Terapkan Kebiasaan Berikut untuk Mencapai Umur Panjang

Reporter

Ilustrasi pasangan lansia. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang ingin memiliki umur panjang. Kebiasaan berikut ternyata bisa membuat panjang umur. Dilansir Healthline.com, banyak orang berpikir umur panjang sangat ditentukan oleh genetika.

Namun, faktanya gen hanya berperan jauh lebih sedikit dan faktor kebiasaan seperti pola makan serta gaya hiduplah yang menjadi kunci umur panjang. Berikut kebiasaan-kebiasaan yang bisa membuat panjang umur.

Hindari makan berlebihan 
Asupan makanan ternyata punya andil dalam kebiasaan yang bisa membuat umur panjang. Penelitian pada hewan menunjukkan pengurangan 10-50 persen asupan kalori normal dapat meningkatkan umur maksimal. Lalu, dalam studi populasi manusia berumur panjang yang terkenal mengamati hubungan antara asupan kalori rendah, umur panjang, dan kemungkinan penyakit yang lebih rendah. Terlebih lagi, pembatasan kalori dapat membantu mengurangi kelebihan berat badan dan lemak perut, kedua faktor ini sangat terkait dengan rentang hidup yang lebih pendek. 

Makan lebih banyak kacang 
Memakan lebih banyak kacang-kacangan bisa menjadi faktor panjang umur karena kaya protein, serat, antioksidan, dan senyawa tanaman yang bermanfaat. Kacang-kacangan juga sumber yang bagus dari beberapa vitamin dan mineral, seperti tembaga, magnesium , kalium, folat, niasin, vitamin B6, dan vitamin E.

Beberapa penelitian juga menunjukkan kacang memiliki efek menguntungkan pada penyakit jantung, tekanan darah tinggi, peradangan, diabetes, sindrom metabolik, kadar lemak perut, dan bahkan beberapa bentuk kanker. Penelitian menemukan orang yang makan setidaknya tiga porsi kacang per minggu memiliki risiko kematian dini 39 persen lebih rendah dari yang jarang mengonsumsinya. 

Konsumsi olahan kunyit 
Kunyit merupakan pilihan ketika menolak penuaan karena mengandung senyawa bioaktif ampuh yang disebut kurkumin. Kurkumin pada kunyit juga memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi, dianggap dapat membantu menjaga fungsi otak, jantung, paru-paru, serta melindungi terhadap kanker dan penyakit terkait usia. 

Fisik tetap aktif 
Sedikitnya 15 menit olahraga per hari dapat membantu mencapai tujuan hidup lebih lama. Menurut penelitian, risiko kematian dini dapat menurun sebesar 4 persen untuk setiap tambahan 15 menit aktivitas fisik harian. Sebuah tinjauan baru-baru ini mengamati risiko kematian dini 22 persen lebih rendah pada individu yang berolahraga meskipun melakukannya kurang dari yang direkomendasikan pada angka 150 menit per minggu, yang memiliki kemungkinan 28 persen lebih kecil untuk meninggal lebih awal.  

Jangan merokok dan minum alkohol 
Orang yang merokok dapat kehilangan hingga 10 tahun kehidupan dan tiga kali lebih mungkin meninggal lebih awal dibandingkan yang tidak pernah merokok. Satu studi melaporkan orang yang berhenti merokok pada usia 35 dapat memperpanjang hidup hingga 8,5 tahun. Selain itu, berhenti merokok di usia 60-an juga setidaknya dapat menambah kemungkinan hidup hingga 3,7 tahun.

Peminum alkohol berat selalu dikaitkan dengan penyakit hati, jantung, dan pankreas, serta peningkatan risiko kematian dini. Hasil penelitian selama 29 tahun menunjukkan pria yang suka anggur 34 persen lebih kecil kemungkinan meninggal lebih awal daripada yang lebih suka bir atau minuman keras lain.

Selain itu, minuman beralkohol sangat berpengaruh dalam peningkatan penyakit seperti penyakit jantung, diabetes, gangguan neurologis, dan sindrom metabolik. Oleh karena itu, disarankan agar wanita minum tak lebih 1-2 gelas per hari dan maksimal tujuh gelas per minggu. Sedangkan pria harus menjaga asupan harian kurang dari tiga gelas dan maksimal 14 gelas per minggu.

Prioritaskan kebahagiaan 
Faktanya, orang yang lebih bahagia berkurang 3,7 persen risiko kematian dini selama periode studi 5 tahun. Sebuah penelitian terhadap 180 biarawati Katolik yang menganalisis tingkat kebahagiaan mereka dan hasilnya kebahagiaan ini berpengaruh terhadap umur panjang. Mereka yang merasa paling bahagia pada usia 22 tahun memiliki kemungkinan 2,5 kali lebih besar untuk tetap hidup dalam enam dekade kemudian. Adapun, tinjauan dari 35 penelitian menunjukkan orang yang bahagia dapat hidup hingga 18 persen lebih lama daripada yang kurang bahagia. 

Hindari stres dan kecemasan kronis 
Kecemasan dan stres dapat secara signifikan mengurangi umur. Misalnya, wanita yang mengalami stres atau kecemasan dilaporkan dua kali lebih mungkin meninggal karena penyakit jantung, stroke, atau kanker paru-paru. Sedangkan risiko kematian dini ini lebih berpengaruh hingga tiga kali lebih tinggi pada pria yang cemas atau stres dibandingkan dengan yang lebih santai. Lalu, studi menunjukkan orang yang pesimis memiliki risiko kematian dini 42 persen lebih tinggi daripada yang lebih optimis. Tawa dan pola hidup yang positif dapat mengurangi stres serta berpotensi memperpanjang hidup. 

Kembangkan lingkar pertemanan 
Para peneliti melaporkan b orang yang memelihara jejaring sosial yang sehat atau pertemanan ternyata dapat membantu hidup hingga 50 persen lebih lama. Studi juga menemukan fakta jejaring sosial yang sehat akan sangat berpengaruh pada perubahan positif, seperti pada jantung, otak, hormonal, dan fungsi kekebalan tubuh, yang dapat menurunkan risiko penyakit kronis. Selain itu, penelitian melaporkan memberikan dukungan kepada orang lain mungkin lebih bermanfaat daripada menerimanya. Selain menerima perawatan dari teman dan keluarga, pastikan untuk membalas kebaikan itu. 

Lebih berhati-hati 
Lebih berhati-hati mengacu pada kemampuan  untuk disiplin diri, terorganisir, efisien, dan berorientasi pada tujuan. Berdasarkan data dari penelitian yang diikuti 1.500 anak laki-laki dan perempuan hingga usia lanjut, anak-anak yang dianggap gigih, terorganisir, dan disiplin memiliki kemungkinan hidup 11 persen lebih lama daripada yang kurang teliti.

Orang teliti mungkin juga memiliki tekanan darah yang lebih rendah dan kondisi kejiwaan yang lebih tenang serta risiko diabetes, masalah jantung, atau sendi yang lebih rendah dibanding yang teledor. Ini mungkin sebagian karena orang yang teliti cenderung tidak mengambil risiko berbahaya atau bereaksi negatif terhadap stres dan lebih cenderung menjalani kehidupan profesional yang sukses serta bertanggung jawab atas kesehatan. Hal ini tentunya dapat dikembangkan pada setiap tahap kehidupan melalui langkah-langkah kecil seperti merapikan meja, berpegang teguh pada rencana kerja, atau tepat waktu. 

Pola tidur yang sehat 
Tidur sangat penting untuk mengatur fungsi sel dan membantu tubuh beristirahat setelah melakukan banyak kegiatan setiap hari. Sebuah studi baru-baru ini melaporkan umur panjang kemungkinan terkait dengan pola tidur yang teratur, seperti tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari. Durasi tidur juga menjadi faktor dengan terlalu singkat dan terlalu lama bisa berbahaya. Misalnya, tidur kurang dari 5-7 jam per malam akan dikaitkan dengan risiko kematian dini 12 persen lebih besar.

