Hati-hati, Pembengkakan Area Mulut Bisa Jadi Kanker Kelenjar Ludah

Ilustrasi mulut pria. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Kelenjar ludah merupakan kelenjar yang berfungsi mendistribusikan ludah ke mulut, leher, dan sinus, yakni rongga kecil yang saling terhubung melalui saluran udara di dalam tulang tengkorak. Kelenjar ini menjaga lapisan mulut dan sinus selalu terlumasi dan lembab.

Mengutip healthline, kanker kelenjar ludah adalah kondisi tumbuhnya tumor ganas yang menyerang kelenjar ludah di dalam atau di dekat mulut. Kanker kelenjar ludah dapat berkembang di salah satu kelenjar ludah yang terletak di sejumlah area di sekitar wajah, leher, rahang, dan mulut. 

Kanker Kelenjar Ludah

Kanker kelenjar ludah terjadi ketika sel-sel tidak teratur terbentuk di jaringan kelenjar ludah akibat adanya mutasi. Penyebab pasti dari sebagian besar kanker kelenjar ludah tidak diketahui. Tumor kanker paling umum muncul di tiga kelenjar ludah utama, yakni:

  • Kelenjar parotis. Merupakan kelenjar ludah terbesar. kelenjar parotis terletak tepat di depan telinga. Hampir 80 persen tumor kelenjar ludah ditemukan di kelenjar ini. Mayoritas tumor yang ditemukan di sini sifatnya jinak. Sekitar 20 hingga 25 persen tumor bersifat ganas.
  • Kelenjar sublingual. Ini adalah yang terkecil dari kelenjar ludah utama. kelenjar ini berlokasi di dasar mulut dan di samping lidah. Tumor di kelenjar ini jarang terjadi, meskipun risiko tumor di kelenjar ini menjadi ganas adalah 40 persen.
  • Kelenjar submandibula. Kelenjar ini terletak di bawah rahang yang berfungsi memberikan ludah di bawah lidah. Sekitar 10 hingga 20 persen tumor kelenjar ludah dimulai di sini, dan sekitar 90 persen bersifat ganas.

Selain ketiga kelenjar utama tadi, ada ratusan kelenjar ludah minor yang melapisi bibir, langit-langit mulut, dan lidah. Mereka juga terletak di dalam pipi, hidung, dan sinus. Tumor di kelenjar ludah kecil ini jarang terjadi. Namun, ketika terjadi, lebih berpotensi menjadi kanker. Langit-langit, atau atap mulut, adalah lokasi tumbuhnya tumor yang paling umum.

Melansir Cleveland Clinic, gejala umum dari kanker kelenjar ludah meliputi:

  • Benjolan atau area bengkak di mulut, rahang, pipi, atau leher
  • Rasa sakit yang konstan di mulut, rahang, cek, leher, atau telinga 
  • Perbedaan ukuran yang nyata di sisi wajah atau leher
  • Kesulitan membuka mulut lebar-lebar
  • Mati rasa di mulut atau rahang 
  • Otot melemah di satu sisi wajah 
  • Kesulitan menelan (gejala stadium akhir)

Pengobatan dan penanganan kanker ludah ditentukan oleh tingkat kanker dan seberapa cepat penyebarannya di luar kelenjar ludah. Kanker yang tumbuh cepat dengan tingkatan tinggi dapat diobati lebih serius dengan prosedur pembedahan dan radiasi atau kemoterapi. Kanker dengan tingkatan rendah mungkin tidak memerlukan penanganan yang besar karena pertumbuhannya yang lambat.

Kombinasi perawatan dapat mencakup:

  • Operasi. merupakan pengobatan utama untuk kanker kelenjar ludah. Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat kanker beserta unsur lain yang berbahaya di sekitarnya
  • Terapi radiasi. Perawatan ini menggunakan X-ray atau partikel berenergi tinggi untuk menghancurkan sel-sel kanker.
  • Kemoterapi. Obat anti kanker ini yang berfungsi untuk mencari dan membunuh sel kanker di dalam tubuh. Metode ini lebih jarang digunakan untuk mengobati kanker kelenjar ludah.

