Tak Hanya Covid-19, Ini 7 Penyebab Lain Munculnya Kabut Otak

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Ilustrasi depresi. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta -Kabut otak atau brain fog, merupakan sebuah kondisi yang membuat penggunanya sulit memusatkan perhatian atau menuangkan pikiran ke dalam kata-kata. Tak hanya karena efek samping Covid-19, masalah ini juga bisa disebabkan oleh beberapa hal.

Terjadinya Kabut Otak

Kabut otak bisa terjadi ketika respon sistem kekebalan tubuh memicu peradangan di otak. Ketika peradangan ini terjadi, maka bisa menyebabkan penyumbatan sementara dalam memproses informasi. Berikut beberapa penyebab kabut otak seperti dilansir dari Web MD.

1. Hamil

Banyak wanita merasa sulit untuk mengingat hal-hal selama kehamilan. Hal ini karena tubuh akan melepaskan bahan kimia untuk melindungi dan memberi makan bayi, sehingga dapat menyebabkan masalah ingatan.

2. Sklerosis Ganda 

Penyakit ini mempengaruhi sistem saraf pusat dan dapat mengubah cara otak "berbicara" ke seluruh tubuh. Sekitar setengah orang yang memiliki penyakit ini memiliki masalah dengan memori, perhatian, perencanaan, atau bahasa. 

3. Obat

Beberapa jenis obat dapat menyebabkan kabut otak. Jika seseorang minum obat dan menyadari bahwa pemikirannya tidak sejelas yang seharusnya atau tiba-tiba tidak dapat mengingat sesuatu, segeralah hubungi dokter. Hal ini karena beberapa bahan kimia baik alami maupun buatan juga dapat menyebabkan kabut otak.

4. Kemoterapi

Kemoterapi atau pengobatan untuk kanker yang menggunakan obat kuat dapat menyebabkan "otak kemo." Hal ini akan membuat penderitanya kesulitan mengingat hal detail seperti nama atau tanggal, atau membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan sesuatu. 

5. Depresi

Seseorang yang mengalami depresi mungkin tidak mengingat hal-hal dengan baik atau tidak dapat memikirkan masalah dengan mudah. Sulit untuk mengetahui apakah ini terkait dengan hilangnya energi dan motivasi yang menyertai depresi, atau apakah depresi memengaruhi otak dengan cara yang menyebabkan kabut. 

6. Tidur tidak cukup atau berlebihan

Tubuh perlu tidur untuk membantu otak bekerja sebagaimana mestinya. Namun tidur secara berlebihan juga dapat membuat otak berkabut. Tidurlah selama 7 sampai 9 jam serta hindari kafein dan alkohol setelah makan siang atau tepat sebelum tidur untuk menjaga otak tetap sehat.

7. Lupus

Penyakit jangka panjang ini menyebabkan sistem kekebalan menyerang tubuh, dan gejalanya bisa berbeda dalam kasus yang berbeda. Sekitar setengah dari penderita lupus memiliki masalah dengan ingatan, kebingungan, atau kesulitan berkonsentrasi. 

Untuk mendiagnosa kondisi ini, dokter akan melakukan beberapa tes. Hal ini karena kemungkinan kabut otak menandakan masalah mendasar. Jadi, mengutip dari laman Healthline, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bertanya mengenai kesehatan mental, diet, tingkat aktivitas fisik, atau obat yang sedang dikonsumsi.

WINDA OKTAVIA
Baca juga : Mengenal Kabut Otak, Salah Satu Efek Samping Terkena Covid-19

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung.






Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

16 jam lalu

Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

Jokowi menyebut akibat kegagapan menangani pandemi, terjadi turbulensi ekonomi dan membuat pertumbuhan ekonomi jatuh.


Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

19 jam lalu

Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

Sebelumnya, Jepang bahkan mengumumkan akan mempertimbangkan untuk melonggarkan rekomendasi penggunaan masker.


Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

1 hari lalu

Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

Pakar mengatakan karantina kesehatan tetap perlu dilakukan meskipun pandemi COVID-19 telah terkendali secara penuh.


Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

1 hari lalu

Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

Korea Selatan adalah salah satu negara pertama yang melaporkan wabah Covid-19 pada awal 2020.


Amerika Serikat Akan Akhiri Darurat COVID-19 Pada 11 Mei

1 hari lalu

Amerika Serikat Akan Akhiri Darurat COVID-19 Pada 11 Mei

Mantan presiden Donald Trump pertama kali menyatakan pandemi COVID-19 sebagai darurat nasional Amerika Serikat pada 13 Maret 2020


Amerika Curiga Ada Warga Salahgunakan Program Bantuan Covid-19

1 hari lalu

Amerika Curiga Ada Warga Salahgunakan Program Bantuan Covid-19

Ada sekitar 69.323 kartu jaminan sosial atau Social Security Numbers (SSNs) yang digunakan untuk mendapatkan dana bantuan dari total USD 5,4 miliar


Toyota Pertahankan Gelar Sebagai Merek Mobil Terlaris Dunia 2022

1 hari lalu

Toyota Pertahankan Gelar Sebagai Merek Mobil Terlaris Dunia 2022

Toyota Motor Corp mencatat total penjualan global sebanyak 10,5 juta unit sepanjang 2022, mengalahkan Volkswagen yang hanya menjual 8,9 juta unit.


Deteksi Subvarian Baru seperti Kraken dengan Pengurutan Genom

2 hari lalu

Deteksi Subvarian Baru seperti Kraken dengan Pengurutan Genom

Peneliti mengingatkan pentingnya pengurutan genom menyeluruh untuk mendeteksi COVID-19 subvarian baru seperti Kraken.


Beijing Klaim Kasus Positif Covid-19 Melandai setelah Libur Imlek

2 hari lalu

Beijing Klaim Kasus Positif Covid-19 Melandai setelah Libur Imlek

Pasien demam yang berkunjung ke klinik akibat Covid-19 selama Imlek turun sekitar 40 persen.


Jepang Terus Pantau Situasi Covid-19 di China

2 hari lalu

Jepang Terus Pantau Situasi Covid-19 di China

Pemerintah Jepang menyatakan akan terus memantau situasi Covid-19 di China.