Lima Bahaya Self Diagnosis

Ilustrasi Internet of Things. pinterest.com

TEMPO.CO, Jakarta - Pernahkah Anda menduga-duga menderita suatu penyakit setelah mendapat informasi gejala kesehatan di internet? Jika pernah, Anda telah melakukan self diagnosis atau mendiagnosis diri sendiri.

Dilansir dari highlandspringsclinic.orgself diagnosis merupakan cara mendiagnosis atau mengetahui gejala medis sendiri. Seringkali cara ini tidak dapat dipertanggungjawabkan secara medis atau tidak evidence-based medicine.

Akibatnya, ada bahaya yang ditimbulkan dari mendiagnosis diri sendiri. Melansir Psychological Today, berikut beberapa di antaranya:


Berpotensi Keliru

Pada dasarnya, seseorang yang melakukan self diagnosis berasumsi bahwa dirinya memiliki sejumlah opini dan informasi tentang seluk-beluk penyakit itu. Jika ia menolak dokter, ini akan berbahaya dan berpotensi salah mendiagnosis gejala yang timbul.

Contohnya seperti seseorang yang mengalami mood swing atau perubahan suasana hati, seringkali mendiagnosis dirinya terkena gangguan bipolar. Padahal perubahan itu tidak sekadar merujuk pada penyakit bipolar saja, tapi dapat juga mengindikasikan gangguan kepribadian ambang atau depresi berat.

Risiko Salah Obat

Tanpa pengawasan dan persetujuan profesional, seseorang berisiko salah meresepkan obat untuk diri sendiri. Orang itu bahkan bisa memilih jalan alternatif.

Misalnya pada obat diet. Biasanya obat ini perlu diuji terlebih dahulu oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM. Jika tidak, kemungkinan akan berpotensi menganggu sistem pencernaan, tekanan darah, sampai jantung.

Sulit Percaya Kenyataan

Bahaya selanjutnya dari dampak diagnosis diri ialah menyangkal kebenaran yang disampaikan dokter. Misalnya ketika ada seseorang berpikir bahwa dirinya mengalami nyeri tubuh umum yang dimulai ketika suasana sedang memburuk. Tetapi dokter memilih pemeriksaan elektrokardiogram atau EKG untuk nyeri dada yang mungkin menunjukkan penyakit arteri koroner.

Melemahkan Peran Dokter

Survei Pew Research Center’s Internet & American Life Project terbit tahun 2013 menyatakan sepertiga dari mereka yang melakukan diagnosis diri dengan bantuan internet tidak pernah datang ke dokter.

Penanganan Makin Lama

Melansir Patient, akses informasi tentang kesehatan tidak terbatas di internet membuat seorang yang melakukan self diagnosis melalui internet akan menunda orang itu datang kepada profesional. Penundaan akan membuat gejala yang dialami makin buruk. Misalnya ketika seseorang merasakan buang air kecil dan besar, lama-kelamaan akan mengalami gejala sindrom iritasi usus besar (IBS) atau bahkan kanker ovarium.

FATHUR RACHMAN 

Baca juga: Self Diagnosis dari Internet, Adakah Keuntungannya?

 

 






Internet Down Seharian, Biznet: Mohon Maaf, Ada Kendala Infrastruktur Jaringan

12 jam lalu

Internet Down Seharian, Biznet: Mohon Maaf, Ada Kendala Infrastruktur Jaringan

Perusahaan penyedia layanan jaringan internet Biznet buka suara ihwal keluhan yang disampaikan pelanggannya melalui media sosial.


Kemenko Perekonomian Beberkan 5 Sektor Usaha yang Bikin Ekonomi Digital RI Moncer

22 jam lalu

Kemenko Perekonomian Beberkan 5 Sektor Usaha yang Bikin Ekonomi Digital RI Moncer

Potensi ekonomi digital lainnya, kata Rudy, berasal dari startup yang jumlahnya mencapai 2.400.


Harapan Dokter pada RUU Kesehatan: Permudah Surat Izin Praktik untuk Mengabdi

2 hari lalu

Harapan Dokter pada RUU Kesehatan: Permudah Surat Izin Praktik untuk Mengabdi

Presiden Joko Widodo menugaskan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk melakukan reformasi total di sistem kesehatan.


Kemenkes Imbau Dokter PNS Tidak Ikut Demo Tolak Omnibus Law Kesehatan

2 hari lalu

Kemenkes Imbau Dokter PNS Tidak Ikut Demo Tolak Omnibus Law Kesehatan

Kemenkes menyampaikan agar dokter-dokter lebih mengutamakan pelayanan kepada pasien pada fasilitas kesehatan.


Cerita Sarwendah yang Sempat Khawatir Beri Obat Sirop pada Anak

5 hari lalu

Cerita Sarwendah yang Sempat Khawatir Beri Obat Sirop pada Anak

Sarwendah selalu menyimpan obat sirop untuk batuk dan pilek di rumah, sempat khawatir saat marak gagal ginjal akut pada anak.


Anak Batuk dan Demam Tidak Perlu Buru-buru Diberi Obat, Ini Saran Dokter

5 hari lalu

Anak Batuk dan Demam Tidak Perlu Buru-buru Diberi Obat, Ini Saran Dokter

Batuk atau pilek karena virus pada anak bisa sembuh sendiri, dokter memberikan tips merawatnya tanpa obat.


Mau Kasih Obat Sirop atau Puyer, Kenali Karakteristik Anak

5 hari lalu

Mau Kasih Obat Sirop atau Puyer, Kenali Karakteristik Anak

Dokter meminta para orang tua untuk mengenali karakteristik anak ketika memilih obat


Kapolri Kerahkan Brigade Khusus Dokkes Polri Hingga Tim K9 untuk Bantu Korban Gempa Cianjur

7 hari lalu

Kapolri Kerahkan Brigade Khusus Dokkes Polri Hingga Tim K9 untuk Bantu Korban Gempa Cianjur

Kapolri telah memerintahkan pengiriman personel medis, termasuk mengerahkan Brigade khusus tangani korban gempa Cianjur


Menteri Muhadjir Effendy Mobilisasi Dokter Ortopedi Bantu Korban Gempa Cianjur

7 hari lalu

Menteri Muhadjir Effendy Mobilisasi Dokter Ortopedi Bantu Korban Gempa Cianjur

Muhadjir Effendy memobilisasi dokter ahli ortopedi atau bedah tulang untuk membantu penanganan korban Gempa Cianjur.


IDI Cianjur: 200 Dokter Umum dan Spesialis Tangani Korban Gempa Cianjur

8 hari lalu

IDI Cianjur: 200 Dokter Umum dan Spesialis Tangani Korban Gempa Cianjur

PB IDI dan seluruh IDI wilayah dan cabang menyampaikan duka cita mendalam untuk keluarga korban terdampak gempa bumi.