Terlalu sedikit tidur juga dapat meningkatkan peradangan, risiko diabetes, penyakit jantung, dan obesitas.  Di sisi lain, tidur berlebihan juga dikaitkan dengan depresi, aktivitas fisik yang rendah, dan kondisi kesehatan yang tidak terdiagnosis, yang semuanya ini dapat berdampak negatif pada umur.

Baca juga: Begini Penjelasan Olahraga dan Diet Bisa Menuju Umur Panjang






Inilah Lama Waktu Tidur yang Ideal Berdasarkan Usia

6 hari lalu

Inilah Lama Waktu Tidur yang Ideal Berdasarkan Usia

Lama waktu tidur yang ideal setiap jenjang usia berbeda-beda.


Ducati Ungkap Alasan Tak Rekrut Marc Marquez, karena Faktor Usia

8 hari lalu

Ducati Ungkap Alasan Tak Rekrut Marc Marquez, karena Faktor Usia

Direktur olahraga Ducati Corse Paolo Ciabatti menjelaskan alasan mengapa timnya tidak merekrut Marc Marquez (Repsol Honda) di MotoGP.


1 Juta Warga Prancis Unjuk Rasa Menolak Usia Pensiun Diperpanjang

11 hari lalu

1 Juta Warga Prancis Unjuk Rasa Menolak Usia Pensiun Diperpanjang

Lebih dari satu juta orang secara serempak melakukan mogok kerja dan unjuk rasa di sejumlah kota di Prancis pada Kamis, 19 Januari 2023


4 Diet yang Bikin Umur Panjang Menurut Studi Harvard

13 hari lalu

4 Diet yang Bikin Umur Panjang Menurut Studi Harvard

Empat diet ini disebut mendukung umur panjang karena mengurangi berbagai risiko penyakit serius.


Ini Alasan Wanita Memiliki Umur Panjang Dibandingkan Pria

13 hari lalu

Ini Alasan Wanita Memiliki Umur Panjang Dibandingkan Pria

Wanita memiliki umur panjang dibanding pria karena pria memiliki kebiasaan tak sehat.


Cerita Florence Pugh Ditentang Pacaran dengan Zach Braff yang Beda Usia 21 Tahun

18 hari lalu

Cerita Florence Pugh Ditentang Pacaran dengan Zach Braff yang Beda Usia 21 Tahun

Florence Pugh mengatakan penggemar lebih suka dia berkencan dengan laki-laki yang lebih muda.


3 Teh Terbaik untuk Umur Panjang

20 hari lalu

3 Teh Terbaik untuk Umur Panjang

Penelitian juga mengaitkan minum dua atau lebih cangkir teh hitam setiap hari dengan manfaat penambah umur panjang


Kopi dan 5 Minuman Lain yang Bikin Umur Panjang

22 hari lalu

Kopi dan 5 Minuman Lain yang Bikin Umur Panjang

Banyak minuman untuk menurunkan peradangan atau meningkatkan kesehatan jantung, yang dapat meningkatkan umur panjang dan hidup sehat.


Mau Berumur Panjang, Ini Olahraga yang Bisa Dilakukan Menurut Ahli

27 hari lalu

Mau Berumur Panjang, Ini Olahraga yang Bisa Dilakukan Menurut Ahli

Olahraga teratur, bahkan dalam bentuk gerakan kecil setiap hari, dengan umur yang lebih panjang.


5 Manfaat Duduk di Lantai untuk Kesehatan Tulang Belakang dan Umur Panjang

35 hari lalu

5 Manfaat Duduk di Lantai untuk Kesehatan Tulang Belakang dan Umur Panjang

Duduk di lantai melibatkan inti dan memberikan stabilitas pada tulang belakang.