TEMPO.CO, Jakarta -Banyak orang mengira alergi terjadi akibat mengonsum makanan atau jajanan yang kita beli di luar. Namun ternyata alergi juga dapat disebabkan oleh makanan yang dimasak di rumah.
Alergi sendiri terjadi ketika tubuh bereaksi terhadap sesuatu di lingkungan yang tidak berbahaya bagi kebanyakan orang.
Memicu Alergi
Tak bisa dipungkiri makanan amat penting bagi makhluk hidup, namun ada makanan tertentu yang dapat merusak sistem dengan menyebabkan alergi mendadak serta berakibat fatal bagi orang yang menderita alergi makanan tersebut.
Berikut beberapa makanan dan minuman sehari-hari yang dapat memicu alergi seperti dilansir dari timesofindia.com
1. Susu
Susu yang baik untuk tubuh dapat memicu alergi atau disebut intoleransi laktosa. Minum susu dapat memicu alergi makanan dan sangat umum terjadi pada bayi dan anak di bawah tiga tahun.
Meskipun sebagian besar penelitian mengklaim bahwa anak-anak mengatasi kondisi ini setelah beberapa tahun.
Sebuah penelitian beberapa waktu lalu menemukan bahwa minum susu sapi dapat menyebabkan kondisi yang mengindikasikan alergi makanan seperti pembengkakan, ruam, gatal-gatal, muntah, dan anafilaksis. Dalam kasus alergi makanan akibat susu, reaksi dimulai segera setelah 5-6 menit setelah dikonsumsi.
2. Telur
Salah satu makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi adalah telur dan sangat umum alergi yang disebabkan olehnya. Menurut The Healthline, sekitar 68 persen anak-anak alergi terhadap telur dan sering mengatasi alergi tersebut pada usia 16 tahun.
Beberapa gejala umum alerginya seperti sakit perut, diare, ruam kulit, masalah pernapasan dan anafilaksis.
Alergi lain yang umum ialah alergi kacang yang umum terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Gejala alergi kacang dapat bervariasi dari ruam kulit, gatal atau kesemutan di dalam atau di sekitar mulut dan tenggorokan sehingga dapat menyebabkan mual atau muntah atau mungkin terasa seperti tersedak di tenggorokan. Alergi ini juga bisa disebabkan oleh asupan selai kacang, dan menghindari kacang sepanjang hidup adalah satu-satunya solusi.
4. Kedelai
Alergi kedelai juga sering terjadi pada anak-anak setelah mengonsumsi makanan berbahan dasar kedelai. Seiring bertambahnya usia, sebagian besar anak dapat mengatasi alergi ini, namun ada pula yang berlangsung seumur hidup.
Gejala umum alergi ini adalah gatal, mulut kesemutan, pilek, ruam, anafilaksis, hingga asma atau kesulitan bernapas dan juga dapat menyebabkan anafilaksis. Kondisi ini dapat dipicu oleh asupan susu kedelai, tahu, dan makanan umum sehari-hari lainnya.
5. Gandum
Alergi gandum dapat diakibatkan dari respon alergi terhadap salah satu protein yang ditemukan dalam gandum. Ini dipicu oleh konsumsi makanan berbasis gandum dan dapat menyebabkan kondisi seperti gatal-gatal, muntah, ruam, pembengkakan, dan bahkan anafilaksis.
Orang dengan alergi gandum juga dikenal sebagai penyakit celiac atau sensitivitas gluten non-celiac harus menghindari gandum serta biji-bijian lain yang mengandung protein gluten.
ANNISA FIRDAUSI
Baca : Pengaruh Alergi pada Psikologis Anak
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung.