4 Jenis Terapi Infus, Begini Efek Samping Sering Diinfus

TEMPO/Tommy Satria

TEMPO.CO, Jakarta - Fungsi cairan infus berbeda-beda tergantung fungsinya. Pemberian cairan infus biasanya menggunakan suntikan jarum yang dialirkan ke tubuh pasien. Umumnya cairan intravena berfungsi untuk mengembalikan cairan normal.

Mengutip dari WebMD dosis yang diberikan berdasarkan pada usia, berat badan, kondisi medis, dan respons Anda terhadap pengobatan.

Ragam Terapi Infus

Melansir Verywellhealth.com jenis-jenis terapi infus adalah:

  1. Intravena (IV)

Terapi intravena adalah ketika obat atau cairan infus yang disuntikkan langsung ke dalam aliran darah. Terapi IV umumnya digunakan untuk :

  1. Mempertahankan cairan dalam tubuh setelah dehidrasi, diare, muntah, atau operasi
  2. Kondisi kronis, seperti kemoterapi atau imunoterapi untuk kanker
  3. Terapi antibiotik
  4. Pemberian anestesi sebelum operasi
  5. Transfusi darah
  6. Menyediakan nutrisi, seperti zat besi dan vitamin B

    2. Epidural

Epidural adalah jenis terapi infus yang dimasukkan di sekitar saraf tulang belakang di punggung bawah. Epidural memblokir sinyal rasa sakit agar tidak dikirim dari tulang belakang ke otak. Terapi infus epidural digunakan untuk:

  1. Analgesia (pereda nyeri)
  2. Anestesi (mati rasa)
  3. Steroid untuk nyeri, seperti nyeri punggung akut

Epidural dikenal sebagai cara untuk mencegah atau mematikan rasa sakit saat melahirkan. Selain itu dapat digunakan untuk mencegah rasa sakit selama dan setelah operasi. Epidural juga dapat membantu meredakan nyeri akut.

  1. Intramuskular

Terapi infus intramuskular adalah ketika obat dimasukkan ke dalam jaringan otot. Penggunaan terapi infus intramuskular meliputi :

  1. Terapi hormon, seperti suntikan testosteron atau estrogen untuk pengobatan kanker
  2. Antibiotik
  3. Vaksin 
  4. Antibodi (imunoglobulin) yaitu protein yang dibuat oleh sel untuk membantu sistem kekebalan tubuh melawan bakteri, virus, atau zat berbahaya lainnya 
    1. Subkutan

Terapi infus subkutan adalah ketika obat disuntikkan ke dalam lemak di bawah kulit. Tempat suntikan subkutan termasuk lengan atas, perut, paha atas, punggung bawah dan bokong. Terapi subkutan meliputi:

  1. Terapi insulin untuk penderita diabetes
  2. Opioid untuk menghilangkan rasa sakit
  3. Obat alergi seperti epinefrin
  4. Heparin obat yang digunakan untuk mencegah pembekuan darah

Laman Inhealth menyebutkan kebanyakan pemasangan infus dapat menyebabkan jaringan parut terbentuk dari waktu ke waktu. Akibatnya terdapat kerusakan pada pembuluh darah. Risiko lainnya mencakup pembuluh darah rusak, infeksi, radang urat darah dan emboli udara.

NOVITA ANDRIAN 

Baca: Yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Saat Menjalani Infus

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Waspada Berlebihan Efek PTSD, Mengenali Gejala Hyperarousal dan Terapi Mengatasinya

3 jam lalu

Waspada Berlebihan Efek PTSD, Mengenali Gejala Hyperarousal dan Terapi Mengatasinya

Hyperarousal gejala utama gangguan stres pascatrauma atau PTSD


Menilik Perbedaan Serangan Jantung dan Gagal Jantung

1 hari lalu

Menilik Perbedaan Serangan Jantung dan Gagal Jantung

Serangan jantung kondisi ketika tiba-tiba ada pengurangan aliran darah atau penyumbatan


Dugaan Malpraktik Yuliantika Lumpuh Usai Operasi Caesar, Kuasa Hukum RS Buah Hati Buka Suara

5 hari lalu

Dugaan Malpraktik Yuliantika Lumpuh Usai Operasi Caesar, Kuasa Hukum RS Buah Hati Buka Suara

Kuasa hukum Yuliantika menegaskan tidak ada perdamaian dalam kasus dugaan malpraktik ini, dan akan kembali mengajukan gugatan.


Mengenali Perbedaan Batuk Biasa dan Reaksi Alergi

8 hari lalu

Mengenali Perbedaan Batuk Biasa dan Reaksi Alergi

Batuk alergi atau karena infeksi pilek berbeda. Apa cirinya gejalanya?


Coba LIhat Jari dan Kuku Anda, Terdapat Tanda Umum Penyakit Liver atau Hati di Sana

9 hari lalu

Coba LIhat Jari dan Kuku Anda, Terdapat Tanda Umum Penyakit Liver atau Hati di Sana

Kelainan bentuk jari tanda umum penyakit liver atau hati kronis, terutama sirosis bilier primer dan hepatitis aktif kronis. Cek jari dan kuku Anda.


Keseleo, Bagaimana Sebaiknya Penanganan Awal?

11 hari lalu

Keseleo, Bagaimana Sebaiknya Penanganan Awal?

Saat mengangkat objek yang berat, jatuh atau terpeleset maupun melakukan aktivitas secara berlebihan berisiko keseleo


Anak Alergi Kacang, Bisa Jadi Juga Alergi Kecipir

11 hari lalu

Anak Alergi Kacang, Bisa Jadi Juga Alergi Kecipir

Pakar obat tradisional mengatakan umumnya bayi yang memiliki alergi kacang kedelai juga alergi terhadap kacang jenis lain, termasuk kecipir.


Anafilaksis, Reaksi Alergi Parah yang Mengancam Nyawa

11 hari lalu

Anafilaksis, Reaksi Alergi Parah yang Mengancam Nyawa

Anafilaksis umumnya dipicu oleh alergi makanan, obat-obatan, sampai sengatan serangga. Jika terlambat ditangani secara medis, kondisi ini bisa berakibat fatal.


Cara Mencegah dan Menghilangkan Varises di Kaki Akibat Sering Olah Raga

14 hari lalu

Cara Mencegah dan Menghilangkan Varises di Kaki Akibat Sering Olah Raga

Varises diketahui sebagai pembuluh darah yang membengkak dan membesar, dan tidak menutup kemungkinan dapat terjadi setelah berolahraga. Simak cara mencegahnya.


Inilah 4 Risiko Kesehatan jika Mengonsumsi Santan Berlebihan

19 hari lalu

Inilah 4 Risiko Kesehatan jika Mengonsumsi Santan Berlebihan

Santan mengandung kalori dan lemak yang tinggi. Jika mengonsumsi berlebihan akan menimbulkan risiko kesehatan berikut.