bisa mengarahkan konseli untuk melihat hubungan antara anggapan itu dengan tingkah lakunya.

5. Konselor membantu konseli untuk menemukan hasrat, kemauan, dan semangat yang lebih baik dalam kaitannya dengan hubungan sosial.

Baca: Terapi Psikososial, Terapi yang Perlu Dilakukan untuk Korban NAPZA

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Belajar dari Tragedi Kanjuruhan, Tanamkan Mental Rivalitas Sehat sejak Dini

11 jam lalu

Belajar dari Tragedi Kanjuruhan, Tanamkan Mental Rivalitas Sehat sejak Dini

Psikolog dan sosiolog memberikan saran terkait tragedi Kanjuruhan agar tak terulang lagi di masa datang.


Tanda Cinta Pasangan Sudah Pudar dan Cara Memperbaikinya

21 jam lalu

Tanda Cinta Pasangan Sudah Pudar dan Cara Memperbaikinya

Menjalani hubungan cinta yang monoton sering menimbulkan rasa bosan yang jelas tak bisa disalahkan. Mungkin pasangan sudah merasakan kebosanan.


Hal yang Bisa Dilakukan saat Teman Kehilangan Seseorang karena Bunuh Diri

6 hari lalu

Hal yang Bisa Dilakukan saat Teman Kehilangan Seseorang karena Bunuh Diri

Teman sedang sedih dan berduka karena kehilangan seseorang akibat bunuh diri. Ini yang bisa Anda lakukan sebagai sahabat.


Masalah yang Sering Muncul saat Memilih Alat Kontrasepsi

6 hari lalu

Masalah yang Sering Muncul saat Memilih Alat Kontrasepsi

Ginekolog mengibaratkan memilih alat kontrasepsi, khususnya bagi wanita, seperti memilih suami. Artinya tergantung pada kecocokan.


3 Langkah Mudah Mengelola Stres : Atur Napas, Buat Jurnal, dan Tetap Positif

6 hari lalu

3 Langkah Mudah Mengelola Stres : Atur Napas, Buat Jurnal, dan Tetap Positif

Hal sederhana yang bikin stres, seperti kemacetan dan deadline, dapat memicu saraf simpatik, mempengaruhi tidur, pencernaan, dan metabolisme.


Memahami Makna Self Healing yang Sesungguhnya

6 hari lalu

Memahami Makna Self Healing yang Sesungguhnya

Tak sedikit yang beranggapan self healing berarti bepergian ke tempat-tempat mahal atau sekedar jalan-jalan yang menguras uang. Bagaimana faktanya?


Kiat Meraih Kebahagiaan dari Psikolog

9 hari lalu

Kiat Meraih Kebahagiaan dari Psikolog

Psikolog menjelaskan salah satu kunci meraih kebahagiaan adalah dengan menikmati momen saat ini.


Ciri Pasangan yang Tulus Mencintai

10 hari lalu

Ciri Pasangan yang Tulus Mencintai

Tak perlu bertanya-tanya soal cinta pasangan. Berikut 10 tanda yang akan muncul apabila ia tulus mencintai Anda.


Psikolog Ingatkan Dampak Media Sosial dan Kesehatan Mental Remaja

12 hari lalu

Psikolog Ingatkan Dampak Media Sosial dan Kesehatan Mental Remaja

Psikolog mengatakan terlalu banyak bermain media sosial dapat mempengaruhi perkembangan otak dan kondisi psikologis remaja.


3 Jenis Perasaan Ini Tergolong Sulit Dijelaskan

16 hari lalu

3 Jenis Perasaan Ini Tergolong Sulit Dijelaskan

Berbagai perasaan tak semua bisa dikenali secara langsung seperti sedih, senang, marah