HATTA MUARABAGJA 

Baca: Ini Penyebab Orang Dewasa Mengeluarkan Air Liur

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Begini Efek Samping Parasetamol Jika Dikonsumsi Dosis Berlebihan, Penyakit Apa yang Diundang?

12 jam lalu

Begini Efek Samping Parasetamol Jika Dikonsumsi Dosis Berlebihan, Penyakit Apa yang Diundang?

Seperti obat lainnya, parasetamol akan berdampak buruk apabila digunakan dengan dosis yang berlebihan. Bisa mengundang hepatitis hingga stroke.


Inilah 6 Bahaya Konsumsi Mi Instan Berlebihan

1 hari lalu

Inilah 6 Bahaya Konsumsi Mi Instan Berlebihan

Mi instan menyimpan sederet bahaya bagi tubuh bila dikonsumsi berkepanjangan.


Mengenal Penyakit Neurofibromatosis Tipe 1, Tumbuhnya Tumor pada Jaringan Saraf akibat Kelainan Genetik

3 hari lalu

Mengenal Penyakit Neurofibromatosis Tipe 1, Tumbuhnya Tumor pada Jaringan Saraf akibat Kelainan Genetik

Neurofibromatosis Tipe 1 mempengaruhi sekitar 1 dari 3.000 orang di seluruh dunia.


Kenali Sakit Dada Bagian Kanan Bisa Jadi Tanda Penyakit Berbahaya

3 hari lalu

Kenali Sakit Dada Bagian Kanan Bisa Jadi Tanda Penyakit Berbahaya

Sakit dada bagian kiri mengindikasi penyakit jantung, sedangkan sakit dada bagian kanan menjadi tanda dari penyakit apa?


Inilah 3 Gejala Sindrom Kuku Kuning

3 hari lalu

Inilah 3 Gejala Sindrom Kuku Kuning

Disebut sindrom kuku kuning karena penyakit ini ditandai adanya penumpukan getah bening di bawah kuku sehingga membuatnya tampak kuning.


Cara Menjaga Kesehatan Mulut dan Gusi dengan Baik

3 hari lalu

Cara Menjaga Kesehatan Mulut dan Gusi dengan Baik

Gigi yang sehat membutuhkan gusi yang sehat. Kebiasaan berikut akan membantu merawat gigi dan gusi serta kesehatan mulut secara umum.


Kisah Louis Van Gaal Pelatih Timnas Belanda di Piala Dunia 2022 Melawan Kanker Prostat

4 hari lalu

Kisah Louis Van Gaal Pelatih Timnas Belanda di Piala Dunia 2022 Melawan Kanker Prostat

Pelatih Timnas Belanda di Piala Dunia 2022, Louis Van Gaal disebut berhasil memenangi melawan kanker prostat. Begini kisahnya.


Rima Melati, Lifetime Achievement FFI 2022: Besar Kontribusi dalam Film, Perkasa Melawan Kanker

5 hari lalu

Rima Melati, Lifetime Achievement FFI 2022: Besar Kontribusi dalam Film, Perkasa Melawan Kanker

Mendiang Rima Melati mendapatkan Lifetime Achievement FFI 2022. Ini kisah kontribusinya dalam dunia film, dan perjuangannya melawan kanker.


6 Kebiasaan Buruk yang Bisa Memperpendek Usia, Termasuk Sedentary Lifestyle

5 hari lalu

6 Kebiasaan Buruk yang Bisa Memperpendek Usia, Termasuk Sedentary Lifestyle

Bukan hanya merokok dan minum alkohol berlebihan, ada banyak kebiasaan buruk lain yang berisiko meningkatkan risiko penyakit serius.


Sejumlah Faktor Risiko Penyebab Kanker Paru

7 hari lalu

Sejumlah Faktor Risiko Penyebab Kanker Paru

Dokter mengingatkan sejumlah faktor risiko yang mempengaruhi timbulnya kanker paru, termasuk merokok dan polusi udara.