Cacar Monyet Tak Akan Menular ke Orang sebelum Bergejala

Reporter

Ilustrasi virus cacar monyet. Kasus positif pertama di Indonesia dalam wabah cacar monyet yang terbaru di dunia saat ini telah ditemukan pada Sabtu, 20 Agustus 2022. (Pixabay)

TEMPO.CO, Jakarta - Sama seperti penyakit akibat virus lain, cacar monyet memiliki masa inkubasi sekitar 21-28 hari. Ketua Satuan Tugas Monkeypox Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Hanny Nilasari, mengatakan selama pasien cacar monyet belum menunjukkan gejala, khususnya erupsi kulit, maka tak akan menularkan penyakit pada orang lain.

"Virus masuk ke dalam tubuh seseorang kemudian bereplikasi atau memperbanyak diri tetapi pasien belum bergejala. Selama belum bergejala, dia tak akan menularkan pada orang lain," katanya.

Setelah virus masuk dan bertambah banyak, maka mulailah muncul gejala. Gejala paling sering yakni demam. Menurut Hanny, lebih dari 70 persen pasien mengalami demam. Gejala lainnya pembesaran kelenjar getah bening, nyeri otot, nyeri kepala, atau rasa lemas seperti infeksi virus lain.

Tahap berikutnya, pasien akan memasuki fase erupsi kulit berupa kelainan pada kulit,  dimulai dari bercak merah, kemudian berkembang menjadi bintil, lenting, muncul nanah dan pecah, yang akan menimbulkan keropeng.

"Mulai ada fase merah, bintil, lenting, keropeng itu fase yang menular dari orang ke orang," kata Hanny.

Masalah pada kulit
Beberapa jurnal menyebutkan bintil atau lenting biasanya dimulai dari bagian wajah lalu menyebar secara cepat, sekitar 2-3 hari ke seluruh badan, termasuk organ kelamin. Penularan dari satu pasien ke lainnya terjadi melalui kontak kulit yang terdapat lesi dengan kulit orang lain dengan intensitas cukup lama.

Selain melalui lesi, cacar monyet juga dapat ditularkan melalui kontak seksual dan tetesan pernapasan. Menurut Hanny, berbeda dengan varian sebelumnya, varian cacar monyet saat ini tergolong lebih ringan. Oleh karena itu, pasien dimungkinkan menjalani isolasi mandiri. 

Pasien tetap dapat berinteraksi dengan orang di luar tetapi harus dari dalam satu ruangan tersendiri. Selama masa isolasi, pasien disarankan melakukan berbagai hobi seperti menonton televisi, mendengarkan musik, demi menjaga kesehatan mentalnya.

"Kasus dimonitor dinas kesehatan setempat. Dengan begitu, suport obat, gizi, makanan, pemantauan, misalnya dia ada demam atau tidak, batuk atau tidak, jadi bisa dipantau ke arah komplikasi," tutur Hanny.

Kemudian, sama seperti penyakit akibat virus lain, cacar monyet dapat sembuh dengan sendirinya asalkan pasien memiliki daya tahan tubuh yang baik. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), tidak ada pengobatan khusus untuk cacar monyet atau monkeypox. Antivirus, seperti tecovirimat (TPOXX) mungkin direkomendasikan untuk orang yang lebih mungkin sakit parah, seperti pasien dengan sistem kekebalan yang lemah.

Orang dengan gejala cacar monyet disarankan segera berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan. Kebanyakan pasien pulih sepenuhnya dalam 2-4 minggu tanpa memerlukan perawatan medis.

Baca juga: Tindakan Pencegahan yang Dianjurkan untuk Cacar Monyet






DBD 2022 di Jawa Barat, Jumlah Kasus Tinggi di Awal Tahun

2 hari lalu

DBD 2022 di Jawa Barat, Jumlah Kasus Tinggi di Awal Tahun

Kasus DBD paling banyak pada anak 6-12 tahun. Ada pula pasien bayi berusia 6 bulan. Hati-hati serotipe virus yang berbeda-beda.


Gejala Kanker pada Anak yang Mudah Dikenali

4 hari lalu

Gejala Kanker pada Anak yang Mudah Dikenali

Dokter menyebut berbagai gejala umum kanker pada anak yang bisa jadi perhatian orang tua, mulai dari berat badan turun drastis hingga infeksi menetap.


Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menginfeksi Antar Manusia, Apa Itu Virus H5N1?

4 hari lalu

Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menginfeksi Antar Manusia, Apa Itu Virus H5N1?

Kini virus H5N1 atau flu burung tidak hanya mematikan unggas, tetapi juga mulai menginfeksi hewan mamalia. Simak penjelasan lebih lanjut seputar virus H5N1 ini.


Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

4 hari lalu

Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

Kasus virus flu burung yang menginfeksi hewan mamalia di Inggris dan Spanyol membuat para ahli khawatir selanjutnya bisa menular ke manusia.


Kenali Jenis-jenis Psoriasis, Kelainan pada Kulit yang Sebabkan Ruam

5 hari lalu

Kenali Jenis-jenis Psoriasis, Kelainan pada Kulit yang Sebabkan Ruam

Terdapat beberapa jenis psoriasis yang masing-masing memiliki tanda dan gejala yang bervariasi.


Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

12 hari lalu

Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

Pakar kesehatan mengatakan penyakit campak lebih menular dari COVID-19 dengan daya tular pada 12 hingga 13 orang di sekitar pasien.


Makanan yang Harus Dihindari Anak yang Sedang Batuk

13 hari lalu

Makanan yang Harus Dihindari Anak yang Sedang Batuk

Meski buah baik untuk kesehatan, ternyata ada beberapa buah yang sebaiknya dihindari anak-anak saat mengalami batuk karena melepas histamin.


Kemenkes Tetapkan KLB Campak, Bisa Sebabkan Kematian Jika Tak Ditangani Tepat

18 hari lalu

Kemenkes Tetapkan KLB Campak, Bisa Sebabkan Kematian Jika Tak Ditangani Tepat

Kemenkes tetapkan KLB campak di Indonesia, bisa berakibat kematian jika tak ditangani secara tepat. Apa penyebabnya?


Mengenal Brain, Virus Komputer Pertama di Dunia

20 hari lalu

Mengenal Brain, Virus Komputer Pertama di Dunia

Virus Brain menargetkan PC buatan IBM.


Damar, Anak Gajah di Riau Ditemukan Mati Mendadak karena Virus EEHV, Apakah Itu?

21 hari lalu

Damar, Anak Gajah di Riau Ditemukan Mati Mendadak karena Virus EEHV, Apakah Itu?

Dunia konservasi berduka setelah seekor anak gajah Sumatera mati di Unit Konservasi Gajah TWA Buluh Cina, Kabupaten Kampar, Riau. Apa penyebabnya?