Kenali Penyebab dan Risiko Penyakit Liver, Obesitas Salah Satunya

Gambar organ hati di dalam tubuh manusia

TEMPO.CO, Jakarta - Hati atau liver merupakan salah satu organ yang berperan penting dalam tubuh. Sebab, organ tubuh yang satu ini bertugas melakoni peran-peran esensial dalam tubuh, seperti metabolisme, penyimpanan energi, dan penyaringan limbah tubuh. Akan tetapi, organ liver pun dapat mengalami gangguan sehingga memengaruhi fungsinya atau yang dikenal dengan sebutan penyakit liver.

Walaupun semua orang berpotensi mengalami penyakit liver, tetapi peminum atau pecandu alkohol berat menjadi kelompok yang paling rentan mengalami penyakit liver.

Penyebab Penyakit Liver

Selain itu, berikut adalah kondisi-kondisi yang mendukung terjadinya gangguan atau penyakit liver:

1. Menato atau tindik badan dengan jarum yang tidak steril

2. Menggunakan jarum bekas

3. Berhubungan seks tanpa menggunakan perlindungan terhadap infeksi menular seksual

4. Diabetes atau kolesterol tinggi

5. Memiliki riwayat keluarga penyakit hati

6. Obesitas

7. Risiko pekerjaan yang memiliki kemungkinan terkena cairan darah dan cairan tubuh lain

8. Terkontaminasi racun atau pestisida

9. Konsumsi suplemen atau herbal tertentu, terutama dalam jumlah besar

10. Konsumsi obat-obatan tertentu dengan alkohol

11. Overdosis obat tertentu

Melansir mayoclinic.org, penyakit liver memiliki gejala atau tanda-tanda yang mengiringinya. Gejala-gejala yang timbul antara lain mata tampak kekuningan (ikterus), sakit perut dan bengkak, bengkak di tungkai dan pergelangan kaki, kulit yang gatal, warna urine gelap, warna fases pucat, kelelahan kronis, mual atau muntah, kehilangan selera makan dan kecenderungan mudah memar.

Dikutip my.clevelandclinic.org, beberapa jenis penyakit liver dapat meningkatkan risiko terkena kanker hati. Apabila tidak segera mendapat penanganan, penyakit liver tersebut akan terus mengggerogoti liver dan berpotensi mengalami kerusakan liver yang parah.  Hal ini pun tidak menutup kemungkinan berkembangnya sirosis (jaringan parut) dan berujung mengalami gagal hati.

Setidaknya terdapat sejumlah tes yang membantu mendiagnosis penyakit liver di dalam tubuh. Pertama, tes darah yaitu dengan mengukur kadar enzim hati dalam darah Anda. Kedua, tes pencitraan yaitu mendeteksi tanda-tanda kerusakan, jaringan parut atau tumor di liver melalui CT Scan atau MRI. Ketiga, biopsi hati yaitu  menggunakan jarum tipis untuk mengambil sampel kecil jaringan hati untuk memeriksa tanda-tanda kerusakan dalam liver. 

NAOMY A. NUGRAHENI 

Baca: Kenali Penyebab dan Tanda Penyakit Liver Sejak Dini

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Mengenal Penyakit Neurofibromatosis Tipe 1, Tumbuhnya Tumor pada Jaringan Saraf akibat Kelainan Genetik

4 hari lalu

Mengenal Penyakit Neurofibromatosis Tipe 1, Tumbuhnya Tumor pada Jaringan Saraf akibat Kelainan Genetik

Neurofibromatosis Tipe 1 mempengaruhi sekitar 1 dari 3.000 orang di seluruh dunia.


Kenali Sakit Dada Bagian Kanan Bisa Jadi Tanda Penyakit Berbahaya

4 hari lalu

Kenali Sakit Dada Bagian Kanan Bisa Jadi Tanda Penyakit Berbahaya

Sakit dada bagian kiri mengindikasi penyakit jantung, sedangkan sakit dada bagian kanan menjadi tanda dari penyakit apa?


Punya Risiko Penyakit Diabetes? Hindari 5 Makanan Ini

5 hari lalu

Punya Risiko Penyakit Diabetes? Hindari 5 Makanan Ini

jika mempunyai risiko penyakit diabetes beberapa jenis makanan harus dihindari karena dapat meningkatkan insulin dan gula dalam darah. Apa saja?


Ketahui 4 Bahaya Konsumsi Junk Food, dari Obesitas sampai Gangguan Reproduksi

7 hari lalu

Ketahui 4 Bahaya Konsumsi Junk Food, dari Obesitas sampai Gangguan Reproduksi

Junk food memberikan dampak negatif bagi kesehatan tubuh. Berikut 4 bahaya konsumsi junk food berlebihan.


4 Dampak Anak Kecanduan Gadget

8 hari lalu

4 Dampak Anak Kecanduan Gadget

Anak kecanduan gadget dapat diidentifikasi jika anak gelisah atau menjadi rewel saat tidak memegang gadget, susah fokus, hingga terlihat ada masalah.


Pola Makan yang Dianjurkan buat Orang dengan Obesitas

9 hari lalu

Pola Makan yang Dianjurkan buat Orang dengan Obesitas

Banyak faktor penyebab obesitas. Bagi penderita obesitas, coba terapkan tips diet sehat berikut.


12 Ciri Orang dengan Risiko Asam Urat, Anda Termasuk?

9 hari lalu

12 Ciri Orang dengan Risiko Asam Urat, Anda Termasuk?

Meskipun termasuk dalam penyakit umum, tetapi tidak banyak orang yang mengetahui cara menangani asam urat. Ini 12 orang dengan risiko asam urat.


Benarkah Kurangnya Aktivitas Seksual Jadi Salah Satu Pemicu Gangguan Prostat?

12 hari lalu

Benarkah Kurangnya Aktivitas Seksual Jadi Salah Satu Pemicu Gangguan Prostat?

Betulkah tingginya frekuensi ejakulasi dikaitkan dengan penurunan risiko kanker prostat? Begini beberapa penelitiannya.


Berlebihan Minum Teh, Hati-Hati dengan 4 Efek Samping Berikut

18 hari lalu

Berlebihan Minum Teh, Hati-Hati dengan 4 Efek Samping Berikut

Minum teh punya banyak manfaat kesehatan, tapi harus waspada pula jika mengonsumsinya berlebih. Ini 4 efek sampingnya.


Kabar Nano Riantiarno Setelah Operasi Pengangkatan Tumor di Paha Kirinya

19 hari lalu

Kabar Nano Riantiarno Setelah Operasi Pengangkatan Tumor di Paha Kirinya

Budayawan dan pendiri Teater Koma, Nano Riantiarno tengah menjalani perawatan di RS Fatmawati setelah operasi pengangkatan tumor di paha kirinya.